apahabar.com
Taman di kawasan Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasi rusak berat setelah aksi demo, Kamis (26/9) di DPRD Kalsel. Foto-apahabar.com/Bahauddin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Demo dengan massa besar yang digelar Aliansi Mahasiswa Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (26/9) kemarin menyisakan bekas tak enak dipandang mata.

Sebab taman trotoar di kawasan Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin hancur karena diinjak. Keberadaan taman itu sendiri kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin.

Kepala DLH Banjarmasin Mukhyar mengatakan, kerusakan taman milik itu memaksa pihaknya segera memperbaikinya. Namun ia belum mengetahui besar kerugian atas kejadian itu.

“Kalau rugi ya pasti, tapi berapa nilainya kami belum menghitungnya. Sekarang ini taman segera kami perbaiki,” katanya..

Terkait aksi itu, Mukhyar mengaku sangat menyayangkannya aksi brutal ratusan mahasiswa itu.

Padahal taman sudah dibuat tinggi agar tidak mudah diinjak dan dirusak seperti dari aksi tersebut.

“Mudahan kedepannya tidak terjadi lagi, karena ini sudah merugikan,” tuturnya.

Mukhyar juga mengatakan, terkait perbaikan taman itu, sementara ini pihaknya tidak menggunakan dan APBD atau dana perawatan terlebih dulu.

Itu melihat dari sisi kerusakannya dulu, artinya bila rusak parah misalnya mediannya hancur dan tamannya baru bisa menggunakan dana perawatan itu.

“Bila yang rusak hanya tanaman akibat dinjak-injak mungkin tinggal ganti atau dirapikan saja,” cetusnya.

Sebelumnya, kerusakan taman itu bermula dari Unjuk rasa protes soal Revisi Undang-Undang (RUU) dari Aliansi Badan Eksekutif mahasiswa (BEM) Kalimantan Selatan di depan kantor DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (26/9).

Kericuhan itu muncul, karena keinginan demonstran masuk ke gedung DPRD Kalsel dihadang oleh aparat yang menjaganya. Sehingga itu, sempat terjadi aksi saling dorong antar aparat dan mahasiswa. Ngototnya mahasiswa ingin masuk ke DPRD, karena mereka ingin membuat kesepakatan langsung bersama dewan.

Saking banyaknya demonstran, taman di median jalan itu menjadi sasaran keganasan massa. Tanpa disadari, pascademo menyisakan kerusakan taman yang dibuat untuk mempercanti kota.

Meskipun demikian, kericuhan akhirnya mendingin sementara dewan dan demontran melakukan kesepatakan tertulis yang berisikan aspirasi demontran.

Baca Juga: Mahasiswa Demo Rektor Disanksi, GMNI Kalsel Kecam Sikap Menristekdikti

Baca Juga: Viral Poster ‘Nyeleneh’, Enam Mahasiswa Uniska Kena Sanksi

Baca Juga: Selesai Diperiksa, Ananda Badudu Menangis Lihat Mahasiswa

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Syarif