Armada Batu Bara Nebeng Fasum, Puluhan Pemuda Kotabaru Turun ke Jalan Megaproyek 4 Smelter Haji Isam, Prof Mutia Bilang Begini  Kata Pemprov Soal Megaproyek 4 Smelter Haji Isam di Kalsel Bersih-bersih Badut Jalanan di Kapuas, Satu dari Banjarmasin Terjaring Resmi Dubes, Pengganti ‘Urang Banua’ Jadi Jubir Jokowi Masih Tanda Tanya

DAK Pemko Banjarmasin Tak Maksimal, Herman Sebut Batola dan Tanbu Lebih Baik

- Apahabar.com     Selasa, 15 Oktober 2019 - 16:26 WITA

DAK Pemko Banjarmasin Tak Maksimal, Herman Sebut Batola dan Tanbu Lebih Baik

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Dana Alokasi Khusus (DAK) yang berasal dari Pemerintah Pusat untuk Pemko Banjarmasin, hingga kini belum digunakan secara maksimal.

Berdasar data, DAK Pemko Banjarmasin sebesar Rp 206 miliar. Terdiri dari DAK fisik Rp 67 miliar dan DAK non fisik Rp 138 miliar.

Penyerapan dana sebesar itu efektifnya hanya tersisa dua bulan. Sesampai dibahas pada 30 November, pembahasan APBD 2020.

“Mudahan-mudahan resapan DAK baik fisik dan non fisik bisa selesai tepat waktu. Sampai sekarang resapan DAK hanya 70 persen,” terang Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah di Balai Kota pada Selasa (15/10).

Harapan Herman itu menyikapi agar DAK yang disalurkan Pemerintah Pusat tidak terganggu dengan segala hal apapun.

Sesekali juga supaya angka DAK yang dialokasikan tidak mengalami kekurangan.

Malahan diharapkan dana DAK Banjarmasin meningkat dari sebelumnya.

Kondisi tersebut bisa digapai dengan syarat resapan anggaran DAK tercapai maksimal.

Sebab jika tak diserap tepat waktu, DAK akan dikembalikan kekas pemerintah.

“Itu yang kita khawatirkan, makanya kita harapkan rapat ini berlanjut lagi dengan hadirnya SKPD lain agar resapan anggaran bisa tercapai,” ujar mantan anggota DPRD Kalsel ini.

Namun kenyataan yang diterima jajaran Ibnu Sina dan Hermansyah tidak sesuai harapan Pemko.

Herman bahkan menilai DAK yang diterima Pemko hampir sama setiap tahunnya. Sesekali menurun, tetapi tidak menaik.

“Kita memantau saja, sebagai ibu kota provinsi akibat penyerapan DAK kacau bisa menganggu struktur keuangan lainnya,” ujarnya.

Herman juga mengakui kecemburuan dengan daerah lainnya seperti Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).

Kawasan yang hanya seumur jagung tersebut bisa meningkatkan DAK dan PAD. Jauh dibandingkan Kota Banjarmasin yang berusia 493 tahun.

“Contoh Barito Kuala dan Tanbu bisa terealisasi dengan baik,”pungkasnya.

Baca Juga: Pemprov Kalsel Launching Dokumen Rencana Aksi Daerah

Baca Juga: Demi Dampingi Paman Birin, Bupati HSU Abdul Wahid Siap Mundur

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Komisioner KPU

Kalsel

Soal Surat Penggelembungan Suara, Aziz Optimistis Menang di Polda
Korupsi Dana Desa

Hukum

Sempat Buron, Tersangka Korupsi Dana Desa di HSU Ditangkap di Barsel
apahabar.com

Kalsel

Mabuk dan Bawa Sajam, Remaja Tembus Mantuil Diberi Tembakan Peringatan
apahabar.com

Kalsel

LSM Minta Anggota DPRD Tala Terpilih Tunaikan Janji Kampanye
apahabar.com

Kalsel

Polisi Belum Pecahkan Misteri Temuan Mayat Orok di Sungai Martapura
apahabar.com

Kalsel

Menjaga Wilayah Maritim Kotabaru Dari Ancaman
apahabar.com

Kalsel

Eksistensi Bahasa dan Sastra Banjar yang Terancam di Era Milenial
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini Puluhan Pengendara Terjaring Razia di Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com