apahabar.com
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menerima penghargaan dari Kepala Perpustakaan Nasional RI. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor menerima penghargaan Nugra Jasadharma Pustaloka dari Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Penghargaan ini diterima atas dedikasi dan sumbangsihnya dalam pengembangan perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca di Indonesia.

“Terima kasih pemerintah pusat telah menghargai apa yang sudah kita kerjakan dan kita tidak berhenti sampai di situ. Karena yang namanya ilmu, gudangnya adalah perpustakaan.

Penghargaan itu ujarnya tak luput atas kerja keras masyarakat dan para pegiat dalam hal ini adalah Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kalsel. Karenanya, dia berjanji akan terus mengembangkan dan mempertajam seluruh kebutuhan masyarakat.

“Kita akan terus kembangkan, terutama dalam rangka mencoba menyerap aspirasi masyarakat dan daerah-daerah yang butuh peningkatan sumber daya manusia,” kata Sahbirin usai membuka secara resmi Rapat koordinasi pengembangan perpustakaan se Kalsel tahun 2019, di Hotel rattan In 9-10 oktober 2019.

Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando menyampaikan, penghargaan Nugra Jasadharma Pustaloka ini mengacu pada Undang-undang Perpustakaan Nomor 43 tahun 2007.

Disebutkan bahwa pemerintah pusat dan daerah memberikan penghargaan kepada masyarakat yang berhasil melakukan gerakan pembudayaan gemar membaca. Dalam hal ini baik posisinya adalah Gubernur, Bupati, Walikota ataupun masyarakat umum.
“Mereka yang punya kebijakan, punya aktivitas dan secara nyata betul-betul ingin mengembangkan perpustakaan dengan baik,” paparnya

Program ini juga mendukung visi dan misi Presiden Joko Widodo tentang manusia unggul Indonesia maju. Dia memaparkan, Gubernur yang akrab disapa paman Birin ini konsisten dalam meningkatkan anggaran Dispersip Kalsel.

“Kegiatan perpustakaan dilakukan setiap hari dari satu tempat ke tempat lain. Lalu juga mendatangkan narasumber dari berbagai daerah,” katanya

Paman Birin ujarnya memiliki kebijakan terkait dengan pembudayaan kegemaran membaca. Ada tiga komponen utama yang disepakati dengan Kementerian Dalam Negeri yaitu pengembangan perpustakaan, meliputi kelembagaan sumber daya manusia, sarana prasarana SDM dan anggaran.

“Dari arahan pak Gubernur, dimulai dari keluarga dan orang tua. Kita bisa terinspirasi bahwa jangan hanya berpikir mewariskan harta tetapi kita juga berpikir tentang mewariskan ilmu,” imbuhnya

Baca Juga: Tragis! Sakit Hati Dicerai, Pria di HSU Ini Bacok Suami Mantan Istri 

Baca Juga: Terkuak, Alasan Ayah di Banjarbaru Tega Jadikan Putrinya Budak Seks

Baca Juga: Lawan Hoaks Imunisasi, Dinkes Batola Minta Komitmen Lintas Sektor

Baca Juga: Asing dengan Obat Ranitidin? Ini Penjelasan Ketua IDI Kalsel

Reporter: Musnita Sari
Editor: Syarif