apahabar.com
Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor saat menghadiri rapat koordinasi kepala daerah se-Kalsel tahun 2019. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor menyoroti pentingnya penanganan banjir menjelang tibanya musim penghujan dan penanganan masalah anak yang akhir-akhir ini mulai mencuat ke permukaan.

Paman Birin mengungkapkan hal itu pada Rakor Kepala Daerah Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2019 di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Rabu (10/10) siang.

“Sebentar lagi memasuki musim hujan dan masalah yang akan timbul adalah banjir. Nah baiknya kita akan memulai bersama untuk mempetakan wilayah-wilayah yang berpotensi banjir. Untuk kabupaten/kota dan provinsi kita siap untuk membantu masyarakat,” ujarnya ketika memberikan sambutan di acara tersebut.

Pemetaan yang jelas, sambungnya, penting agar mudah menyiapkan bantuan sejak dini. Juga agar bantuan tepat sasaran.

Selain banjir, Paman Birin juga menyoroti penanganan masalah terhadap kesehatan, pendidikan, penangan stunting, kematian, pernikahan usia anak, dan kesetaraan gender.

“Sektor yang harus kita benahi tingginya pernikahan anak, tingginya stunting, anak yang tidak bersekolah yang berkaitan dengan kultur dan budaya, kita harus libatkan banyak tokoh untuk membantu mencegah,” ungkapmya.

“Mou yang kita tanda tangani jangan hanya coretan semata. Semoga hasil koordinasi ini menjadi lebih baik ke depannya. Pemberdayaan lebih optimal dan bisa maju serta lebih berkembang untuk sosial budaya dan aspek pembangunan,” jelasnya.

Dirinya mengucapkan terimakasih kepada semua Bupati dan Wali Kota yang telah membantu dalam pergerakan pembangunan serta pelayanan untuk masyarakat.

Untuk diketahui, dalam kegiatan rakor hari ini juga menyampaikan daftar entitas pelaporan di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan yang memperoleh opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), yaitu ke semua kabupaten Kota di Kalsel.

Adapun hasil penilaian kinerja kabupaten kota di wilayah provinsi Kalsel tahun 2019 dimulai dari urutan pertama yaitu Tanbu, dilanjutkan HSU, HSS, Banjarbaru, Banjar, Tala, Tapin, Batola, Banjarmasin, Balangan, HST, Kotabaru, dan Tabalong.

Sedangkan urutan kabupaten/kota untuk kategori kinerja dalam pelaksanaan konvergensi intervensi penurunan stunting terintegrasi di provinsi Kalsel tahun 2019, kategori kinerja paling inspiratif yaitu Banjarbaru, paling replikatif HSS, dan paling inovatif HSU.

Dalam rapat koordinasi ini dihadiri oleh Sekdaprov Kalsel, Ketua DPRD Kalsel, Kapolda Kalsel, Kabinda Kalsel, Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Komandan Lanal Banjarmasin, Komandan Korem 101/Antasari, Ketua Pengadilan Tinggi Kalsel, Ketua KPU Kalsel, Bupati Wali Kota Se provinsi Kalsel dan Jajaran SKPD Provinsi Kalsel.

Baca Juga: Karhutla Marak ‘di Desa’, PMD Kalsel Agendakan Rakor untuk Penanganan

Baca Juga: Optimalkan PAD, Bappeda Tala Gelar Rakor

Baca Juga: Gelar Rakor Bulan September, Pemkab HSS Bahas Banyak Isu

Baca Juga: Dishut Kalsel Gelar Rakor Penyuluhan RHL 

Reporter : Nurul Mufidah
Editor: Muhammad Bulkini