BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar Lewat Udara, Paman Birin Salurkan Bantuan Korban Banjir dari Jokowi

Waspada, Ada 200 Hotspot Berpotensi Menyulut Karhutla

- Apahabar.com Selasa, 3 September 2019 - 17:47 WIB

Waspada, Ada 200 Hotspot Berpotensi Menyulut Karhutla

Salah satu titik hotspot yang terekam dari pantauan udara di Kalimantan Selatan, Minggu pekan lalu. Foto-apahabar.com/Wahyu

apahabar.com, BANJARBARU – Hotspot atau titik panas terus bermunculan menujuk puncak kemarau tahun ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melihat ada 200 titik panas yang berpotensi menyulut kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya karhulta di daerah ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel membuat strategi pemadaman bersama LO BNPB, Selasa (3/9) pagi.

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyuddin mengungkapkan, titik panas di beberapa wilayah sudah menunjukkan angka peningkatan drastis.

Beberapa daerah mengaku kewalahan dengan ulah api. Bahkan beberapa kabupaten mengirim surat khusus untuk permintaan boombing.

” Hari ini kita akan boombing di wilayah Tapin, Jejangkit dan seputaran Bandara,” ujar pria yang akrab disapa Ujud ini.

Sementara itu, staf ahli Raperda Karhutla Fahrianoor mengaku senang bisa memantau titik panas karhutla dengan heli patroli.

“Dari pengalaman kami saat terbang pilotnya handal dan cekatan, safety dan manuver helikopter sangat dinamis bahkan sampai ke titik pengamatan 600 dan 500 ft,” ujar lulusan S3 ini.

Ditambah lagi helikopter patroli yang ditumpangi merupakan pabrikan Amerika Serikat tahun 2018. Sehingga dinilai sangat taktis untuk pemantauan.

Dari hasil pemantauan, Fahrianoor mengungkapkan, memang sangat banyak titik api yang tersebar di kabupaten/kota.

“Titik paling parah adalah ketika kami terbang berada di zona pekat di altitude 800 ft yang kemudian harus naik ke 100 ft, titik panas (api) baik yang masih menyala maupun asap masih mengumpul cukup relatif banyak tersebar,” paparnya

Perlu diketahui pada pelaksanaan pemantauan titik panas juga disertai pelaksanaan pemadaman api oleh heli water boombing yang bekerja full shift.

Baca Juga: Sambut Pemindahan Ibu Kota, Ratusan Tukang di Batola Disertifikasi

Baca Juga: Panjat Pohon Alpukat, Kakek di Banjarbaru Tewas Misterius

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Syarif

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

Genap Berusia 44 Tahun, Ucapan Selamat dan Doa Mengalir untuk Cuncung H Maming
apahabar.com

Kalsel

Kapolres Balangan Pantau Pengamanan Perayaan Natal
apahabar.com

Kalsel

Sampah di Taman Edukasi, Mukhyar: Bukan Kewenangan DLH
apahabar.com

Kalsel

Reses di Banjarmasin Tengah, Dewan Disambut Keluhan Warga
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Hujan, Simak Ramalan BMKG
apahabar.com

Kalsel

Siswa SMAN 5 Banjarmasin Diduga Keracunan Kembali ke Sekolah
apahabar.com

Kalsel

Rangkul Warga, Bhabinkamtibmas Bangun Warung Gratis di Desa Mandingin Barabai
apahabar.com

Kalsel

Disepakati Masa Tugas AKD DPRD Banjarmasin Setengah Periode
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com