Resmi, Pekapuran Raya-Pemurus Dalam Zona Hitam Covid-19! H2 Juli, Kalsel Tambah Ratusan Kasus Baru Covid-19 Hore! Listrik Gratis Diperpanjang hingga September Tak Punya Izin, Pemkot Banjarmasin Kembalikan Rp 200 Juta ke Pengusaha Advertising Positif Corona, Belasan Karyawan RSUD Banjarmasin Terpaksa Diistirahatkan




Home Kalsel

Minggu, 13 Oktober 2019 - 12:25 WIB

Dampak Pertambangan, Air Sungai Satui Tak Layak Konsumsi

Uploader - Apahabar.com

Sejumlah pejabat saat meninjau Sungai Satui beberapa waktu lalu.Foto-istimewa

Sejumlah pejabat saat meninjau Sungai Satui beberapa waktu lalu.Foto-istimewa

apahabar.com, BATULICIN – Setelah dipastikan tercemar, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Bumbu meminta masyarakat untuk tidak mengonsumsi air Sungai Satui.

“Air Sungai Satui tercemar dan tidak layak untuk dikonsumsi masyarakat,” ungkap Kepala DLH Tanah Bumbu, Rahmat Prapto Udoyo, kepada apahabar.com, Minggu (13/10).

Ia menyebutkan tercemarnya air tersebut akibat adanya aliran air di jalan hauling PT. Wahana Bharatama Mining yang jebol dan masuk ke Sungai Satui. Tak hanya itu, tercemarnya Sungai Satui juga karena disebabkan oleh sejumlah aktivitas pertambangan dari sejumlah perusahaan lainnya.

Baca juga :  Dapat Penghargaan di Hari Bhayangkara, Nurdin Terus Bergerak Bantu Warga di Tala

“Aliran air tersebut sudah ditutup oleh Wahana, tetapi tidak menutup kemungkinan akan kembali jebol karena itu memang merupakan aliran air,” sebut Rahmat.

Kepastian pencemaran itu berdasarkan dari pengujian dari DLH Tanah Bumbu beberapa waktu lalu. Terkait hal tersebut, kata Rahmat, pihaknya sudah mengirimkan surat ke DLH Provinsi Kalsel dan Dinas ESDM Provinsi Kalsel.

“Untuk DLH Provinsi kami memohonkan review pengelolaan lingkungan di daerah tersebut karena berbatasan dengan dua kabupaten. Sedangkan surat ke Dinas ESDM kami minta agar mereka melihat kembali aktifitas tambang-tambang di sana,” jelasnya.

Baca juga :  Dilaporkan, Mantan Kasat Pol PP Banjarmasin Siap Dipanggil

Seperti diwartakan apahabar.com, pada Senin, 7 Oktober 2019, masyarakat sempat dihebohkan dengan berubahnya warna Sungai Satui menjadi hijau pekat. Ikan-ikan pun banyak yang mati.

Setelah dilakukan penelusuran, DLH Tanah Bumbu menyimpulkan masalah itu muncul akibat dampak pertambangan dari sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu dan Tanah Laut.

Baca Juga: 3 Jembatan Banyiur Dalam Rampung, Intip Pesan Ibnu Sina

Baca Juga: Sambut Penilaian Desa Wisata, Warga Desa Tiwingan ‘Perangi’ Sampah

Reporter: Ahc21
Editor: Puja Mandela

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Potret Warga Miskin di Balangan, Dewan Desak Pemkab Turun ke Lapangan
apahabar.com

Kalsel

Sebelum Bepergian, Intip Perkiraan Cuaca Kalsel Hari ini
apahabar.com

Kalsel

Mengantongi Buku Nikah, Pasangan Gaek Ini Semringah
apahabar.com

Kalsel

Polres Banjarbaru Tingkatkan Patroli Pencegahan Karhutla
apahabar.com

Kalsel

Tahapan Pilwali Banjarmasin Resmi Dibuka
apahabar.com

Kalsel

Pemko Banjarmasin Kini Resmi Kuasai Lahan Kementerian Pertanian di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Pilbup HST: Kuda Hitam Tunjukkan Eksistensi, Berry Jalin Komunikasi
apahabar.com

Kalsel

Bawa Replika Keranda dan Mayat, Mahasiswa Geruduk Mapolres Banjarbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com