Baru Diresmikan, Jembatan Alalak Langsung Diserbu Warga Jokowi Blakblakan Alasannya Resmikan Langsung Pabrik Jhonlin di Tanah Bumbu Jokowi Resmikan Jembatan Alalak, Jalan Hasan Basri Kayutangi Macet Parah Jokowi Resmikan Pabrik Johnlin, Paman Birin Pinta Dua PSN Tiba di Banjarbaru, Presiden Jokowi Bertolak ke Banjarmasin

BMKG: Jumlah Titik Panas Tahun Ini Melampaui 2018 Lalu

- Apahabar.com     Senin, 14 Oktober 2019 - 18:59 WITA

BMKG: Jumlah Titik Panas Tahun Ini Melampaui 2018 Lalu

Foto udara lahan perkebunan kelapa sawit milik salah satu perusahaan (kiri) dan kebakaran lahan gambut (kanan) Kumpeh Ulu, Muarojambi, Jambi, Selasa, 30 Juli 2019. BMKG Stasiun Meteorologi Klas I Sultan Thaha Jambi menyebutkan, sebanyak 19 titik panas di wilayah Muarojambi terpantau. Foto – Antara/Wahdi Septiawan

apahabar.com, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan berdasarkan pantauan satelit, jumlah titik panas pada tahun ini melampaui angka yang tercatat pada 2018.

Sedangkan beberapa wilayah tertentu juga angkanya melampaui dibandingkan 2015, yang mencatatkan fenomena el-nino cukup kuat dan kebakaran hutan masif pada saat itu.

“Jika kita bandingkan dengan tahun sebelumnya, misalkan, hotspot tahun ini termasuk melampaui. Sudah melampaui kondisi hotspot pada 2018,” kata Kasubdit Analisis Informasi Iklim BMKG Adi Ripaldi di Jakarta, Senin (14/10).

Dia mencontohkan Wilayah Riau yang mencatatkan 4.965 titik panas pada 2015, tetapi pada tahun ini wilayah tersebut mencatat sampai 7.257 titik panas.

Demikiah halnya dengan Jambi yang mencatatkan 5.164 titik panas, tetapi pada tahun ini angkanya bertambah menjadi 7.941 titik panas.

Berikutnya, Kalimantan Barat yang juga meningkat dari 6.156 pada 2015 menjadi lebih dari angka tersebut, tidak menyebutkan jumlahnya secara pasti.

Sementara Kalimantan Tengah juga mencatatkan peningkatan jumlah titik panas dari 21.809 pada 2015 menjadi 24.902 titik panas pada tahun ini.

Ia memperkirakan kondisi kemarau yang kering dan panjang tampaknya dimanfaatkan oleh pembakar hutan sehingga titik panas di wilayah tertentu di Kalimantan dan Sumatera jumlahnya melampaui angka pada 2015.

“Jadi mereka melihat membakar itu lebih efektif waktu kemarau sehingga sepertinya pergerakan pembakaran hutan lebih masif pada tahun ini,” katanya.

Baca Juga: Evaluasi Karhutla, Penanganan di Balangan Terkendala Akses dan Ketersediaan Air

Baca Juga: Terkepung Asap Karhutla, 5 Pelajar SMKS Tunas Bangsa Sempat Pingsan

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Terbesar, Kontes Ikan Cupang Pecahkan Dua Rekor MURI Sekaligus
Kemenkes

Nasional

Kemenkes Sebut 80% Kasus Baru Covid-19 di Indonesia dari Varian Delta

Nasional

Viral Gibran Rakabuming Duduk di Meja Depan Menteri PUPR, Begini Faktanya
Ustaz Maaher At-Thuwailibi

Nasional

BREAKING! Ustaz Maaher At-Thuwailibi Meninggal di Rutan

Nasional

Kasus Korupsi KTP-el, KPK Periksa Andi Narogong di Lapas Tangeran
apahabar.com

Nasional

Uji Klinik Obat Kombinasi Covid-19 Unair, Simak Ulasan Kritis BPOM
apahabar.com

Nasional

Jayapura Diguncang Gempa Bumi 4,6 SR
apahabar.com

Nasional

Menlu Kutuk Perlakuan Tak Manusiawi ke ABK WNI di Kapal China
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com