Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

Diduga Depresi, IRT Penumpang KM Lawit Nekad Cebur Ke Laut

- Apahabar.com Kamis, 31 Oktober 2019 - 20:54 WIB

Diduga Depresi, IRT Penumpang KM Lawit Nekad Cebur Ke Laut

Satpol Air Polres Kobar saat melakukan pertolongan kepada korban. Foto-Satpol Air Polres Kobar for apahabar.com

apahabar.com PANGKALAN BUN – Seorang ibu rumah tangga (IRT) nekad menceburkan diri ke laut dari KM Lawit tujuan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang di perairan Kumas, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kamis (31/10). IRT itu diketahui bernama Masanah asal Indramayu, Jawa Barat.

Kapolres Kobar AKBP Arie Sandy ZS, SIK MSI melalui Kasat Pol Air Polres Kobar Iptu Herbet Simanjuntak SH mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Kamis sore sekitar pukul 15.15 WIB.

“KM Lawit bertolak dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada Pukul 15.00 Wib. KM Lawit membawa penumpang 150 Jiwa. Pada saat mendekati PLTU Kumai, tiba-tiba korban terjun dari kapal,” kata Herbet, kepada apahabar.com melalui telepon selulernya, Kamis malam.

Setelah diketahui ada salah satu penumpang yang loncat lanjut Herbet, kapal pun langsung lego jangkar. Kemudian melakukan pertolongan. Kebetulan juga saat itu lewat Kapal Parawista. Pertolongan juga di bantu oleh Sat Pol Air Polres Kobar.

“Setelah kami berhasil melakukan pertolongan, korban lalu kami bawa kembali Ketas KM Lawit, untuk mendapat perawat. Kemudian kapal pun melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang,’ ucap Herbet Simanjuntak.

Beruntung, nyawa warga RW 004, RT 006, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara tersebut bisa terselamatkan.

Menurut Herbet, diduga Masanah mengalami depresi. Seharusnya dia berangkat ke Semarang itu pada 30 Oktober 2019, namun karena merasa seperti akan ada yang membunuhnya lalu ditunda. Dia pun baru berangkat pada tanggal 31 Oktober dengan KM Lawit.

“Masanah ini seperti berhalusinasi. Dia merasa seperti ada yang akan membunuhnya. Sehingga begitu sampai di atas kapal, dia pun nekad melompatkan diri dari atas kapal ke laut,” terang Herbet setelah mengorek keterangan dari korban saat sudah siuman.

Reporter: AHC16
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Barito Utara Kembali Jadi Penyumbang Terbanyak Covid-19 di Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Palangka Raya Tidak Perpanjang PSBB
apahabar.com

Kalteng

Duh, 11 Kabupaten/Kota di Kalteng Masuk Zona Merah
apahabar.com

Kalteng

Wiyatno Direkomendasikan Jabat Ketua DPRD Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Hebat, Dua Siswi Palangka Raya Juara Dunia Penyembuh Kanker Payudara
apahabar.com

Kalteng

Perahu Dihantam Gelombang, Nelayan Dikabarkan Hilang 
apahabar.com

Kalteng

Hebat, SMPN 1 Kapuas Murung Panen Padi
apahabar.com

Kalteng

Ke Kalteng, Menhub Bahas Pengembangan Transportasi Food Estate
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com