Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

Air Terjun Setinggi 25 Meter Jadi Potensi Wisata Baru Martapura

- Apahabar.com Minggu, 13 Oktober 2019 - 16:49 WIB

Air Terjun Setinggi 25 Meter Jadi Potensi Wisata Baru Martapura

Air Terjun Penyaluhan Luar setinggi 25 meter menjadi potensi wisata tersembunyi di Martapura. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJAR – Kabupaten Banjar tidak hanya terkenal dengan wisata religinya, tetapi panorama alamnya pun memiliki daya tarik tersendiri bagi para pelancong, baik wisatawan lokal maupun nasional.

Salah satu eksotisme alam di kota berjuluk serambi Mekah itu yakni Air Terjun Penyaluhan Luar yang berjarak puluhan kilometer dari pusat kota, tepatnya di Desa Paau, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar.

“Air terjun ini sangat potensial dijadikan objek wisata,” ucap Kepala RPH Sungai Luar, Markus Liling, melalui siaran pers yang diterima apahabar.com, Minggu (13/10).

Keindahan air terjun Penyaluhan Luar dinilai mampu bersaing dengan air terjun lainnya. Apalagi dengan ketinggiannya yang mencapai 25 meter. Karenanya, Kelompok Tani Hutan Hampurai didorong agar mampu mengelola potensi wisata tersebut.

“Kepada anggota KTH dan aparat Desa Paau agar turut serta menjaga potensi wisata tersebut,” tegasnya.

Jika terus dikembangkan, Air Terjun Penyaluhan Luar diprediksi tak hanya dinilai dapat menguntungkan pemerintah, tetapi dinilai bermanfaat bagi masyarakat setempat.

Untuk menuju air terjun tersebut, para wisatawan mesti melewati bendungan Riam Kanan. Jika ingin menuju ke sana wisatawan bisa menggunakan perahu.

Waktu tempuh dari Pelabuhan Tiwingan menuju Desa Paau kurang lebih 1 jam perjalanan. Lokasi air terjun Penyaluhan Luar tak jauh dari permukiman warga, sekira 1 jam perjalanan menggunakan moda transportasi darat.

Keindahan air terjun tersebut memang sangat memesona. Ketua KTH Hapurai, Saupi, mengungkapkan air terjun itu akan makin memesona pada saat musim hujan.

Namun, apabila debit air kecil, maka air terjun pun terlihat kurang lebar. Beda halnya pada saat musim hujan yang lebarnya mencapai 7 meter.

Tak sampai di situ, potensi wisata lain yang dimiliki Desa Paau masih ada. Sebut aja seperti air terjun Sekendet dan Puncak Aur Bunak. Dishut Kalsel dan Tahura Sultan Adam diharapkan dapat memberikan pembinaan kepada KTH Hapurai.

Pembinaan dimaksud, kata Saupi, baik dalam kelembagaan maupun pengelolaan wisata mengingat KTH Hapurai masih baru terbentuk, sehingga masih minim pengalaman.

Baca Juga: Mapala Uniska Heboh, Paman Birin Ikut Panjat Tebing

Baca Juga: Sulap Kontainer Jadi Perpustakaan untuk Taman Kamboja  

Baca Juga: Sambut Penilaian Desa Wisata, Warga Desa Tiwingan ‘Perangi’ Sampah

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Puja Mandela

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

Pariwisata Loksado Belum Resmi Dibuka, Seluruh Elemen Masyarakat Akan Dipertemukan
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Bakal Jadi Tuan Rumah TWKM Nasional ke- 31
apahabar.com

Kalsel

Gerak Cepat DPC PDIP Sebar Ratusan Paket Sembako di Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Sidang Nabi Palsu di HST, PH Tolak Tuntutan Pidana JPU
apahabar.com

Kalsel

Cara PDI Perjuangan Kalsel Memaknai Hari Lahir Pancasila
apahabar.com

Kalsel

Perempuan Keterbatasan Mental di Desa Lok Panginangan Menghilang
apahabar.com

Kalsel

Soreride dan Budaya Bersepeda yang Makin Diminati Masyarakat Tanah Bumbu
apahabar.com

Kalsel

Banjir Cempaka, PUPR Kalsel: Bukan Kiriman Kawasan Setdaprov
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com