Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Tak Laporkan Keberadaan Imigran, Siap-Siap Dipolisikan!

- Apahabar.com Kamis, 5 September 2019 - 11:27 WIB

Tak Laporkan Keberadaan Imigran, Siap-Siap Dipolisikan!

Ilustrasi hotel. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Rupanya masih banyak manajemen hotel di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang acuh tak acuh terhadap keberadaan orang asing atau imigran. Soal ini, Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas 1 TPI Banjarmasin siap bertindak tegas.

“Ke depannya apabila manajemen hotel tak memberitahukan keberadaan orang asing ke Kanim Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, maka akan dilaporkan ke penegak hukum,” ucap Kepala Kanim Kelas I TPI Banjarmasin, Syahrifullah kepada awak media, Kamis (05/09) pagi.

Melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA), kata dia, manajemen hotel, dan penginapan wajib melaporkan keberadaan orang asing yang menginap.

“Nanti akan kita sosialisasikan. Maka, tak ada lagi pihak yang tak mengetahuinya. Aplikasi itu nantinya akan membantu manajemen hotel dalam melaporkan keberadaan orang asing,” tegasnya.

apahabar.com

Kepala Kanim Kelas I TPI Banjarmasin, Syahrifullah. apahabar.com/Robby

Tahun depan, sambung dia, Kanim Kelas I TPI Banjarmasin tak memberikan toleransi terhadap hotel dan penginapan di Kalsel.

Apalagi, berdasarkan Pasal 118, UU Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. Setiap orang yang tak melapor keberadaan orang asing akan diberikan sanksi berupa denda Rp25 juta dan kurungan kurang lebih 5 tahun.

Soal ini, Front Office Manager Grand Daffam Syariah Hotel Banjarbaru, Denny Rifanie ikut angkat bicara.

Hotelnya, kata dia, sejak tahun lalu telah menjalankan APOA. Setiap tamu yang cek-in, akan dilaporkan langsung melalui sistem online.

“Untuk hard copy diberikan kepada aparat kepolisian per hari,” bebernya.

Memang, beberapa tahun lalu pihaknya masih menggunakan sistem manual. Namun, sekarang sudah melalui aplikasi online.

“Setidaknya, maksimal 1×24 jam harus dilaporkan,” katanya.

Dirinya akui selama setahun belakangan, tingkat kunjungan orang asing ke Grand Dafam Syariah Banjarbaru mencapai kurang lebih 20 persen. Atau sekira 240 orang. “Umumnya berasal dari negara Australia, Malaysia, China dan Arab,” pungkasnya.

Baca Juga: Cegah Imigran Gelap, Tanah Bumbu Perketat Pengawasan sampai Kecamatan

Baca Juga: Pajak Kuliner dan Hotel Jadi Penyumbang Terbesar PAD Banjarmasin

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

RS Mini Beroperasi Selama Haul Abah Guru Sekumpul, Tengok Lokasinya!
apahabar.com

Kalsel

Dua Kali Razia, Warung Sakadup di Cendana Selalu Lolos

Kalsel

Dandim 1022/Tanah Bumbu Ikuti Apel Danrem Dandim Terpusat TNI AD 2020
apahabar.com

Kalsel

43 Calon Anggota Paskibra Balangan Digodok  
apahabar.com

Kalsel

Anggota DPR RI, Syafruddin H Maming Hadiri Acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pondok Darul Hijrah IV di Tanbu
apahabar.com

Kalsel

Perkenalkan Program Panas Membara, Kapolsek Amuntai Kota Kunjungi Sekolah
apahabar.com

Kalsel

Pengemudi Bajaj Dapat Toleransi
apahabar.com

Kalsel

TNI AL Kotabaru Kembali Ingatkan Nelayan Melengkapi Alat Keselamatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com