Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala Alasan FM, Oknum ASN Banjarbaru Tuduh Polisi Provokator Demo Omnibus Law

Ekonomi Digital Jadi Senjata Tarik Investor Asing ke Indonesia

- Apahabar.com Minggu, 13 Oktober 2019 - 12:18 WIB

Ekonomi Digital Jadi Senjata Tarik Investor Asing ke Indonesia

Ilustrasi ekonomi digital. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Ekonomi digital terus berkembang, termasuk di Tanah Air. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara melihat peluang ini bisa digunakan untuk memancing investor asing agar mau menanamkan modalnya di Indonesia.

Dia menyampaikan, laporan menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia setiap tahunnya terus upgrade. Itu turut mendongkrak keyakinan dari para investor, baik lokal maupun internasional, untuk mau berinvestasi di pasar dalam negeri di tengah situasi perekonomian global yang tidak menentu.

“Ekonomi Indonesia ini dan dunia secara umum itu mulai kontraksi. Karena pertumbuhannya diproyeksikan tidak mencapai sesuai yang diharapkan dari semula,” seru dia di Jakarta, Minggu (13/10).

“Justru ekonomi digital yang kita dorong untuk kemudahan investasi. Confidence dari investor internasional terutama itu meningkat di ekonomi digital. Despite kita secara ekonomi keseluruhan masuk ke era kontraksi,” sambungnya.

Rudiantara juga turut senang dengan pencapaian 5 startup lokal yang kini telah berstatus sebagai unicorn, yakni Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, Ovo, dan Gojek.

Dia lantas berharap, bakal ada perusahaan startup lainnya yang memiliki nilai valuasi diatas USD 1 miliar pada akhir tahun nanti.

“Artinya proyeksi yang dibuat dulu oleh pemerintah beserta teman-teman ekosistem untuk 5 unicorn Alhamdulillah sudah tercapai. Harapannya akhir tahun nambah lagi. Bahkan bonusnya sudah ada decacorn satu (Gojek),” ujar dia.

Keberhasilan lima perusahaan itu disebutnya terbantu oleh peran serta investor, yang menilai pasar persaingan startup di Indonesia berjalan kondusif serta punya potensi besar.

“Mereka merasa bahwa ekosistemnya sangat kondusif, sangat menunjang. Kemudian juga kompetisinya bagus. Pasar Indonesia dengan 270 juta masyarakat tidak bisa dilayani sepenuhnya hanya oleh segelintir atau sedikit sistem pembayaran yang ada sekarang,” tuturnya.

Baca Juga: 8 Orang yang Bakal Jadi Triliuner Masa Depan, Berikut Daftarnya

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Kalsel Inisiasi Lahirnya Aplikasi Online Penampung UMKM

Sumber: Liputan6.com
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Mulai 2019, WhatsApp Setop Update untuk Ponsel Ini
apahabar.com

Ekbis

Gaya Hidup Milenial Bukan Alasan Sektor Ritel Lesu
apahabar.com

Ekbis

Simpan Data Sensitif, Microsoft Terancam Kena Sanksi
apahabar.com

Ekbis

Bank Kalsel Siap Bersaing di Era Revolusi Industri 4.0

Ekbis

Diskriminasi Sawit Indonesia, Hipmi Dukung Jokowi Protes Eropa
apahabar.com

Ekbis

April 2020, Pasar Mobil Indonesia Anjlok 90,6 Persen
apahabar.com

Ekbis

Ada Sentimen Global, Rupiah Berpeluang Menguat
apahabar.com

Ekbis

New Agya Tampil Lebih Modern, Jawab Kebutuhan Anak Muda
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com