Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Bolehkah Minum Isotonik Saat Cuaca Panas Ekstrem?

- Apahabar.com Selasa, 29 Oktober 2019 - 14:02 WIB

Bolehkah Minum Isotonik Saat Cuaca Panas Ekstrem?

Ilustrasi minuman isotonik. Foto - Competitor

apahabar.com, JAKARTA – Menurut pakar kesehatan demi mencegah masalah dehidrasi saat menghadapi cuaca panas ekstrem yang belakangan ini terjadi sebaiknya penuhi kebutuhan air bagi tubuh.

Lantas, perlukah sampai meminum cairan isotonik untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang terutama saat beraktivitas di luar ruangan?

“Isotonik boleh tetapi tetap harus air putih yang utama. Di saat-saat tertentu misalnya habis liputan ke luar ruangan ingin minum minuman isotonik boleh,” ujar dr Alni Magdalena dari Alodokter, dikutip dari Antara, Senin.

Menurut dokter Alni, cairan isotonik terasa lebih menyegarkan dan cepat terasa efeknya untuk tubuh sehingga menjadi pilihan sebagian orang. Tetapi dia mengingkatkan Anda untuk memperhatikan kadar gula dalam minuman itu.

“Isotonik enaknya dia lebih segar dan cepat terasa. Tetapi perlu perhatikan kadar gulanya. Kalau kadar gulanya terlalu banyak enggak baik,” kata dia.

Sebaiknya pilih minuman yang kadar gulanya tidak berlebihan karena bisa berdampak buruk bagi tubuh, antara lain memicu munculnya timbunan lemak pada lingkar pinggang dan perut, karies gigi dan kerusakan hati.

Sebenarnya, tidak ada batasan maksimal cairan isotonik yang disarankan pada orang sehat, karena saat berlebihan cairan akan dikeluarkan melalui urin.

Namun pada mereka yang mengalami gangguan ginjal sebaiknya konsultasilah dulu dengan dokter sebelum memutuskan meminum cairan isotonik.

“Sama seperti vitamin C, kalau berlebihan warna urin akan menjadi kuning. Sama juga dengan isotonik hanya kita enggak merasa karena tidak berwarna. Kalau punya gangguan ginjal jangan sembarangan, harus konsultasi dengan dokter,” kata dokter Alni.

Baca Juga: Formasi Guru Dominasi Seleksi CPNS Batola

Baca Juga: Maju Pilwali, Habib di Banjarmasin Siap Gratiskan Praktik Sunat

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Wirausaha untuk Siswa SMK, Pertamina Lubricants Luncurkan Aplikasi Enduro Home Service
apahabar.com

Gaya

5 Kebiasaan Ini Berisiko Kena Kanker, No 4 Gak Disangka
apahabar.com

Gaya

Resep Bubur Gunting Khas Banjar, Manis dan Gurih
apahabar.com

Gaya

Ini Honda CBR600RR Versi Balap
Mi instan

Gaya

4 Cara Membuat Mi Instan ‘Sehat’
apahabar.com

Gaya

Mencicipi Sedapnya Nasi Kuning Sinar Pagi Batulicin
apahabar.com

Gaya

Hindari Mengumbar Informasi, Cara Aman Berselancar di Medsos
apahabar.com

Gaya

Waspada! Minuman Manis Beresiko Penyakit Ginjal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com