Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka

Wapres JK: Kenaikan Premi BPJS Kesehatan Sudah Tepat

- Apahabar.com     Kamis, 5 September 2019 - 06:00 WITA

Wapres JK: Kenaikan Premi BPJS Kesehatan Sudah Tepat

Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan keterangan pers di Kantor Wapres Jakarta, Rabu (4/9/2019). Foto – Antara/Fransiska Ninditya

apahabar.com, JAKARTA– Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan rencana Pemerintah menaikkan iuran bulanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan hingga 100 persen sudah tepat diterapkan karena nilai premi berjalan saat ini tidak seimbang dengan manfaat yang diterima peserta jaminan.

“Kalau ingin memberikan kesejahteraan yang teratur dengan rakyat, harus dinaikkan. Sebenarnya sama saja, karena kalau disesuaikan, hampir 75 persennya yang bayar Pemerintah juga,” kata Wapres JK kepada wartawan di Kantor Wapres Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu (04/09).

Dengan kenaikan iuran bulanan BPJS Kesehatan, JK mengatakan Pemerintah dapat mengelola keuangan institusi tersebut supaya tidak terus menerus defisit. Apabila besaran premi tidak dinaikkan, maka defisit anggaran BPJS Kesehatan yang harus dibayar pemerintah akan semakin besar.

“Jadi sebenarnya sama saja, kalau Pemerintah tidak bayar defisitnya tentu DPR juga keberatan. Tapi kalau tidak dibayar, anggarannya mana (untuk bayar defisit) Kan lebih baik sekaligus ada anggarannya,” tegasnya.

Sementara itu, terkait kenaikan iuran untuk peserta bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) Kelas III, Wapres mengatakan kenaikan iuran tersebut bisa berdampak juga pada peningkatan jumlah penyakit yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Kan semua minta juga penyakit kanker, penyakit jantung itu ditanggung. Ya tidak mungkin Rp23 ribu untuk membayar itu,” ujarnya.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengusulkan adanya kenaikan iuran BPJS Kesehatan pada 2020. Usulan kenaikan premi tersebut bertujuan untuk memperbaiki defisit anggaran keuangan di BPJS Kesehatan yang tahun ini memburuk hingga Rp32,8 triliun.

Usulan kenaikan tersebut untuk peserta jaminan kelas I menjadi Rp160 ribu, kelas II menjadi Rp110 ribu dan kelas III menjadi Rp25.500 per bulan. Kenaikan tersebut direncanakan mulai berlaku pada 1 Januari 2020.

Baca Juga: 6 Fakta di Balik Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Baca Juga: Kenaikan Iuran BPJS Tuai Kritik Anggota DPRD Kalsel

Sumber: Antara

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Doni Monardo: Angka Nakes Gugur karena Covid-19 di Indonesia Tertinggi Ke-5 Dunia
apahabar.com

Nasional

Cegah Penyebaran Covid-19, 18.062 Narapidana dan Anak Sudah Bebas
apahabar.com

Nasional

Gempa di Luwu Timur Sulsel Tak Berpotensi Tsunami
Presiden Jokowi

Nasional

Presiden Jokowi Kunjungan Kerja ke Kaltara Resmikan Kawasan Industrial Park Indonesia
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Waspadai 30 Persen Zona Musim Akan Alami Kemarau Lebih Kering
Polda Metro Jaya

Nasional

Siap Datangi Polda Metro Jaya, Habib Rizieq Minta Polisi Tak Kerahkan Pasukan
pilkada

Nasional

Tito Karnavian Ajak Listyo Sigit Kerja Sama Kawal Sidang Pilkada di MK
apahabar.com

Nasional

Putra Amien Rais Kecelakaan, Alphard Penyok, Hanafi Rais Luka Berat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com