UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar

Takut Dicerai, Istri di Pangkalan Bun Rela Anak Digagahi Suami

- Apahabar.com Kamis, 19 September 2019 - 14:23 WIB

Takut Dicerai, Istri di Pangkalan Bun Rela Anak Digagahi Suami

Tim Perlindungan Anak Dinas P3A-P2KB Kabupaten Kobar saat berkunjung ke rumah korban di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kamis pagi. apahabar.com/Wiraharja

apahabar.com, PANGKALAN BUN – Kelakukan amoral seorang ayah di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), bikin geleng-geleng kepala.

Seorang ayah tiri berinisial JO (38) menggauli anaknya sendiri yang masih berusia 12 tahun atas restu sang istri.

“Sebelumnya ibu kandung Mawar [bukan nama sebenarnya, Red] memang mengetahui suami siri-nya itu sering menyetubuhi anak kandungnya,” kata Kabid Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-P2KB) Kotawaringin Barat Eny Puji Rahayu, Kamis.

Kasus ini terungkap setelah DP3A-P2KB mendapat laporan masyarakat. Dari pendalaman yang dilakukan, alasan sang istri lantaran takut dicerai suaminya.

Akhirnya Ibu kandung korban Norhayah (45) merelakan anak kandungnya itu digauli oleh si suami siri.

Enny kemudian mendatangi rumah Mawar di Kecamatan Kumai.

apahabar.com

Rumah keluarga korban jadi saksi bisu perbuatan ayah tiri Mawar. Foto-apahabar.com/Wiraharja

“Si anak sudah beberapa kali disetubuhi. Kasusnya cukup dramatis karena kondisi dalam rumah mereka gubuk tidak ada ruangan kamar,” ujarnya.

Informasi dihimpun, Mawar mendapat perlakuan tak senonoh itu sejak kelas 2 sekolah dasar.

Tak cuma ibu kandung, kakak laki-laki korban cuma mengetahui aksi bejat pelaku.

“Mereka mengaku sering dipukul. Termasuk ibunya juga sering mendapatkan kekerasan dari suaminya itu,” jelas Enny.

JO, kata Enny, pernah mengancam akan membunuh apalagi mereka melapor perbuatan bejat tersebut ke polisi.

“Akhirnya mereka diam semua,” ujar dia.

Perbuatan JO terungkap setelah Mawar bercerita ke teman sekolahnya. Rekan Mawar lantas menceritakan ini pada orang tuanya.

“Sampai akhirnya polisi menangkap JO,” jelas Enny.

Jo, yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang service TV kini sedang meratapi nasib di balik jeruji besi.

Sementara Mawar sudah diberikan pembinaan mental dan dimasukan ke dalam pondok pesantren.

Baca Juga: Setubuhi Anak Tiri, Ayah Bejat di Muara Teweh Dituntut 15 Tahun Penjara

Baca Juga: Setubuhi Cucunya, Hukuman Berat Menanti Kades Cabul

Reporter: Ahc16
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Laporan Mental di Bawaslu Kalteng, Tim Ben-Ujang Bakal ke DKPP
apahabar.com

Kalteng

Ganti Komaidi Sebagai Kajari Kapuas, Arif Raharjo Siap Bersinergi
BPBD

Kalteng

Kasus Covid Melonjak, BPBD Kapuas Sigap Lakukan Penyemprotan
apahabar.com

Kalteng

Orang ke-3 dan Masalah Ekonomi Picu Perceraian di Teweh
apahabar.com

Kalteng

Satuan Pendidikan Non Formal Dinilai Berperan Aktif dalam Proses Pembelajaran
apahabar.com

Kalteng

Pilkades di Barut Memanas, Pendukung Petahana Geruduk Kantor DPRD
apahabar.com

Kalteng

Banjir di Desa Sei Pinang Kapuas Meluas
Saat Covid-19, PDIP Palangka Raya Rutin Bagi Bapok

Kalteng

Saat Covid-19, PDIP Palangka Raya Rutin Bagi Bapok  
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com