Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Awal Pekan, Rupiah Menguat ke Rp14.129 per Dolar AS

- Apahabar.com Senin, 21 Oktober 2019 - 09:39 WIB

Awal Pekan, Rupiah Menguat ke Rp14.129 per Dolar AS

Ilustrasi rupiah. Foto - Net

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih menguat di perdagangan pasar spot hari ini. Namun dolar AS masih bertahan di kisaran Rp14.129 per dolar AS, Senin (21/10).

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Tercatat, won Korea menguat 0,35 persen, peso Filipina 0,13 persen, dolar Singapura 0,07 persen, ringgit Malaysia 0,06 persen, rupee India 0,03 persen, dan dolar Hong Kong 0,02 persen.

Sementara itu, terdapat beberapa mata uang yang melemah di Kawasan Asia. Kurs yen Jepang melemah 0,02 persen, baht Thailand 0,16 persen, dan lira Turki 0,16 persen terhadap dolar AS.

Di negara maju, pergerakan mata uang juga terpantau bervariasi terhadap dolar AS. Penguatan terjadi pada dolar Australia sebesar 0,01 persen.

Namun, poundsterling Inggris dan euro masing-masing melemah sebesar 0,44 dan 0,13 persen. Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan penguatan rupiah ditopang meredanya kekhawatiran pasar atas Brexit dan negosiasi dagang AS dan Tiongkok.

Dari sisi Brexit, parlemen Inggris berhasil memaksa Perdana Menteri Boris Johnson untuk meminta perpanjangan tenggat waktu agar Inggris bisa keluar dengan kesepakatan. Sementara dari sisi negosiasi dagang, lanjut Ariston, AS dan China telah sepakat akan melakukan pembicaraan lanjutan pada beberapa waktu ke depan untuk memfinalisasi kesepakatan dagang yang sudah dicapai.

“Pertemuan APEC di Chile bulan November mendatang menjadi target penandatanganan perjanjian dagang AS Tiongkok fase 1,” kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (21/10).

Kendati demikian, Ariston mengatakan sentimen pelambatan ekonomi global bisa menjadi berpotensi menekan rupiah ke depan. “IMF memangkas lagi proyeksi pertumbuhan tahun 2019 dan 2020,” ucapnya.

Sementara dari sisi domestik, Ariston berpendapat pasar masih menantikan susunan kabinet Baru Jokowi Maaruf. Lebih lanjut, Ariston memperkirakan pergerakan rupiah akan berada di kisaran Rp14.100 sampai dengan Rp14.170 per dolar AS pada awal pekan ini.

Baca Juga: Jelang Pelantikan Presiden, Pedagang Bingkai Mulai Jual Foto Jokowi-Ma’ruf

Baca Juga: Jelang Pelantikan Jokowi-Ma’ruf, Rupiah Kembali Menguat

Sumber: CNN Indonesia.com
Editor: Aprianoor

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Pemkab Tabalong Genjot Penerimaan Sektor Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan
apahabar.com

Ekbis

IHSG Berpotensi Naik di Tengah Kekhawatiran Gelombang II Covid-19

Ekbis

Dipicu Aksi Ambil Untung Investor, IHSG Ditutup Terkoreksi
apahabar.com

Ekbis

Anyaman Rotan Desa Tambaba Rambah Pasar Luar Kalimantan 
apahabar.com

Ekbis

Kebakaran Kilang di Balikpapan Dijamin Tak Ganggu Produksi
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Kamis Pagi Menguat 20 Poin
apahabar.com

Ekbis

Pasar Respon Positif Kemajuan Vaksin Moderna, Rupiah Berpeluang Menguat
apahabar.com

Ekbis

PT Telkom Berkomitmen Percepat Pembangunan Ekosistem Digital Nasional
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com