Breaking News! Tabrakan Horor di Kotabaru, Motor vs Mobil Honda BRV Di Mubes WAPDA ke-IV, Gubernur Kalsel Ungkap Proyek Siring Ponpes Darussalam Jembatan Ambruk, Warga Pingaran Ilir Terpaksa Menyeberang Pakai Perahu Tali Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel

Baru Peroleh Rp39 Miliar, Pemkab Batola Digaet Kanwil Dirjen Pajak

- Apahabar.com     Senin, 7 Oktober 2019 - 17:59 WITA

Baru Peroleh Rp39 Miliar, Pemkab Batola Digaet Kanwil Dirjen Pajak

Bupati Barito Kuala, Hj Noormiliyani AS, menandatangani nota kesepahaman dengan Kanwil DJP Kalselteng, Senin (07/10). Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Untuk memaksimalkan pendapatan daerah melalui pajak, Pemkab Barito Kuala (Batola) menggaet Kanwil Dirjen Pajak (DJP) Kalimantan Selatan dan Tengah.

Kerjasama kedua belah pihak ditandai penandatanganan nota kesepahaman antara Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, bersama Kakanwil DJP Kalselteng, Cucu Supriatna, Senin (07/10).

Melalui kerjasama tersebut, Pemkab Batola menargetkan lebih banyak pendapatan daerah melalui pungutan pajak yang masih belum optimal.

Cucu Supriatna memaparkan dari 34 ribu wajib pajak pribadi yang terdaftar di Batola, baru sekira 2 ribu wajib pajak yang memiliki kesadaran menunaikan kewajibannya. Kebanyakan wajib pajak tersebut berasal dari sektor perdagangan dan orang pribadi.

“Dari setengah wajib pajak di Batola tersebut, sudah menghasilkan Rp39 miliar. Dapat dibayangkan seandainya jumlah pembayar pajak melebihi 50 persen,” katanya.

Objek yang disasar dalam nota kesepamahan tak berubah. Mulai dari Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (P2), serta Perkebunan, Perhutanan dan Pertambangan (P3).

Kemudian administrasi pemerintahan, Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) hingga Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Selain melalui nota kesepahaman bersama Kanwil DJP Kalselteng dan sosialisasi, langkah Batola memaksimalkan pemasukan dari pajak adalah melalui kerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Penjabat Sekretaris Daerah Batola, Abdul Manaf, menjelaskan kerjasama dengan BPN mengarah kepada PBB dan BPHTB. Dari dua sektor tersebut, BPHTB yang belum tergali sampai sekarang.

“Kendala utama BPHTB adalah pencantuman harga yang tidak sesuai dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Akibat perbedaan angka ini, daerah yang dirugikan,” tandasnya.(Adv)

Baca Juga: PUPR Banjarmasin Optimis Anggaran Terserap Maksimal

Baca Juga: Prioritaskan Program Daerah, Anggota DPR RI Asal Kalsel Upayakan Rayu Pemerintah

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Puja Mandela

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemkab Batola

Sepakat Anggaran Naik, DPRD Batola Juga Beri Catatan
apahabar.com

Pemkab Batola

Pura Jagat Natha Widya Natha, Bukti Kerukunan Beragama di Batola

Pemkab Batola

Kerap Picu Inflasi, DKPP Batola Seriusi Budidaya Ikan Gabus

Pemkab Batola

Empat Tahun Kepemimpinan di Batola, Bupati Noormiliyani Akui Banyak Kekurangan
Hari Jadi Batola

Pemkab Batola

Sedang Sakit, Resepsi Hari Jadi Batola Minus Bupati Noormiliyani
apahabar.com

Pemkab Batola

Relaksasi PSSB, Destinasi Wisata di Batola Masih Ditutup
apahabar.com

Pemkab Batola

Satpol PP Batola Incar Delapan Putra Daerah
apahabar.com

Pemkab Batola

Disokong Investor Kanada, IPB Tambah Sekolah Peternakan Rakyat di Batola
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com