Visakha FC Waspadai 3 Penggawa Bali United Sejumlah Calon Haji Kalsel Miliki Penyakit Bawaan Klaim Tak Bersalah, Laskar Adat Dayak Nasional Siap Kawal Kasus Mardani H Maming Nama-Nama Lima Korban LCT Tenggelam di Tanah Laut Satu Korban LCT Tenggelam di Tanah Laut Ditemukan, Identitas Belum Diketahui

Hari Santri Nasional, NU HST Ajak Santri Pertahankan NKRI

- Apahabar.com     Selasa, 22 Oktober 2019 - 20:12 WITA

Hari Santri Nasional, NU HST Ajak Santri Pertahankan NKRI

Ilustrasi santri. Foto: Istimewa

apahabar.com, BARABAI – Mengisi rangkaian Hari Santri Nasional, Ketua NU, KH Muhammad Nawawi Hasan memberikan tausiah kepada ratusan santri di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Tausiah-nya berkaitan dengan para pejuang kemerdekaan di Kalimantan Selatan yang tak terlepas dari para ulama maupun santri.

“Kita ambil contoh, KH Hasyim Asy’ari dan Brigjen H Hasan Baseri. Mereka nyata berjuang membela kemerdekaan Republik Indonesia ini,”kata Nawawi Hasan saat bertausiah di hadapan Forkopimda dan para santri se-HST di Lapangan Dwi Warna Barabai, Selasa (22/10).

Pesan dia, para santri agar bersama-sama mengisi kemerdekaan dengan membendung paham radikal dan hilafah.

“Mempertahankan NKRI harga mati,” tegas Nawawi Hasan.

Sama halnya dengan Bupati HST, HA Chairansyah yang menyampaikan bahwa penetapan hari santri pada 22 Oktober merujuk pada Resolusi Jihad yang berisi fatwa kewajiban mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.

“Temanya, santri Indonesia untuk perdamaian dunia. Perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian,” jelas Chairansyah saat itu menjadi pembina upacara Hari Santri Nasional.

Di sisi pendidikan, lanjut Chairansyah, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam Rahmatanlil alamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama.

Dengan cara itu keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud.

“Pesantren mempunyai prinsip maslahat (kepentingan umum, Red) yang merupakan pegangan yang sudah tidak bisa ditawar lagi oleh semua kalangan,” tegas Chairansyah.

Untuk diketahui, penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional berdasarkan keputusan Presiden Joko Widodo Nomor 22 Tahun 2015.

Terselenggaranya pelaksanaan Hari Santri di HST itu atas gagasan Kementerian Agama setempat serta jajarannya.

Apel Hari Santri di Lapangan Dwi Warna itu juga dihadiri Forkopimda, Ketua DPRD, MUI, Pengurus Cabang NU, Pengurus Daerah Muhammadiyah dan para alim ulama se HST.

Baca Juga: Hari Santri Nasional: Lapas Amuntai Bakal Jadi Percontohan

Baca Juga: Peringatan HSN, Sudian Noor Serahkan Bantuan 500 Mushaf Alquran

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pelajar di Tanah Bumbu Deklarasi Dukung Pelantikan Presiden

Kalsel

PSU Kalsel Jadi Perhatian Pusat, Petinggi Turun Memantau

Kalsel

Jalan Trans Kalimantan Tak Kunjung Diperbaiki, Balai Jalan Terancam Disomasi
ETLE

Kalsel

Siap-Siap, ETLE Mulai Diberlakukan di Kalsel Akhir April
apahabar.com

Kalsel

Horee, ULM Buka Jalur Khusus untuk Anak Dayak Meratus
apahabar.com

Kalsel

Bekali Petugas Kebersihan APD di Tengah Wabah, DLH: Juga Gaji Tambahan
Banjir

Kalsel

Banjir Pengaron Makin Parah: Air Hampir Capai Atap Rumah, Warga Butuh Bantuan!
Mesum

Kalsel

7 Pasangan Kepergok Mesum di Penginapan Esek-Esek Banjarbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com