Geger Buaya Pemangsa Petambak di Kotabaru Muncul ke Permukaan Happy Wedding! Plt Gubernur Kalsel Resmi Nikahi Pramugari KH Miftachul Achyar Terpilih Jadi Ketua Umum MUI, Gantikan Ma’ruf Amin Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya

Di Era Modern, Karya Sastra Dituntut Merepresentasikan Kejadian Kini

- Apahabar.com Minggu, 6 Oktober 2019 - 15:35 WIB

Di Era Modern, Karya Sastra Dituntut Merepresentasikan Kejadian Kini

Warih Wisatsana dalam acara Timbang Pandang Cipta Puisi dan Alih Kreasi Lintas Media, Minggu (6/10). Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Karya sastra seharusnya bisa menjadi cerminan zaman sekarang. Representasi keadaan mewakili masyarakat terhadap apa yang terjadi.

Untuk mewujudkan mimpi itu, karya sastra seperti novel, cerpen dan puisi di era kekinian ditampilkan dengan medium berbeda melalui audio visual.

Penyair, Warih Wisatsana menyebut di era ini masyarakat tidak bisa dilepaskan dari teknologi digital. Sehingga menikmati karya sastra turut dipengaruhi.

“Misalnya bagaimana smartphone mengubah cara pandang, persepsi kita tentang nilai, tentang tata kehidupan dan seterusnya,” ujar pria kelahiran Cimahi, Jawa Barat ini dalam Timbang Pandang Cipta Puisi dan Alih Kreasi Lintas Media, Minggu (6/10).

Menurutnya dengan teknologi yang canggih, dengan seketika bisa disaksikan dari belahan bumi manapun.

Perubahan dinamika masyarakat termasuk kecanggihan teknologi patut direspon sastrawan termasuk dalam berkarya melalui medium yang ada.

“Tentu era sekarang berbeda dengan era nya Chairil Anwar, nah tugas penyair saya kira memaknai kejadian-kejadian hari ini,” harapnya.

Baginya di era kecanggihan teknologi justru memudahkan sastrawan menyampaikan karyanya kepada generasi millenial yang terbiasa dengan Smartphone, tentu saja dengan alih kreasi dan media.

Warih menuturkan karya sastra harus memiliki makna tentang kehidupan dan kemanusiaan di tengah tsunami informasi, yang kadang menjadikan orang kebingungan untuk memahami kenyataan hidup.

“Nah karya sastra baik puisi,cerpen, novel, karya-karya kontempelasi bertugas untuk mendekatkan kita tentang makna kehidupan,” ucap dia.

Ditempat yang sama, Kreator Multimedia Vanesa Martida mengakui terjadi perdebatan di kalangan pegiat sastra tentang memvisualisasi karya sastra. Sebab dianggap malah mendistorsi makna yang ingin disampaikan penulis.

Vanesa punya alasan khusus sastra dikreasiakan melalui medium audio visual karena mempopulerkan karya sastra kepada kelompok millenial dan publik yang lebih luas.

“Oleh karena itu alih kreasi dan alih media sastra lintas media menjadi penting agar diakses dan dipahami oleh orang dengan lebih banyak kalangan,” kata Vanesa.

Ia berpendapat kreator memiliki kemerdekaan memanai dan menafsirkan karya sastra melalui medium audio visual.

“Justru tantangannya adalah kepada pembaca,penikmat ataupun penonton untuk lebih kritis lagi,” tuturnya.

Sebab sebuah karya sastra memiliki nilai multi text dan multi dimensi, sehingga sah-sah saja menurut saya karya sastra dialihkan mediumnya, tinggal publik saja menilainya.

Baca Juga: SKKT Banjarmasin Utara Resmi Jadi Sentra Anyaman Purun

Baca Juga: BPBD Kalsel Monitor Desa Tangguh Bencana di HSS

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pohon Tumbang, Jalan Achmad Yani Tersendat
apahabar.com

Kalsel

Diserang Netizen Lantaran Langgar Prokes, Siaran IG Dihapus, Kadinkes Banjarmasin Minta Maaf
apahabar.com

Kalsel

Berstatus Tersangka, Renaldi dan Koordinator BEM se Kalsel Tetap Pimpin Aksi Tolak UU Ciptaker Jilid IV
apahabar.com

Kalsel

Pimpin Apel Gelar Pasukan Penegakan Prokes di Tapin, Pjs Wali Kota Banjarbaru Sampaikan Pesan
apahabar.com

Kalsel

Aliran Listrik Kalselteng Kembali Normal
apahabar.com

Kalsel

Positif Covid-19, 15 Tenaga Medis Puskesmas di Kabupaten Banjar Diistirahatkan
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran Kotabaru, ASN Pemkot Banjarmasin Galang Dana
apahabar.com

Kalsel

Tagih Piutang Pedagang Miliaran Rupiah, Disperindag Tabalong Kalsel Gandeng Kejari
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com