Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin Menengok Kondisi Pengungsi Banjar di Kota Idaman Banjarbaru

Sulit Diajak Bicara, Penjagal Bocah SD di Limpasu HST Dikirim ke RSJ

- Apahabar.com Rabu, 18 September 2019 - 14:24 WIB

Sulit Diajak Bicara, Penjagal Bocah SD di Limpasu HST Dikirim ke RSJ

Pelaku atas nama Akhmad (35) yang tak lain keluarga korban berhasil diamankan berkat bantuan warga sekitar. Foto-Polsek Limpasu HST for apahabar.com

apahabar.com, BARABAI – Polisi tengah menggeber penyidikan kasus pembunuhan sadis terhadap RA, seorang bocah SD di Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Selasa kemarin.

Penyidikan terhadap Akhmad, pelaku pembunuhan RA, masuk dalam ranah kejiwaan.

“Saat ini kita fokus untuk menigrim pelaku ke Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum untuk dilakukan observasi. Minimal 15 hari,” kata Kapolres HST, AKBP Sabana Atmojo didampingi Kasat Reskrim, Iptu Sandi, Rabu (18/09) siang.

Paslnya sampai kini polisi masih kesulitan berkomunikasi dengan pelaku. Pelaku hanya diam saat diajak bicara.

“Hari ini rencananya akan kami kirim ke RSJ untuk dilakukan observasi,” kata Iptu Sandi kepada apahabar.com.

Berdasar hasil penyidikan sementara didapati informasi bahwa pelaku terakhir kali berobat pada Januari 2018.

Selain itu terkuak jika pelaku merupakan kerabat dekat atau paman korban RA.

“Neneknya korban ini bersaudara dengan pelaku,” kata Sandi.

Mengingat apa yang tercantum pada Pasal 44 KUHP, lanjut Sandi, pelaku tidak bisa dijerat pidana.

Sebab perbuatan orang gangguan jiwa tidak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Namun penyidikan tetap jalan terhadap para saksi.

“Proses penyidikan terhadap pelaku akan berjalan setelah selesai diobservasi. Sementara kita bekerja sama dengan Polsek menghimpun keterangan saksi,” kata Sandi.

Lebih lanjut Sandi mengungkapkan beberapa fakta, sebelum kejadian itu, pada 2004 pelaku juga membunuh keluarganya sendiri.

“Ya dari informadi saudara kandungnya, kakaknya sendiri,” jelas Sandi.

Baca Juga: 2 Kali Membunuh, Kejiwaan Penjagal Bocah SD Limpasu HST Masih Tanda Tanya

Baca Juga: Penyebab Pria Bertato di Simpang Belitung Ngamuk Bacok Teman hingga Tewas

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bangun Kepribadian dan Mental Anggota, Polres Banjar Adakan Binroh Mingguan
apahabar.com

Kalsel

Kunjungi Pos PSBB Pelabuhan Trisakti, Kasdim Banjarmasin Ingatkan Tetap Waspada

Kalsel

Anak-Istri Beli Sembako, Suami di Tabalong Tewas Tergantung
apahabar.com

Kalsel

Longsor Kotabaru, Dewan Minta Pemprov Kalsel Kirim Bantuan
HST

Kalsel

Giliran Barabai Kebanjiran, Pasar, Mapolres, hingga Kantor Bupati HST Terendam
apahabar.com

Kalsel

500 Paket Sembako Murah di Tanjung Pagar Diserbu Pembeli
apahabar.com

Kalsel

Prihatin Petugas Pemilu Berguguran, Pemprov Kalsel Usulkan Payung Hukum Pemberian Santunan ke Pusat
apahabar.com

Kalsel

Kasus Covid-19 di Kalsel Bertambah, Waspada Zona Merah Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com