Hitungan Hari, Kasus Covid-19 di Banjarmasin Diprediksi Tembus 300 Kasus PSBB Berakhir Esok, Banjarbaru Siap Menuju ‘New Normal’ via PKM Banjarmasin ‘New Normal’: Wali Kota Tunggu Pusat , Pakar Tak Sepakat Puncak Covid-19 di Kalsel, Jutaan Warga Diprediksi Terjangkit Tambah Satu Lagi, Balita di Kotabaru Positif Covid-19




Home Kalsel

Selasa, 15 Oktober 2019 - 16:26 WIB

DAK Pemko Banjarmasin Tak Maksimal, Herman Sebut Batola dan Tanbu Lebih Baik

Triaji Nazulmi - Apahabar.com

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Dana Alokasi Khusus (DAK) yang berasal dari Pemerintah Pusat untuk Pemko Banjarmasin, hingga kini belum digunakan secara maksimal.

Berdasar data, DAK Pemko Banjarmasin sebesar Rp 206 miliar. Terdiri dari DAK fisik Rp 67 miliar dan DAK non fisik Rp 138 miliar.

Penyerapan dana sebesar itu efektifnya hanya tersisa dua bulan. Sesampai dibahas pada 30 November, pembahasan APBD 2020.

“Mudahan-mudahan resapan DAK baik fisik dan non fisik bisa selesai tepat waktu. Sampai sekarang resapan DAK hanya 70 persen,” terang Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah di Balai Kota pada Selasa (15/10).

Harapan Herman itu menyikapi agar DAK yang disalurkan Pemerintah Pusat tidak terganggu dengan segala hal apapun.

Baca juga :  Bagikan Ratusan Sembako, Ketua DPC Demokrat Tala Imbau Masyarakat Ikuti Aturan Pemerintah

Sesekali juga supaya angka DAK yang dialokasikan tidak mengalami kekurangan.

Malahan diharapkan dana DAK Banjarmasin meningkat dari sebelumnya.

Kondisi tersebut bisa digapai dengan syarat resapan anggaran DAK tercapai maksimal.

Sebab jika tak diserap tepat waktu, DAK akan dikembalikan kekas pemerintah.

“Itu yang kita khawatirkan, makanya kita harapkan rapat ini berlanjut lagi dengan hadirnya SKPD lain agar resapan anggaran bisa tercapai,” ujar mantan anggota DPRD Kalsel ini.

Namun kenyataan yang diterima jajaran Ibnu Sina dan Hermansyah tidak sesuai harapan Pemko.

Herman bahkan menilai DAK yang diterima Pemko hampir sama setiap tahunnya. Sesekali menurun, tetapi tidak menaik.

Baca juga :  Tak Mau Berulah Lagi, Napi Asimilasi di Tanbu Ditawari Kerja

“Kita memantau saja, sebagai ibu kota provinsi akibat penyerapan DAK kacau bisa menganggu struktur keuangan lainnya,” ujarnya.

Herman juga mengakui kecemburuan dengan daerah lainnya seperti Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).

Kawasan yang hanya seumur jagung tersebut bisa meningkatkan DAK dan PAD. Jauh dibandingkan Kota Banjarmasin yang berusia 493 tahun.

“Contoh Barito Kuala dan Tanbu bisa terealisasi dengan baik,”pungkasnya.

Baca Juga: Pemprov Kalsel Launching Dokumen Rencana Aksi Daerah

Baca Juga: Demi Dampingi Paman Birin, Bupati HSU Abdul Wahid Siap Mundur

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pasar Terapung Lok Baintan, Wisata Banjar Bahari yang Masih Lestari
apahabar.com

Kalsel

Pemko Banjarmasin Bagi-Bagi 493 Paket Sembako
apahabar.com

Kalsel

Dorr !! Penyabung Ayam di Sungai Ulin Banjarbaru Kocar-Kacir
apahabar.com

Kalsel

Hendak Tawuran, Polisi Amankan Pemuda Bersajam di Lingkar Dalam
apahabar.com

Kalsel

Disdukcapil Banjarbaru Musnahkan Ribuan KTP
apahabar.com

Kalsel

Hari Waisak di Banjarmasin Digelar Online
apahabar.com

Kalsel

Limbah Oli di Sungai Martapura Pusingkan Pemkot Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Sambangi DPRD Kalsel, Wawali ‘Reuni’ dengan Staf