Warga Eks Bioskop Cempaka Geger, Pria Tewas Bersimbah Darah 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu

Anyaman Rotan Desa Tambaba Rambah Pasar Luar Kalimantan 

- Apahabar.com Kamis, 3 Oktober 2019 - 16:57 WIB

Anyaman Rotan Desa Tambaba Rambah Pasar Luar Kalimantan 

Kaur Keuangan Desa Tambaba, Kecamatan Gunung Purei, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah Syamsul Arifin memperlihatkan hasil anyaman rotan warga desanya. Foto - Istimewa

apahabar.com, MUARA TEWEH – Desa Tambaba, Kecamatan Gunung Purei, bukan hanya terkenal dengan penghasil rotan terbanyak di Kabupaten Barito Utara.

Namun, pasaran anyaman rotan dari desa tersebut sudah mulai merambah hingga pasar di luar Kalimantan, yakni Pulau Jawa dan Bali.

Potensi ini masih dipertahankan Pemerintah Desa Tambaba karena produk yang dinilai baik dan memuaskan konsumen luar.

“Kerajinan anyaman rotan kini menjadi salah satu produk unggulan di Desa Tambaba, bukan saja untuk dipakai melainkan sekarang ini sudah dipasarkan dan tentunya itu sangat mendukung usaha warga,” ujar Kepala Desa Tambaba, Redionsyah melalui Kaur Keuangan, Syamsul Arifin, Kamis (03/10).

Terlebih, ungkap Syamsul, di Desa Tambaba tidak ada usaha lain, rotan adalah sumber usaha utama. Rotan juga diambil menjadi lampit atau bahan mentah yang sering dijual ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Anyaman rotan dapat diolah dalam berbagai macam jenis anyaman misalnya tikar, keranjang dan berbagai macam tas maupun dompet. Harga jual hasil kerajinan pun beragam. Mulai Rp50 ribu hingga Rp400 ribu.

“Harga disesuaikan motif dan bentuk, kalau anyaman tikar harganya bisa Rp800 ribu sampai Rp1,5 juta,” kata Syamsul.

Diakui Syamsul, dalam mengembangkan kerajinan ini terdapat sejumlah kendala, di antaranya belum ada pembeli yang dapat menampung secara terus menerus, selain itu, warga Desa Tambaba belum ada pemasaran yang pasti.

“Kami terus melakukan pembinaan melalui pelatihan, tapi kami belum dapat investor khusus untuk menangani produk anyaman ini. Kami berharap adanya koperasi atau apapun bentuknya yang disediakan oleh pemerintah daerah guna perkembangan usaha anyaman rotan, karena bagaimana bisa berkembang kalau pemasaran masih tersendat,” katanya.

“Kalau ada campur tangan pemerintah lebih dalam maka akan sangat menghidupkan perekonomian masyarakat Desa Tambaba juga harga bisa lebih terkontrol,” pungkasnya.

apahabar.com

Warga Desa Tambaba membuat anyaman rotan. Foto – Istimewa

Baca Juga: Produksi Karet Lesu, Gugur Daun Jadi Biang Kerok

Baca Juga: Kunjungan Wisata di Kalsel Naik, Ini Faktanya

Reporter: Ahc17
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Stabil di Tahun Politik
apahabar.com

Ekbis

Malam Lebaran, Penjual Peci di Kelayan Ketiban Cuan
apahabar.com

Ekbis

Kemenpan RB Tinjau Mal Pelayanan Publik Barokah Kabupaten Banjar

Ekbis

Jokowi Minta Jajarannya Percepat Pengembangan Industri Turunan Batu Bara
apahabar.com

Ekbis

Usai Pengumuman Kabinet, Rupiah Menguat 9 Poin
apahabar.com

Ekbis

Pasca 22 Mei, Rupiah Diprediksi Melemah
apahabar.com

Ekbis

Hore! Listrik Gratis Diperpanjang hingga September
apahabar.com

Ekbis

Gara-gara Corona, AirAsia Indonesia PHK dan Rumahkan 882 Karyawan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com