Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Tampung Keluhan Masyarakat, Kesbangpol: Kita Adakan Seminar Secara Luas

- Apahabar.com Minggu, 1 September 2019 - 11:33 WIB

Tampung Keluhan Masyarakat, Kesbangpol: Kita Adakan Seminar Secara Luas

Ilustrasi, lokasi Ibukota Negara yang baru. Foto-net

apahabar.com, BANJARBARU – Beberapa komponen masyarakat di Kalimantan masih khawatir dengan dampak negatif yang akan ditimbulkan pasca ditetapkannya ibukota negara di Kalimantan Timur. Satu di antaranya, tentang perubahan kondisi lingkungan.

“Perlu difasilitasi seminar secara ilmiah, sebagai tempat bertukar pendapat terkait dengan nasibnya masyarakat pedalaman yang takut kelangsungan hidupnya terganggu,” ujar Kepala Badan Kesbangpol Kalsel, Adi Santoso kepada apahabar.com, Sabtu (31/8).

Menurutnya seminar-seminar mengenai perpindahan ibukota perlu digalakkan di seluruh Kalimantan terkhusus yang masyarakatnya menolak atau yang berpandangan negatif, sehingga masyarakat mendapatkan penjelasan yang akurat.

“Konsep ibukota negara yang baru ini adalah forest city dengan mengembangkan ibukota negara yang identik dengan pribadi bangsa Indonesia dan tetap memperhatikan pada aspek lingkungan, itu yang perlu disampaikan,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, saat ini pemerintah seluruh wilayah kalimantan, instansi swasta, perkumpulan masyarakat dan forum-forum kerukunan umat beragama, dan suku bangsa untuk ‘memperlebar’ seminar.

“Untuk seminar sudah dilaksanakan dari sekarang ya, tapi ini juga butuh kerjasama dengan seluruh pemerintahan di kalimantan,” ujarnya lagi.

“Karena jika tidak dilakukan secara massal dikhawatirkan ada suatu kelompok masyarakat yang tidak mengerti dan yang ditonjolkan adalah kekhawatiran,” sambungnya.

Meski begitu, Adi meyakini pemindahan ibukota negara akan membawa dampak positif bagi masyarakat kalimantan termasuk Kalimantan Selatan khususnya di bidang pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi, sosialisasi dampak penetapan IKN di Kalimantan itu penting,” lanjutnya.

Untuk diketahui, saat ini Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) sudah melakukan seminar secara continue ke beberapa daerah dengan menghadirkan narasumber termasuk pakar yang ada di daerah seperti budayawan dan lintas suku bangsa.

“Tetapi seminar yang sudah di lakukan belum optimal karena frekuensinya masih minim,” tutupnya.

Baca Juga: PDIP Kalsel Buka Pendaftaran Bacalon Kepala Daerah di Pilkada 2020

Baca Juga: Gelar Makesta, IPNU-IPPNU Inginkan ‘Pelajar Bermartabat’

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pegawai Negeri Sipil Kalsel Wajib Berkarakter
apahabar.com

Kalsel

Kapolres Tanbu Cari Anak Kecil Ini, Ada apa?
apahabar.com

Kalsel

Menang di MA, PT Silo Group Masih Wajib Perbaharui Amdal
apahabar.com

Kalsel

Warga Banjarmasin Bandel Taati Protokol Kesehatan, Saatnya Disanksi
apahabar.com

Kalsel

Ketika Para Istri Anggota TNI AL Kotabaru Berkumpul
apahabar.com

Kalsel

Rutan Kandangan Over Kapasitas, Dihuni Narkoba dan Koruptor

Kalsel

Bupati Tabalong Kukuhkan Pengurus DPC Apdesi Periode 2020-2025
apahabar.com

Kalsel

SMPN 1 Tanjung Bekali Siswa Baru Selama Belajar Jarak Jauh Diterapkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com