Skandal Baramarta, Eks Dirut Bongkar Sosok Oknum Jaksa Diduga Penikmat Korupsi Dana Taktis Kucurkan Rp2 Miliar, Banjarmasin Tancap Gas Perpanjang PPKM Mikro Lagi, Polres Tabalong Tangkap Pemilik Senjata Api Ilegal Blakblakan Duta Mall Banjarmasin Terpaksa Tutup Selama Lebaran Viral Pria Bersajam Vs Polisi-Warga di Nagasari Banjarmasin, Pelaku Diancam Pasal Berlapis!

Takut Dicerai, Istri di Pangkalan Bun Rela Anak Digagahi Suami

- Apahabar.com Kamis, 19 September 2019 - 14:23 WIB

Takut Dicerai, Istri di Pangkalan Bun Rela Anak Digagahi Suami

Tim Perlindungan Anak Dinas P3A-P2KB Kabupaten Kobar saat berkunjung ke rumah korban di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kamis pagi. apahabar.com/Wiraharja

apahabar.com, PANGKALAN BUN – Kelakukan amoral seorang ayah di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), bikin geleng-geleng kepala.

Seorang ayah tiri berinisial JO (38) menggauli anaknya sendiri yang masih berusia 12 tahun atas restu sang istri.

“Sebelumnya ibu kandung Mawar [bukan nama sebenarnya, Red] memang mengetahui suami siri-nya itu sering menyetubuhi anak kandungnya,” kata Kabid Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-P2KB) Kotawaringin Barat Eny Puji Rahayu, Kamis.

Kasus ini terungkap setelah DP3A-P2KB mendapat laporan masyarakat. Dari pendalaman yang dilakukan, alasan sang istri lantaran takut dicerai suaminya.

Akhirnya Ibu kandung korban Norhayah (45) merelakan anak kandungnya itu digauli oleh si suami siri.

Enny kemudian mendatangi rumah Mawar di Kecamatan Kumai.

apahabar.com

Rumah keluarga korban jadi saksi bisu perbuatan ayah tiri Mawar. Foto-apahabar.com/Wiraharja

“Si anak sudah beberapa kali disetubuhi. Kasusnya cukup dramatis karena kondisi dalam rumah mereka gubuk tidak ada ruangan kamar,” ujarnya.

Informasi dihimpun, Mawar mendapat perlakuan tak senonoh itu sejak kelas 2 sekolah dasar.

Tak cuma ibu kandung, kakak laki-laki korban cuma mengetahui aksi bejat pelaku.

“Mereka mengaku sering dipukul. Termasuk ibunya juga sering mendapatkan kekerasan dari suaminya itu,” jelas Enny.

JO, kata Enny, pernah mengancam akan membunuh apalagi mereka melapor perbuatan bejat tersebut ke polisi.

“Akhirnya mereka diam semua,” ujar dia.

Perbuatan JO terungkap setelah Mawar bercerita ke teman sekolahnya. Rekan Mawar lantas menceritakan ini pada orang tuanya.

“Sampai akhirnya polisi menangkap JO,” jelas Enny.

Jo, yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang service TV kini sedang meratapi nasib di balik jeruji besi.

Sementara Mawar sudah diberikan pembinaan mental dan dimasukan ke dalam pondok pesantren.

Baca Juga: Setubuhi Anak Tiri, Ayah Bejat di Muara Teweh Dituntut 15 Tahun Penjara

Baca Juga: Setubuhi Cucunya, Hukuman Berat Menanti Kades Cabul

Reporter: Ahc16
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Lima Truk Bermuatan Kayu Ilegal Diamankan
Pasar Ramadan Kapuas

Kalteng

Gegara Covid-19, Pemkab Kapuas Tak Fasilitasi Pasar Ramadan
apahabar.com

Kalteng

Polda Kalteng Musnahkan Sabu Sebanyak 1,3 Kg
Kabar Terbaru Sekda Palangka Raya yang Terpapar Covid-19

Kalteng

Kabar Terbaru Sekda Palangka Raya yang Terpapar Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Kalteng Kurang Siap Tanggulangi Karhutla
apahabar.com

Kalteng

Pemprov Kalteng Janji Naikkan Gaji Guru Honor
apahabar.com

Kalteng

Maskot Zebra Ajak Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 di Palangka Raya
apahabar.com

Kalteng

Warga Selat Utara Kapuas Gotong Royong Bersihkan Lingkungan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com