apahabar.com
Warga Tanbu ikut berkabung dengan mengibarkan bendera setengah tiang setelah wafatnya Bj Habibie. Foto-apahabar.com/Puja Mandela

apahabar.com, BATULICIN – Rakyat Indonesia berduka. Bahkan, meninggalnya Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie pada Rabu 11 September 2019 kemarin juga menjadi sorotan dunia.

Wafatnya tokoh besar Indonesia itu juga dirasakan masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).

Hari ini, Kamis (12/09) warga Bumi Bersujud mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda belasungkawa.

Di Kelurahan Gunung Tinggi, sejumlah warga ikut merasakan kedukaan. Bendera setengah tiang tampak berkibar di halaman rumah mereka.

Pengibaran bendera setengah tiang itu merupakan instruksi resmi pemerintah melalui surat Nomor B-1010/M.Sesneg/Set/TU.0 yang ditandatangani oleh Mensesneg Pratikno.

Pemerintah mengimbau pengibaran bendera setengah tiang dilakukan selama 3 hari hingga 14 September 2019. Tiga hari tersebut ditetapkan sebagai Hari Berkabung Nasional.

apahabar.com
Sekda Tanbu Rooswandi Salem. Foto-Dok.apahabar.com

Sekda Tanah Bumbu, Rooswandi Salem, juga ikut mengenang sosok BJ Habibie. Ia menilai BJ Habibie merupakan tokoh visioner yang dikenal memiliki pemikiran-pemikiran dinamis untuk memajukan bangsa dan negara.

Di dunia Internasional, lanjut Rooswandi, nama Habibie diposisikan sebagai orang yang berperan penting dalam kemajuan teknologi industri penerbangan.

Semasa hidupnya, Habibie sangat giat dalam memajukan standar pendidikan Indonesia dan mewadahi pemuda-pemuda yang ingin sukses seperti dirinya.

Ini terbukti dengan lahirnya Habibie Center yakni sebuah lembaga beasiswa bagi pemuda Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikannya ke Eropa.

“Tak sekadar cinta, prestasi dan kontribusinya saja yang menjadi inspirasi pemuda Indonesia, tapi beliau juga memiliki pemikiran-pemikiran yang menginspirasi kita semua,” jelasnya.

Rooswandi juga begitu kagum dengan sosok Bj Habibie karena dikenal taat beragama.

Bahkan, pada masa tuanya, mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi pada era Orde Baru itu diketahui hanya tidur 5 jam dalam sehari karena ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk ibadah.

“Beliau cuma tidur lima jam karena lebih banyak menghabiskan waktu untuk membaca Yasin dan tahlil, juga melakukan salat. Beliau juga sering mengatakan bahwa Islam bukanlah agama yang mengajarkan terorisme. Hal itu pernah disampaikannya dalam sebuah seminar Demokrasi dan Islam,” kenang Rooswandi.

Baca Juga: Mardani H Maming: BJ Habibie Teladan Kaum Milenial

Baca Juga: BJ Habibie Pergi, Wali Kota Banjarmasin Ikut Berduka

Baca Juga: BJ Habibie Wafat, Bupati HST Serukan Pengibaran Bendera Setengah Tiang

Reporter: Puja Mandela
Editor: Fariz Fadhillah