Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah Pembelajaran Tatap Muka SMP di Banjarmasin Siap Dibuka, Catat Bulannya VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat

Gerindra Masuk Kabinet, Jokowi Ingin Demokrasi Gotong Royong

- Apahabar.com Jumat, 25 Oktober 2019 - 06:30 WIB

Gerindra Masuk Kabinet, Jokowi Ingin Demokrasi Gotong Royong

Presiden Joko Widodo saat diskusi bersama wartawan di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (24/10). Foto–Antara/DescaLidya Natalia

apahabar.com, JAKARTA – Mewujudkan demokrasi gotong royong, itulah ungkapan alasan Presiden JokoWidodo (Jokowi) melibatkan Partai Gerindra dalam Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.

“Ya kita ini ingin membangun sebuah demokrasi gotong royong, jadi perlu saya sampaikan Indonesia ini tidak ada oposisi seperti di negara lain, demokrasi kita adalah demokrasi gotong royong,” kata Presiden Joko Widodo saat diskusi bersama wartawan di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (24/10).

Ada dua orang dari Partai Gerindra yang masuk dalam kabinet kepemimpinan Presiden Jokowi yaitu Menteri Pertahanan dijabat Ketua Umum Partai GerindraPrabowo Subianto dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) dijabat Wakil Ketua Umum Partai GerindraEdhyPrabowo.

Prabowo Subianto bahkan menjadi kompetitorJokowi pada pemilihan presiden (pilpres) 2019 lalu.

“Kalau (Gerindra masuk kabinet) itu baik untuk negara, baik untuk bangsa, kenapa tidak? Dan memang sistem presidensial yang kita miliki ini tidak seperti di luar yah, hanya ada dua partai besar, ini tidak. Meski hanya ada dua partai yang berkompetisi tetapi partainya banyak dan menuju sebuah proses demokrasi dalam bernegara ke depan,” jelas Presiden.

Mengikutsertakan Gerindra masuk dalam pemerintahan menurut Presiden dapat mematangkan demokrasi Indonesia.

“Saya kira proses-proses kematangan, proses berdemokrasi semuanya dalam proses, tetapi saya melihat itu menuju sebuah koridor yang semakin baik ke depan,” tambah Presiden.

Namun Presiden Jokowi tidak menjelaskan alasan khusus mengapa ia menempatkan Prabowo di kursi menteri pertahanan.

“Ya memang pengalaman beliau (Prabowo) kok, pengalaman besar beliau ada di situ (menteri pertahanan),” ungkap Presiden.

Langkah Presiden Jokowi memasukkan Prabowo Subianto dinilai mengejutkan oleh sejumlah pengamat. Jokowi dan Prabowo bersaing ketat dua kali dalam pemilihan presiden 2014 dan 2019 dan hasil kedua Pilpres ini digugat sampai Mahkamah Konsitusi dan hasilnya tetap memenangkan Presiden Jokowi.

Baca Juga: Sertijab Menhan, Prabowo Ditemani Hasyim dan Kakak-Kakaknya

Baca Juga: Hipmi: Tugas Berat Bahlil Kalahkan Investasi Vietnam

Baca Juga: Melihat Sepak Terjang Idham Azis yang Ditunjuk Jadi Kapolri  

Baca Juga: Nadiem Ungkap 3 Alasan Penunjukannya sebagai Mendikbud

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tol Layang Pertama di Makassar Rampung Juni 2020
Jadi Ibu Kota, Dana Perbaikan Jalan Penajam Capai Ratusan Miliar

Nasional

Jadi Ibu Kota, Dana Perbaikan Jalan Penajam Capai Ratusan Miliar
apahabar.com

Nasional

Mengaku Dirampok, Turis Inggris Jadi Gelandangan
apahabar.com

Nasional

Pesawat Cargo Trigana Tergelincir di Bandara Sentani
apahabar.com

Nasional

Megawati Minta Kader PDI Perjuangan Hormati Kedatangan Prabowo
apahabar.com

Nasional

Ketum PSI Ajak Warga Makan Babi Usai Pemilu Hoaks
apahabar.com

Nasional

Bupati Sidoarjo Terjaring OTT KPK
apahabar.com

Nasional

PUPR Bakal Optimalisasi Lahan Bukan Gambut di Kalteng
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com