Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel Kapolres Kapuas Terjang Banjir Bantu Korban Terdampak di Alalak Jumlah Korban Banjir Kalsel Terus Bertambah, 6 Warga Masih Dinyatakan Hilang Masih Berantakan, KPU HST Tetapkan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Besok Bupati Sleman Positif Covid-19 Pascavaksinasi, Berikut Penjelasan Kemenkes

Harga Ayam Potong Mahal Masuk Bulan Maulid, Warga Khawatir di Momen Natal dan Tahun Baru

- Apahabar.com Kamis, 31 Oktober 2019 - 13:20 WIB

Harga Ayam Potong Mahal Masuk Bulan Maulid, Warga Khawatir di Momen Natal dan Tahun Baru

Harga ayam dirasakan mahal oleh masyarakat. Foto- apahabar.com/ Ahya Firmansyah

apahabar.com, BANJARMASIN – Harga ayam potong yang biasanya hanya berkisar di harga Rp25.000 per kilonya, saat ini dirasakan mahal oleh pembeli.  Sebab harga ayam kini bisa mencapai Rp30.000, bahkan bisa mencapai Rp40.000 per kilonya.

Seperti yang diungkapkan pembeli di pasar Manarap. Harga ayam tidak menentu di pasaran, sehingga dirasakan mahal.

“Kalau biasa bisa beli 2 kilo ayam, sekarang uang 50 ribu cuma bisa beli satu kilo ayam ditambah bumbu masaknya,” ungkap Asmiah pembeli di pasar Manarap.

Pedagang juga merasa heran mengapa harga ayam terkadang bisa mahal. Padahal menurut pedagang, stok ayam untuk saat ini aman dan tidak kesulitan.

“Saya juga kurang tahu alasannya. Cuma mengikuti harga pasaran saja. Kalau harga segitu sekilonya, ya, dijual sesuai harga. Karena kalau tidak, saya yang bisa rugi,” ucap Siti salah seorang pedagang ayam, Kamis (31/10).

Dia dan pedagang lainnya mengaku hanya bisa mengikuti harga pasar.

Lain halnya di pasar Batuah, pembeli mengeluhkan harga ayam yang mencapai  Rp55.000  per ekornya. Meski harga ayam per kilonya Rp35.000, namun itu membuat pembeli masih menjerit dengan harga tersebut.

“Iya jadi harga ayam ini terkadang labil. Kadang beberapa hari ada harganya dirasa murah, tapi di lain hari harganya kembali mahal,” jelas pembeli bernama Nida.

Masyarakat pun berharap ada solusi dari pemerintah menangani masalah harga ini. Karena bagi masyarakat, harga kebutuhan pokok yang naik akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat juga.

“Kita ingin harga-harga kebutuhan pokok kita itu terjamin dan tidak mahal. Meski pun ada kenaikan akan tetapi masih bisa terjangkau oleh masyarakat untuk membelinya. Tidak yang mahal dan membuat kita pun jadi pikir-pikir untuk beli karena harus berhemat,” kata Nida.

Tak cuma di dua pasar tersebut, kenaikan harga ayam potong juga terjadi di Pasar Ahad, Kertak Hanyar. Pedagang mengaku kenaikan disebabkan beberapa bulan ke depan menjadi bulan yang sibuk.

“Ini kan memasuki bulan maulid. Apalagi beberapa bulan akan datang bakal natal dan tahun baru, stoknya bisa saja kosong dan harganya bisa meningkat lebih tinggi lagi,” tutur pedagang ayam, Sarinah.

Harga ayam di pasar Ahad mencapai harga Rp42.000 per kilonya. Pedagang menginginkan harga bisa stabil dan pembeli bisa lebih banyak datang untuk membeli ayam sebagai pilihan.

“Kalau harga naik tapi banyak pembeli tidak apa. Ini justru harga mahal, pembeli jadi sepi. Belum lagi ada orang yang mau makan ayam tapi harganya mahal justru membuat orang tidak mampu beli,” jelas Milah pedagang ayam lainnya.

Baca Juga: Harga Ayam Broiler Belum Stabil, Ini Upaya Pemprov Kalsel

Baca Juga: Harga Ayam Ras Anjlok, Pemprov Kalsel Siapkan 5 Langkah

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Pendapatan Daerah ‘Puasa’, Penjualan Kendaraan Lesu
apahabar.com

Ekbis

Indonesia Bukukan Transaksi Ekspor Sarang Walet Rp 2,2 Triliun ke China
apahabar.com

Ekbis

Segera Tukarkan, Telkomsel Beri Bonus Ganti Kartu 4G
apahabar.com

Ekbis

Susul Google, Apple Pun Tutup Sejumlah Kantor di China
apahabar.com

Ekbis

IHSG Ditutup Melemah Usai Adanya Korban Jiwa Akibat Virus Corona
apahabar.com

Ekbis

Samsung Akan Luncurkan Lini Galaxy M Ramah Kantong di India
apahabar.com

Ekbis

WhatsApp Punya Fitur Baru: Mute Selamanya
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Terus Melemah Terpapar Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com