Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Berkaca dari Kasus Kendari, Prajurit Wajib Kendalikan Jari

- Apahabar.com Sabtu, 12 Oktober 2019 - 23:04 WIB

Berkaca dari Kasus Kendari, Prajurit Wajib Kendalikan Jari

Istri mantan Komandan Kodim 1417 Kendari Kolonel Kav Hendi Suhendi. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Dandim Kendari Kolonel Hendi Suhendi harus ditahan selama 14 hari. Ia dicopot dari jabatannya terkait posting-an sang istri mengomentari penusukan Wiranto.

Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV/Hasanuddin Mayjen Surawahadi meminta prajurit agar bijak menggunakan media sosial.

“Imbauan untuk istri-istrinya sekali lagi kendalikan jarinya masing-masing,” jelas Surawahadi, Sabtu, dikutip dari Antara.

Prajurit, kata dia, jangan mudah terpengaruh untuk membuat hal-hal yang mungkin dapat membuat orang tersinggung.

“Nanti dianggap mencemarkan nama baik,” kata Pangdam sebelum Sertijab Hendi Suhendi di Aula Sudirman Korem 143 Haluoleo.

Selain itu, Pangdam juga mengingatkan seorang prajurit TNI harus mampu membimbing istri dan keluarganya.

“Ketaatan Sumpah Prajurit harus membimbing istrinya, dari ketaatan itu di tentara tidak ada tawar menawar, kalau istrinya atau anaknya bermasalah pasti orang tuanya juga terbawa,” kata Pangdam.

Jabatan Dandim Kendari diserahterimakan dari Kol Kavaleri Hendi Suhendi kepada Kol Infanteri Alamsyah.

Pergantian pucuk pimpinan Kodim memang dadakan, menyusul keputusan hukuman dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa yang memberhentikan Hendi.

Hendi sebenarnya baru menjabat sekitar tiga bulan menggantikan Letkol Fajar Lutvi Haris Wijaya. Selain dijatuhi hukuman disiplin, Hendi juga diganjar sanksi militer berupa penahanan ringan selama 14 hari.

Sedangkan istri Hendi menjalani proses peradilan umum atas dugaan melanggar UU Nomor 19/2016 tentang perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Baca Juga: Dicopot Karena Istri, Jabatan Kolonel Hendi Resmi Digantikan Kolonel Alamsyah Sebagai Dandim Kendari

Baca Juga: La Nyalla: Mana Ada Orang Mau Direkayasa untuk Ditikam

Baca Juga: BNPB Sebut Juli 2019 Merupakan Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah

Baca Juga: Jenguk Wiranto, Ryamizard Doakan Cepat Sembuh

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Sulteng Bakal Diuntungkan Jika Ibu Kota di Kaltim
apahabar.com

Nasional

Seleksi Capim KPK 2019-2023, Jaksa Agung Akan Siapkan Jaksa Terbaik
apahabar.com

Nasional

Siap-siap, 100 Ribu Lowongan CPNS Dibuka Maret 2019
apahabar.com

Nasional

Besok Ada Gerhana Matahari, di Kalsel Puncaknya Pukul 16.25
apahabar.com

Nasional

Jokowi Serahkan 2.020 Sertifikat Tanah di Jawa Timur
apahabar.com

Nasional

Makna Baju Adat yang Dikenakan Presiden Saat Sidang Tahunan
apahabar.com

Nasional

Kondisi 2 Pasien Positif Virus Corona di RSPI Membaik
apahabar.com

Nasional

Berguru ke MNC Group, MHM-HT Jajaki Peluang E-Commerce
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com