Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin

Tolak UU KPK, Massa Hambur ‘Uang’ di Rumah Banjar

- Apahabar.com Kamis, 19 September 2019 - 12:22 WIB

Tolak UU KPK, Massa Hambur ‘Uang’ di Rumah Banjar

Wakil Ketua DPRD Kalsel Syaripuddin turun tangan meminta pedemo untuk tenang. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Demonstrasi tolak Undang-Undang (UU) KPK yang dinilai melemahkan lembaga antirasuah itu kembali memanas.

Sebelumnya, massa aksi gagal mencoba memasuki Rumah Banjar, sebutan Gedung DPRD Kalsel, Kamis (19/09) pagi.

Belum lagi masuk, massa saling dorong dengan aparat kepolisian yang menghalau gerak mereka.

Alhasil, para pedemo pun gagal masuk ke halaman kantor wakil rakyat dan tertahan di depan pagar.

Baru menjelang siang, para pedemo diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi di halaman DPRD Kalsel.

Walau sempat diteriaki berbagai kata tak sopan, Wakil Ketua sementara DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin bertahan untuk mendengarkan tujuh poin soal KPK.

“Karena ada SOP [Standar operasional prosedur] yang melarang adik-adik masuk. Saya berikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi di halaman DPRD tapi janji tidak rusuh,” ucap Bang Dhin, sapaan akrab Syaripuddin, melalui pengeras suara di hadapan pedemo.

Masa yang sebelumnya rusuh, lantas berjanji tidak akan membuat keributan. Namun tak jauh rombongan masuk ke area Sekretariat DPRD Kalsel, keributan kembali terjadi.

Mahasiswa merasa ada oknum polisi yang bertindak kasar hingga sempat terjadi aksi dorong lagi dengan petugas di depan pos jaga sekretariat DPRD Kalsel.

Persis di depan DPRD Kalsel massa yang datang dari berbagai perguruan tinggi di Banjarmasin itu meminta Bang Dhin untuk duduk lesehan mendengarkan aspirasi mereka.

Sambil menyampaikan aspirasi, mahasiswa juga beberapa kali menghamburkan uang foto copy-an Rp50 ribu dan 100 ribuan.

Adapun tuntutan mahasiswa itu, menolak revisi UU KPK oleh DPR RI yang membuat wewenang KPK lemah.

Mengajak seluruh masyarakat menjaga independensi KPK.

Menolak pimpinan KPK terpilih yang memiliki catatan buruk memberantas korupsi.

Kecewa dengan dewan yang tidak mendengarkan suara rakyat perihal RUU KPK.

Selain itu mahasiswa pun menyatakan tidak percaya pada siapapun yang terlibat dalam pengesahan revisi UU KPK.

Dan terakhir mendesak DPRD Kalsel menyampaikan aspirasi di atas kepada DPR RI.

Baca Juga: Rusuh, Ratusan Mahasiswa Memaksa Masuk Rumah Banjar Tolak UU KPK

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Kalsel: Tindak Tegas Korporasi yang Sengaja Bakar Lahan

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Nihil Kasus Baru, Tabalong Malah Masuk Zona Merah Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Para Korban Puting Beliung di Tanah Laut Masih Diungsikan
apahabar.com

Kalsel

Dua Perusahaan Terlapor Akhirnya Bayar THR Karyawan
apahabar.com

Kalsel

Pemko Banjarmasin Kewalahan Urai Ratusan Ton Sampah di Sungai Martapura
apahabar.com

Kalsel

Sosok Pria Balangan yang Mengaku Isa Almasih di Mata Warga
apahabar.com

Kalsel

BMKG Waspadai Petir dan Angin Kencang Hari Ini

Kalsel

Hari Ini, Kalsel Belum Sepenuhnya Bebas Hujan
apahabar.com

Kalsel

Pipa PDAM Jalan Gubernur Soebardjo Bocor
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com