Bupati Sleman Positif Covid-19 Pascavaksinasi, Berikut Penjelasan Kemenkes Kecelakaan di Tabalong, Pengemudi Terios Meninggal Dunia Jubir Covid-19 Banjarmasin Tak Kebal Corona, Wali Kota Beber Faktanya Kalsel Hujan hingga Lusa, Tanbu-Kotabaru Kudu Waspada! Positif Covid-19 Usai Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Langsung Dirawat Intensif

Bawa Senpi Saat Demo, 6 Polisi di Kendari Jalani Sidang Disiplin

- Apahabar.com Kamis, 17 Oktober 2019 - 17:00 WIB

Bawa Senpi Saat Demo, 6 Polisi di Kendari Jalani Sidang Disiplin

Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Merdisyam (kiri) dan Karo Provos Mabes Polri Brigjen Pol Hendro Pandowo (tengah) memberikan keterangan perkembangan kasus penembakan dua mahasiswa Universitas Haluoleo Kendari di Polda Sulawesi Tenggara, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (03/10). Foto – Antara/Jojon/ama.

apahabar.com, KENDARI – Enam anggota Polres Kendari menjalani sidang disiplin di ruang Bid Propam Polda Sulawesi Tenggara, Kamis (17/10).

Keenamnya diduga melanggar standar operasional prosedur (SOP) pengamanan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sultra pada 26 September lalu.

“Hari ini pelaksanaan sidang disiplin enam anggota terperiksa yang melanggar aturan dan ketentuan untuk tidak membawa senpi pada pengamanan unjuk rasa,” kata Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam, Kamis.

Keenamnya disidang karena diduga melanggar standar operasional prosedur (SOP) dengan membawa senjata api saat mengamankan unjuk rasa yang menyebabkan dua mahasiswa Universitas Halu Oleo tewas.

Saat ini keenam polisi berinisial DK, DM, MI, MA, H dan E tersebut telah dibebastugaskan agar bisa fokus menjalani sidang.

DK adalah seorang perwira pertama yang menduduki jabatan reserse di Polres Kendari. Sementara lima orang lainnya adalah bintara dari satuan reserse dan intelijen.

Demonstrasi ribuan massa gabungan dari dari sejumlah perguruan tinggi serta pelajar menolak RKUP dan undang-undang kontroversial di Kota Kendari digelar Kamis (26/09) lalu.

Peserta unjuk rasa bernama Randi (21), mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Halu Oleo (UHO) meninggal dunia akibat luka tembak di dada sebelah kanan sekitar pukul 15.30 Wita.

Sedangkan korban Muh Yusuf Kardawi (19) meninggal dunia setelah menjalani operasi akibat luka serius di bagian kepala di RSUD Bahteramas, Jumat (27/09) dini hari sekitar 04.00 Wita.

Baca Juga: Simpan Sabu di Teras Rumah, Sepasang Suami Istri Dibekuk Polsekta Banjarmasin Barat

Baca Juga: Kembali Tak Hadir, Profesionalitas Saksi Ahli Kasus Pencabulan Dipertanyakan

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Seorang Pria Sungai Hanyo Kapuas Tewas Dibunuh, Polisi Kejar Pelaku
apahabar.com

Hukum

Antisipasi Peredaran Upal, Waspadai Jasa Penukaran Ilegal

Hukum

Mr Wing Bersama 444 Botol Miras Diamankan
apahabar.com

Hukum

Kacab Maybank Cipulir Tersangka Raibnya Tabungan Atlet eSport Winda Puluhan Miliar, Begini Modusnya
apahabar.com

Hukum

Jasad Staf Lion Air Membusuk di Banjarbaru Dikirim ke Balikpapan
apahabar.com

Hukum

Operasi Lilin 2019, Polres Tapin Siap Amankan Natal dan Tahun Baru 2020
apahabar.com

Hukum

Ayah Libatkan Anaknya Berusia 8 Tahun Mencuri di Banjarmasin Selatan
apahabar.com

Hukum

Timbun Solar Bersubsidi, Dua Tersangka Diamankan Polisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com