Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Derita Fatimah Warga Pelambuan Merawat Dua Putranya Alami Disabilitas

- Apahabar.com Kamis, 10 Oktober 2019 - 19:23 WIB

Derita Fatimah Warga Pelambuan Merawat Dua Putranya Alami Disabilitas

Dinsos Banjarmasin mengunjungi Fatimah yang terlihat sedang menggendong Nizam usia 6 bulan tanpa lubang anus.Foto- apahabar.com / Ahya Firmansyah

apahabar.com, BANJARMASIN – Siapa yang tak ingin memiliki anak sehat sempurna. Namun, keinginan itu tak semuanya dapat terwujud.

Seperti dialami Fatimah (42) warga Kelurahan Pelambuan, Banjarmasin Barat. Di rumahnya Gang Rahayu III, No 69, RT 09 RW 01 ini harus merawat dua putranya yang mengalami disabilitas.

Yakni, Muhammad Nizar Azhari (5) dan adik, Muhammad Nizam Adnan berumur 6 bulan.

Jika Nizar menderita lumpuh layu atau kelainan genetik sehingga perkembangan tubuh sang anak tidak seperti balita lainnya, maka Nizam tidak memiliki lubang anus.

“Yang kakak baru ketahuan menderita lumpuh layu diumurnya satu tahun lebih. Anaknya aktif saja. Ceria seperti bayi pada umumnya,” cerita Fatimah saat ditemui apahabar.com di kediamannya, Kamis (10/10).

Tetapi, diumur Nizar yang beranjak 2 tahun, tiba-tiba ada sakit dan diperiksa ke dokter.

“Ternyata dokter waktu itu memvonis kelainan gen. Sehingga pertumbuhannya terganggu,” ungkap Fatimah.

Lain lagi sang adik Nizam. Dia terlahir tanpa anus, membuat orang tua kedua anak ini pun bersedih. Karena harus mendapati anak yang susah buang air besar.

“Kalau yang adik sudah dioperasi. Waktu itu oleh dokter dioperasi dan ususnya dikeluarkan untuk saluran pembuangan,” terang Fatimah.

“(Namun) Dokter menyarankan umur satu tahun baru dioperasi. Tapi dananya kami tidak punya. Karena kemarin berbenturan dengan kondisi sang kakak yang juga sakit,” ungkap Fatimah.

Untuk menghidupi keluarga, terang Fatimah, hanya mengharapkan gaji suaminya yang bekerja sebagai tukang las.

Untuk saat ini, mereka termasuk salah satu keluarga yang masuk pendataan dari Dinas Sosial Banjarmasin. Ia pun berharap mendapat bantuan untuk pengobatan keduanya.

“Kami memang sering memeriksakan kondisi keduanya. Ada kemungkinan yang kakak, si Nizar bakal lumpuh bila memasuki usia dewasa,” tandasnya.

Baca Juga: Rizki, Bocah Tanpa Anus Terancam Gagal Dioperasi

Baca Juga: HUT ke-69 Polairud, Satpolair Polresta Banjarmasin Gelar Bakti Sosial

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

ASN

Kalsel

Dikejar Polisi, ASN Buang Sabu dari Jendela Mobil di Banjarmasin
Alquran

Kalsel

Masyaallah, Alquran Tak Ludes Saat Kebakaran di Alalak Tengah Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Resmi, DPP Golkar Usung Pasangan ANIS di Pilkada Balangan
apahabar.com

Kalsel

Nasib Buaya Ompong Setelah Ditangkap Warga di Sebamban
apahabar.com

Kalsel

Penderita HIV/AIDS hingga 2018 di HST 67 Kasus
apahabar.com

Kalsel

Ups, Kakek di Banjarbaru Juga Ikutan Nikah di Tanggal Cantik 02-02-2020
Ibnu Sina Promosikan Aplikasi Tracking Covid-19

Kalsel

Ibnu Sina Promosikan Aplikasi Tracking Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Plt Ketum PPP Tiba di Kalsel, Orientasi Calon Anggota DPRD Terpilih
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com