Bupati Anang Resmikan SAMTA, Sekolah Alam Perdana di Tabalong Warga Eks Bioskop Cempaka Geger, Pria Tewas Bersimbah Darah 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas!

Usai Habisi Suami dan Anak Tiri, Aulia: Alhamdulillah…

- Apahabar.com Rabu, 4 September 2019 - 10:34 WIB

Usai Habisi Suami dan Anak Tiri, Aulia: Alhamdulillah…

Petugas membawa tersangka, Aulia Kesuma (AK), otak pembunuhan Edi Candra Purnama alias Pupung Sadili, 54, dan anaknya M Adi Pradana alias Dana, 23, saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (2/9). Foto-Dery Ridwansah/JawaPos.com

apahabar.com, JAKARTA – Sosok Aulia Kesuma, pembunuh suami dan anak tirinya itu tengah jadi buah bibir.

Terlilit utang, perempuan 45 tahun itu tega membunuh Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan M Adi Pradana (23).

Untuk memuluskan aksinya, Aulia sampai menyewa pembunuh bayaran. Ia juga mengajak putra kandungnya, Geovanni Kelvin. Pembunuhan keji itupun terjadi pada Minggu 25 Agustus 2019 kemarin.

Aulia Kesuma kini ditahan dan sedang diperiksa secara intensif di Polda Metro Jaya. Pernyataan mengejutkan lalu keluar dari mulut Aulia. Di hadapan wartawan dan polisi, ia mengaku lega telah membunuh Pupung Sadili dan M Adi Pradana.

Pasalnya, rumahnya yang berada di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, kini disita oleh bank untuk melunasi utang sebesar Rp10 miliar. Tak cuma lega, Aulia sampai berucap alhamdulillah karena tak lagi harus menyicil Rp 200 juta setiap bulannya untuk melunasi utang.

“Maksudnya lega itu, iya saya sempat mengucapkan alhamdulillah dalam hati.” “Akhirnya, saya lepas dari utang yang benar-benar menghimpit saya, yakni Rp200 juta per bulan,” ucap Aulia.

Pengakuan mengejutkan itu sampai membuat polisi yang berjaga menggelengkan kepalanya seakan tak percaya dengan apa yang didengar.

“Saya pikirannya waktu itu simpel (sederhana) saja”. “Dengan Pak Edi enggak ada (meninggal), Dana enggak ada, rumah itu bisa disita bank dan sisanya (uang) juga enggak banyak,” tambah Aulia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono mengatakan jika penyidik akan segera memeriksa kejiwaan Aulia Kesuma. “Tentunya memang dibutuhkan penyidik, akan kami lakukan segera ya, untuk pemeriksaan psikologi AK,” tandas Argo singkat.

Ya, hasil pemeriksaan sementara Aulia nekat membunuh karena terlilit uang sebesar Rp10 miliar. Aulia menjaminkan rumah sang suami yang berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan untuk berutang ke bank.

Uang hasil pinjaman itu dipakainya untuk membuka restoran. Belakangan usahanya itu gagal. Aulia kemudian merayu suaminya untuk menjual rumah senilai Rp14 miliar. Namun, Pupung menolak mentah-mentah permintaan istrinya itu.

“Tapi karena suami ini mempunyai anak, ia tidak setuju. Dia mengatakan ke istrinya, AK, kalau menjual rumah ini kamu akan saya bunuh,” terang Argo.

Dibutakan oleh utang dan sakit hati, akhirnya Aulia Kesuma memutuskan untuk membunuh Pupung Sadili beserta anak tirinya.

Baca Juga: Mayat Mengapung di Sungai Muara Kelayan Diduga Korban Pembunuhan!

Baca Juga: Kapolres Barut Jelaskan Motif Percobaan Pembunuhan di Desa Rimba Sari

Baca Juga: Pembunuhan di Sungai Lulut, Rekonstruksi Diiringi Isak Tangis Istri Korban

Baca Juga: Pembunuh Calon Pengantin di Kandangan Terancam Hukuman Mati!

Sumber: Grid.id
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polda Metro Jaya Jamin Keamanan Jakarta dari Kericuhan Demo UU Cipta Kerja
apahabar.com

Nasional

Pembantaian Salat Jumat di New Zealand, Jokowi : Mengutuk Aksi Penembakan
apahabar.com

Nasional

Gus War Anjurkan Pemerintah Bangun Komunikasi dengan Tokoh Adat Papua
apahabar.com

Nasional

Haul ke-50 Bung Karno, Hipmi Dorong Pengusaha Peduli Sejarah
apahabar.com

Nasional

Kasus Corona di Qatar Bertambah Jadi 12 Orang
apahabar.com

Nasional

Gempa Bumi Guncang Kulon Progo dan Nias Barat
apahabar.com

Nasional

Jebol Pintu untuk Evakuasi Wanita 350 Kg di Kalteng
apahabar.com

Nasional

Sekretaris Umum FPI Penuhi Panggilan Polisi Sebagai Saksi Kasus Ninoy
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com