Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Habib Hussein: Jemaah Paham Radikal di Tanbu Hampir Seribu Orang

- Apahabar.com Jumat, 18 Oktober 2019 - 16:25 WIB

Habib Hussein: Jemaah Paham Radikal di Tanbu Hampir Seribu Orang

Pengasuh Majelis Taklim Al Khairaat Tanah Bumbu, Habib Hussein Al Jufri, saat menjadi nara sumber pada diskusi kebangsaan di Mapolres Tanah Bumbu. Foto-apahabar.com/Ahc21

apahabar.com, BATULICIN – Pergerakan paham radikalisme sekarang ini sudah ada di beberapa kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).

“Setidaknya ada 4 kecamatan di Tanbu yang sudah dimasuki ajaran paham radikal, yakni Kecamatan Satui, Angsana, Kusan Hilir dan Batulicin,” ujar Habib Hussein Al Jufri.

Pengasuh Majelis Taklim Al Khairaat Tanbu ini menyebutkan jemaah penganut paham radikal yang aktif berkisar hampir seribu orang.

“Sudah hampir seribu orang yang aktif. Kalau ditambah dengan yang tidak aktif sudah seribuan,” jelasnya dihadapan awak media saat diwawancara usai acara diskusi kebangsaan di Mapolres Tanbu,Kamis (17/10).

Habib menerangkan upaya pergerakan yang mereka lakukan untuk memecah umat diantaranya menyalahkan kebiasaan kaum muslimin pada umumnya, seperti kebiasaan melakukan ziarah kubur, tahlilan, serta haulan yang sudah menjadi adat di kalimantan.

“Apa yang menjadi adat keyakinan orang selalu mereka salahkan dan secara otomatis akan membuat suatu perpecahan di dalam tubuh kaum muslimin yang sebelumnya tidak ada perpecahan,” ujarnya.

Hal seperti ini, kata Habib, apabila didiamkan terus menerus dikhawatirkan akan semakin besar dan sama saja dengan memecah masyarakat.

“Kita imbau kepada masyarakat, kalau misalkan ada pengajian yang tertutup, yang banyak tidak disukai orang dikarenakan ajarannya yang berbeda, kalau bisa tidak usah dihadiri dan jangan diikuti,” tegasnya.

Baca Juga: Radikalisme Muncul karena Fanatisme Berlebihan

Baca Juga: Habib Hussein : Paham Radikal Tak Menghargai Perbedaan

Reporter: Ahc21
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Debat Pertama: SHM-MAR Beber Segudang Strategi Majukan Pertanian Tanah Bumbu
Sambut Tamu VVIP Haul Guru Sekumpul, Pengamanan Diperketat

Kalsel

Sambut Tamu VVIP Haul Guru Sekumpul, Pengamanan Diperketat
apahabar.com

Kalsel

Duh, Pekapuran Raya Hampir Zona Hitam Covid-19

Kalsel

Anak Berbobot 125 Kilogram Asal Kuringkit Kembali Muntah-Muntah
apahabar.com

Kalsel

Perkara Bangkai Baliho, Polresta Banjarmasin Surati Pemkot
apahabar.com

Kalsel

Prihatin Warga Terdampak Covid-19, 2 Agen LPG di Kotabaru Bagikan 200 Paket Beras
Niat Antar Makanan ke Suami, Wanita 60 Tahun di Mataraman Ditemukan Tak Bernyawa

Kalsel

Niat Antar Makanan ke Suami, Wanita 60 Tahun di Mataraman Ditemukan Tak Bernyawa
apahabar.com

Kalsel

Aktif Cegah Sebaran Covid-19, Polsek Banjarbaru Timur ‘Kejar’ Warga Tak pakai Masker
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com