Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 10 Orang, Positif 8 H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel Polda Kaltim Gagalkan Peredaran Sabu 6 Kg di Samarinda dan Balikpapan Banjarmasin Resmi Perpanjang Tanggap Darurat Banjir, Kecamatan Timur Terparah! Resmi! Banjarmasin Berlakukan Pembatasan Transisi Mulai Hari Ini

Sudah Ribuan Masker Gratis Dibagikan di Kaltara

- Apahabar.com Senin, 16 September 2019 - 10:46 WIB

Sudah Ribuan Masker Gratis Dibagikan di Kaltara

Bripda Indah Roida Simaremare, beraksi melawan api yang membakar lahan dan hutan di perbatasan Indonesia-Malaysia. Foto-Liputan6

apahabar.com, TARAKAN – Jadi korban asap kiriman, Pemerintah Provinsi di Kaltara gencar membagikan masker.

Sudah 8.000 masker dibagikan ke warga di provinsi yang berbatasan dengan Malaysia itu.

Sesuai laporan dari Dinkes setempat, dilansir laman resmi Humas Pemprov Kaltara, ada 6.000 pcs masker biasa dan 2.400 pcs masker N95.

Pembagian dilakukan sejak Minggu kemarin (15/09). Sasarannya warga di jalan-jalan, lampu merah dan di tempat-tempat berkumpul lainnya.

“Ini kita lakukan agar masyarakat tidak banyak menghirup asap. Karena jika terlalu banyak menghirup asap dapat berpotensi terkena penyakit seperti paru kronik,” kata Gubernur Kaltara Irianto Lambrie didampingi Kepala Dinkes Kaltara, Usman.

Selain paru kronik, gangguan bagi ibu hamil, gangguan pernafasan, mata juga tenggorokan jadi penyakit yang rentan menyerang.

Selain dari Dinkes, pembagian masker secara gratis juga dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara.

Sementara itu, dari pengukuran Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU). Ada lima kandungan berbahaya dalam asap kebakaran hutan. Yakni, Kabon Monosida (CO), Sulfur Dioksida (SO2), Nitrogen Dioksida (NO2), dan Ozon Permukaan (O3).

Memasuki kemarau, provinsi termuda di Kalimantan ini memang jadi korban asap kiriman. Umumnya dari empat provinsi di Pulau Kalimantan yang memiliki banyak titik api.

Dilansir Antara, asap kiriman telah melanda Kaltara sejak tiga hari lalu. Visibility atau jarak pandang hanya 1,5 kilometer per 15 September 2019.

Sementara sesuai hasil pantauan dan analisa satelit geohotspot, Lapan dan pengamatan udara permukaan Kabupaten Nunukan masih terkena dampak dari sebaran asap kiriman dari wilayah lain.

Hal ini didasarkan masih terdeteksi titik hotspot di wilayah Kaltim, Kalteng, Kalbar dan Kalsel. Sementara Kaltara sendiri hingga saat ini masih terpantau dan terdeteksi hotspot sejak tiga hari yang lalu di sekitar Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan.

Baca Juga: Bagikan 1000 Masker, KNPI Kalsel Desak Ketegasan Pemerintah dan Penegak Hukum

Baca Juga: Kemenkes Sebar Masker dan Obat ke Wilayah Terdampak Asap

Baca Juga: Dilanda Kabut Asap, Pemkab HST Imbau Warga Pakai Masker

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Wapres: Kecerdasan Buatan Solusi untuk Negara Jadi Pelaku Industri 4.0
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Dana Desa Rp187 Triliun, Hati-hati Menggunakannya
apahabar.com

Nasional

Covid-19 Masih Tinggi, Satgas Ingatkan Warga Tak Mudik Iduladha

Nasional

Gus Nur Ditangkap, Begini Harapan Keluarga
apahabar.com

Nasional

Gunung Sinabung di Karo Kembali Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 2.000 Meter
apahabar.com

Nasional

Jokowi Soroti 4 Hal Ini dalam Pelaksanaan PSBB
apahabar.com

Nasional

Keanggotaan BPJS Kesehatan Diusulkan Jadi Syarat Pelunasan Biaya Haji
apahabar.com

Nasional

Hari Ini, Megawati Akan Resmikan 20 Kantor PDI Perjuangan Secara Daring
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com