Buron, Ketua Nasdem Tanah Laut Orbawati Sempat Ngeluh Sakit Dibui Seumur Hidup, Gembong Sabu Banjarmasin Pindah ke Nusakambangan? Bangun Insinerator di TPA Banjarbakula, Kalsel Optimis Tingkatkan PAD 8 Jam Warga Banjarmasin Bakal Kesulitan Air Bersih, Simak Wilayah Terdampak Pembunuhan Sadis di Warung Remang Bungur Tapin, Pelaku ‘Lagi Tinggi’

Anggota DPR Minta Minyak Goreng Wajib Kemasan Tak Membebani Rakyat

- Apahabar.com Selasa, 8 Oktober 2019 - 10:11 WIB

Anggota DPR Minta Minyak Goreng Wajib Kemasan Tak Membebani Rakyat

Ilustrasi minyak goreng curah. Foto – tribunnews.com

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah melarang penjualan minyak goreng curah per 1 Januari 2020. Dengan begitu, produksi minyak goreng tak berlabel ini pun harus dihentikan.

Terkait hal itu, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Sartono Hutomo meminta kepada pemerintah agar kebijakan minyak goreng dalam kemasan tidak membebani rakyat dengan naiknya harga dibandingkan minyak goreng curah.

“Kami akan memanggil pihak Kementerian Perdagangan, agar hal ini jalan keluarnya tidak memberatkan rakyat kita,” kata Sartono lewat keterangan tertulis diterima di Jakarta, Selasa (08/10).

Sartono menyampaikan peraturan Menteri Perdagangan untuk memasarkan minyak goreng dalam kemasan itu sudah ada sejak 2014.

“Saya amati mundurnya kebijakan minyak goreng kemasan ini disebabkan masih belum siapnya industri minyak goreng untuk membuat pabrik kemasan. Harusnya Pemerintah menyadari pengemasan minyak goreng butuh persiapan lebih panjang,” ujarnya.

Politikus Partai Demokrat ini menilai seharusnya kebijakan Kemendag soal pelarangan penjualan minyak goreng curah jangan sampai menimbulkan persoalan baru, di mana minyak goreng kemasan harganya langsung meroket lantaran butuh banyak filling machine.

Untuk itu, lanjut Sartono, pihaknya akan segera memanggil pihak Kementerian Perdagangan untuk berdiskusi agar kebijakan tersebut tidak membebani rakyat.

Diketahui, pemerintah melalui Kemendag menyatakan, per Januari 2020 minyak goreng curah tak lagi boleh beredar di pasaran karena dianggap tidak sehat dan higienis.

Sebagai gantinya, minyak goreng kemasan akan dipasarkan secara masif dan harganya dijanjikan bakal terjangkau.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan, total produksi minyak goreng nasional per tahun mencapai 14 juta ton.

Dari jumlah ini, alokasi untuk pemenuhan kebutuhan di dalam negeri sekitar 5,1 juta ton. Adapun sisanya untuk kebutuhan pasar luar negeri.

“Dari kebutuhan dalam negeri hampir 50 persen masih dikonsumsi dalam bentuk minyak goreng curah yang belum terjamin kebersihannya, baik dari sisi produksi maupun sisi distribusi,” ucapnya.

Baca Juga: Jika Tidak Menguntungkan, Bank Kalsel Cabang DKI Lebih Baik Tutup

Baca Juga: Inkindo dan Perkindo Gelar Dialog Hukum Lagi, Apa Hasilnya?

Sumber: Antara

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Pemkab Tabalong Genjot Penerimaan Sektor Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan
apahabar.com

Ekbis

Mengintip Kiat Sukses Habib Hamid, Petani Jamur Tiram asal Martapura
Tak Perlu ‘Serbu’ Leasing, Begini Aturan Pengajuan Keringanan Kredit

Ekbis

Tak Perlu ‘Serbu’ Leasing, Begini Aturan Pengajuan Keringanan Kredit  
apahabar.com

Ekbis

Menteri ESDM Kaji Fleksibilitas Skema Investasi Migas
apahabar.com

Ekbis

Masih Melemah, Rupiah Diprediksi Bergerak Menguat Seiring Pengumuman Hasil Rapat BI
apahabar.com

Ekbis

Kurang dari Sebulan, Penjaminan Kredit UMKM Capai Rp31 Triliun
apahabar.com

Ekbis

6 Tahun, Tunggakan Retribusi Pasar Sentuh Ratusan Juta
apahabar.com

Ekbis

Susul Google, Apple Pun Tutup Sejumlah Kantor di China
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com