Tangkap Bupati Nganjuk, KPK Sita Tumpukan Duit Rp 50-100 Ribu Motor Vs Motor di Paharuangan Kandangan, Pemuda Simpur Tewas Seketika Jelang Imsak, Jago Merah Ngamuk di Ratu Zaleha Banjarmasin Duduk Perkara Viral Pria Bersajam Ngamuk di Nagasari Banjarmasin hingga Bergumul dengan Polisi Gunung Sinabung Kembali Luncurkan Awan Panas Setinggi 500 Meter

E-Tilang, Solusi Hilangkan Stigma Negatif Polisi

- Apahabar.com Kamis, 31 Oktober 2019 - 19:07 WIB

E-Tilang, Solusi Hilangkan Stigma Negatif Polisi

Pengendara roda dua terjaring razia Operasi Patuh Intan 2019, di Jalan A Yani KM 6 Banjarmasin. Foto – apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARMASIN – Kasat Lantas Polresta Banjarmasin, Kompol Wibowo mengatakan dengan adanya E-Tilang dapat menjadi satu cara efektif dalam menghilangkan stigma negatif masyarakat kepada polisi.

“Asumsinya kan selama ini kalau ditilang uangnya dikasihkan ke polisi, melalui E-tilang akan mengurangi sentuhan antara pelanggar dan petugas,” kata Kompol Wibowo saat ditemui apahabar.com di halaman TVRI, Kamis (31/10).

Setiap pelanggar yang ditindak kata dia, akan mendapatkan verifikasi nomor yang dapat dibayar melalui ATM ataupun Bank. Sehingga di antara petugas dan pelanggar tidak ada transaksi lain kecuali urusan administrasi pelanggaran.

“Kita ingin hapus stigma itu, sehingga mereka tahu sendiri di mana masalahnya. Dengan bayar langsung mereka akan tahu jumlah yang dibayar,” terangnya.

Setelah pelanggar melakukan pembayaran denda, struk bukti tadi diserahkan dan akan dilampirkan oleh pihaknya kepada kejaksaan. Dengan cara ini menurut Wibowo menjadi lebih efisien dan transparan.

Operasi patuh intan ujarnya digelar secara situasional. Artinya, kegiatan bisa saja dilakukan di tempat maupun waktu yang berbeda setiap harinya. Bahkan kata Wibowo, pihaknya juga menyasar pada jam-jam yang tidak ramai seperti malam hari.

“Harapan kita dengan menjaring sebanyak-banyaknya ini, dapat menekan angka kecelakaan,” tuturnya.

Dalam sehari, Sat Lantas Polresta Banjarmasin dapat menjaring ratusan pelanggar. Angka ini kata dia terus meningkat, sebab fokus penilangan pada pengendara roda dua.

“Rata-rata 300-400 pelanggaran. Dominasinya masih seputar administrasi seperti lupa membawa SIM atau STNK,” sebutnya.

Baca Juga: Sepekan, Puluhan Pengendara Terjaring di Banjarmasin Timur

Baca Juga: Sepekan Zebra Intan, Tilang di Batola Naik 200 Persen

Reporter: Musnita Sari
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Cuncung-Alpi Diyakini Mampu Wujudkan Pemerataan Pembangunan Tanah Bumbu
Banjarmasin Mesum

Kalsel

POPULER SEPEKAN: Polisi Tewas Tenggelam di Sungai Martapura, hingga 2 Kasus Kriminalitas di Hulu Sungai
apahabar.com

Kalsel

HST Menuju Kabupaten Layak Anak
PLN

Kalsel

Jelang Pilkada dan Libur Akhir Tahun, PLN Perkuat Keandalan Listrik
apahabar.com

Kalsel

Minim Tempat, Depo Arsip Belum Miliki Ruang Galeri Foto
apahabar.com

Kalsel

Terbesar Sepanjang Sejarah, Dispersip Kalsel Musnahkan Puluhan Ribu Arsip
apahabar.com

Kalsel

Unjuk Rasa di Rumah Banjar, Massa Nyinyiri Penanganan Covid-19 di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com