Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin Menengok Kondisi Pengungsi Banjar di Kota Idaman Banjarbaru

Tiga Program BI Dorong Penguatan Ekonomi Syariah

- Apahabar.com Jumat, 13 September 2019 - 09:39 WIB

Tiga Program BI Dorong Penguatan Ekonomi Syariah

Anggota Dewan Gubernur BI, Rosmaya Hadi meresmikan gelaran Festival Ekonomi Syariah (FESyar) di Hotel Mercure Banjarmasin, Kamis (12/09) malam. Foto-apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com, BANJARMASIN – Bank Indonesia terus berupaya untuk memajukan ekonomi syariah. Salah satunya, dicetuskannya kebijakan yang diwujudkan dalam tiga program utama guna menguatkan ekonomi syariah.

“Kebijakan ini nantinya diwujudkan dalam tiga program utama,” ungkap Anggota Dewan Gubernur BI, Rosmaya Hadi dalam sambutan pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia di Banjarmsin, Kamis (12/9).

Di jelaskannya, pertama, pengembangan ekonomi syariah dengan membesarkan ekosistem halal value chain pada industri halal nasional.

Maksudnya, langkah ini diambil untuk membina dan mendorong produk-produk halal. Seperti makanan, busana muslim, hingga pariwisata halal dapat dipasarkan hingga keluar negeri. Nantinya, sebut Rosmaya, hal ini akan meningkatkan ekspor dan pendapatan devisa.

Lalu yang kedua, BI tengah melakukan pendalaman pasar keuangan syariah. Caranya sebut Rosmaya, yakni dengan mengeluarkan instrumen Sukuk Bank Indonesia (SUKBI), ditujukan untuk mendukung dan memperkuat pengelolaan likuiditas perbankan syariah.

Dan ketiga, BI ungkap Rosmaya akan melakukan kampanye untuk mendorong halal lifestyle yang mendukung halal value chain.

“Peluang Indonesia untuk mendorong ekonomi syariah lebih berkembang lagi masih cukup besar. Dengan strategi, menjadikan penduduk Indonesia yang mayoritas adalah muslim sebagai sumber penggeraknya,” tuturnya.

Maka dari itu, diselengarakanya FESyar KTI yang ketiga kalinya ini, diharapkan bisa menjadi triget para pengusaha berbasis Syariah.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalsel Herawanto mengatakan, dalam sejarahnya Banjarmasin menjadi jalur perkembangan muslim di nusantara. Tentunya, papar Herawanto, masyarakat akan sangat mendukung dengan sistem keuangan syariah.

“Hampir semua tansaksi pasar di Banjarmasin mengunakan sistem keuangan syariah, adanya akad penjual dan pembeli,” timpalnya.

Selain itu, transaksi syariah adalah transaksi yang menguntungkan dua belah pihak, antara penjualan dan pembeli.

Baca Juga: BI Beberkan Alasan Kenapa Indonesia Masih Jadi Konsumen Keuangan Syariah

Baca Juga: FESyar 2019 di Banjarmasin Ditarget Lampaui Rp1,7 T dari Business Matching

Baca Juga: Terbiasa Transaksi Syariah, FESyar KTI 2019 Digelar di Banjarmasin

Baca Juga: BI Kalsel Gelar Video Conference Jelang FESyar KTI 2019

Baca Juga: Kalsel Siap Jadi Tuan Rumah Fesyar 2019 di KTI, Ini Penjelasan BI

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Banjarmasin

Ekbis

Dear Warga Kalsel, Operasi Tukar Wuling Hadir di Banjarmasin!
apahabar.com

Ekbis

BUMN Dilarang Bagi-Bagi Souvenir Saat RUPS
apahabar.com

Ekbis

Berkah Ramadan, PT Bagus Umratama Banjir Orderan
apahabar.com

Ekbis

Tiket AirAsia Hilang di Agen Online, Intervensi Kompetitor?
apahabar.com

Ekbis

Sumpah Pemuda: Transformasi Digital, Telkomsel Andalkan Generasi Muda
apahabar.com

Ekbis

Kendala UMKM Kalsel, dari Masalah Permodalan hingga Pemasaran di Ritel Modern
Harga Bawang Putih di Pontianak Mulai Melonjak

Ekbis

Harga Bawang Putih di Pontianak Mulai Melonjak
apahabar.com

Ekbis

Stok Beras hingga Akhir Tahun Diprediksikan Capai 4,7 Juta Ton
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com