Masuk 10 Terbaik Nasional, Pertumbuhan Mobile Banking bank bjb Tercatat Paling Pesat Nah Lho.. Anggota DPRD Kalsel Terjaring Jam Malam di Banjarmasin Yang Terjadi Jika MK Menerima Permohonan AnandaMu… Saat Banjarmasin Berlakukan Jam Malam: Lampu-Lampu Dimatikan, ‘Jalur Tikus’ Dijaga Ketat 3 Pelajar Banjarmasin Raih Juara Lomba Baca Berita, Salah Satunya dari SMP Almazaya

Bolehkah Minum Isotonik Saat Cuaca Panas Ekstrem?

- Apahabar.com Selasa, 29 Oktober 2019 - 14:02 WIB

Bolehkah Minum Isotonik Saat Cuaca Panas Ekstrem?

Ilustrasi minuman isotonik. Foto - Competitor

apahabar.com, JAKARTA – Menurut pakar kesehatan demi mencegah masalah dehidrasi saat menghadapi cuaca panas ekstrem yang belakangan ini terjadi sebaiknya penuhi kebutuhan air bagi tubuh.

Lantas, perlukah sampai meminum cairan isotonik untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang terutama saat beraktivitas di luar ruangan?

“Isotonik boleh tetapi tetap harus air putih yang utama. Di saat-saat tertentu misalnya habis liputan ke luar ruangan ingin minum minuman isotonik boleh,” ujar dr Alni Magdalena dari Alodokter, dikutip dari Antara, Senin.

Menurut dokter Alni, cairan isotonik terasa lebih menyegarkan dan cepat terasa efeknya untuk tubuh sehingga menjadi pilihan sebagian orang. Tetapi dia mengingkatkan Anda untuk memperhatikan kadar gula dalam minuman itu.

“Isotonik enaknya dia lebih segar dan cepat terasa. Tetapi perlu perhatikan kadar gulanya. Kalau kadar gulanya terlalu banyak enggak baik,” kata dia.

Sebaiknya pilih minuman yang kadar gulanya tidak berlebihan karena bisa berdampak buruk bagi tubuh, antara lain memicu munculnya timbunan lemak pada lingkar pinggang dan perut, karies gigi dan kerusakan hati.

Sebenarnya, tidak ada batasan maksimal cairan isotonik yang disarankan pada orang sehat, karena saat berlebihan cairan akan dikeluarkan melalui urin.

Namun pada mereka yang mengalami gangguan ginjal sebaiknya konsultasilah dulu dengan dokter sebelum memutuskan meminum cairan isotonik.

“Sama seperti vitamin C, kalau berlebihan warna urin akan menjadi kuning. Sama juga dengan isotonik hanya kita enggak merasa karena tidak berwarna. Kalau punya gangguan ginjal jangan sembarangan, harus konsultasi dengan dokter,” kata dokter Alni.

Baca Juga: Formasi Guru Dominasi Seleksi CPNS Batola

Baca Juga: Maju Pilwali, Habib di Banjarmasin Siap Gratiskan Praktik Sunat

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Roti Telur Mayones untuk Menu Sahur Kilat
apahabar.com

Gaya

Ramadan, Mercure Hotel Banjarmasin Suguhkan Patin Bakar Sambal Tempoyak
apahabar.com

Gaya

Tambah Keseruan Ramadan, 7 Game Ini Bisa Jadi Pilihan
apahabar.com

Gaya

Hari Jadi Gojek Ke-10, GoFood Tawarkan Sederet Promo hingga 1 Desember 2020
apahabar.com

Gaya

Setop Covid-19 dengan Tetap Berada di Rumah
apahabar.com

Gaya

Ingin Pesan Makanan Berbuka Puasa dan Sahur? Gunakan 7 Aplikasi Ini
apahabar.com

Gaya

4 Style Hijab ala Luna Maya
apahabar.com

Gaya

Akhir Pekan Ini, Zoom Gratis Tak Dibatasi 40 Menit
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com