13 Menit di SDL, Jokowi Disambut Meriah Ribuan Pengungsi Banjir Kalsel Titah Jokowi di Mataraman Kalsel: Segera Perbaiki Jembatan BREAKING! Jokowi Tiba di Kalsel, Langsung Blusukan Bagi Sembako Hujan Deras, Ribuan Korban Banjir Nantikan Kedatangan Jokowi di SDL Geger! Kakek Tak Bernyawa di Bak Truk Trisaksti Banjarmasin

Hari Santri Nasional, NU HST Ajak Santri Pertahankan NKRI

- Apahabar.com Selasa, 22 Oktober 2019 - 20:12 WIB

Hari Santri Nasional, NU HST Ajak Santri Pertahankan NKRI

Ilustrasi santri. Foto: Istimewa

apahabar.com, BARABAI – Mengisi rangkaian Hari Santri Nasional, Ketua NU, KH Muhammad Nawawi Hasan memberikan tausiah kepada ratusan santri di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Tausiah-nya berkaitan dengan para pejuang kemerdekaan di Kalimantan Selatan yang tak terlepas dari para ulama maupun santri.

“Kita ambil contoh, KH Hasyim Asy’ari dan Brigjen H Hasan Baseri. Mereka nyata berjuang membela kemerdekaan Republik Indonesia ini,”kata Nawawi Hasan saat bertausiah di hadapan Forkopimda dan para santri se-HST di Lapangan Dwi Warna Barabai, Selasa (22/10).

Pesan dia, para santri agar bersama-sama mengisi kemerdekaan dengan membendung paham radikal dan hilafah.

“Mempertahankan NKRI harga mati,” tegas Nawawi Hasan.

Sama halnya dengan Bupati HST, HA Chairansyah yang menyampaikan bahwa penetapan hari santri pada 22 Oktober merujuk pada Resolusi Jihad yang berisi fatwa kewajiban mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.

“Temanya, santri Indonesia untuk perdamaian dunia. Perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian,” jelas Chairansyah saat itu menjadi pembina upacara Hari Santri Nasional.

Di sisi pendidikan, lanjut Chairansyah, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam Rahmatanlil alamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama.

Dengan cara itu keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud.

“Pesantren mempunyai prinsip maslahat (kepentingan umum, Red) yang merupakan pegangan yang sudah tidak bisa ditawar lagi oleh semua kalangan,” tegas Chairansyah.

Untuk diketahui, penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional berdasarkan keputusan Presiden Joko Widodo Nomor 22 Tahun 2015.

Terselenggaranya pelaksanaan Hari Santri di HST itu atas gagasan Kementerian Agama setempat serta jajarannya.

Apel Hari Santri di Lapangan Dwi Warna itu juga dihadiri Forkopimda, Ketua DPRD, MUI, Pengurus Cabang NU, Pengurus Daerah Muhammadiyah dan para alim ulama se HST.

Baca Juga: Hari Santri Nasional: Lapas Amuntai Bakal Jadi Percontohan

Baca Juga: Peringatan HSN, Sudian Noor Serahkan Bantuan 500 Mushaf Alquran

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Intip Warga Hulu Banyu Loksado Sambut HUT RI ke-75, Spirit Kemerdekaan di Tengah Pandemi
apahabar.com

Kalsel

Pecinta Guru Sekumpul di Kotabaru Bagikan Ratusan Stiker R2 dan R4
Sutarti

Kalsel

Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara!
apahabar.com

Kalsel

Belum Sepekan, Sudah Ribuan Warga di Banjar Terjangkit ISPA!
apahabar.com

Kalsel

Polsek Marabahan Kota Polres Batola Terus Upayakan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Ops Intan 2019, Kapolres Banjar Tekankan Tindakan Simpatik
apahabar.com

Kalsel

Jelang MTQ Kabupaten, Ada Seleksi 61 Peserta di Halong
apahabar.com

Kalsel

Covid-19 Masih Melanda Banjarmasin, Kampanye Terbuka Ditiadakan?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com