Puluhan Personel Polda Kalsel Amankan Distribusi Vaksin ke Setiap Daerah Kadinkes Banjarmasin Covid-19, Sekretaris Gantikan Lurah Pemurus BREAKING NEWS! Calon Wakil Wali Kota Balikpapan Terpilih Meninggal Terpapar Covid-19 Akhirnya, 2BHD Beber Pelanggaran TSM Pilbup Kotabaru dalam Sidang MK Di Tengah Kondisi Banjir, Pemprov Kalsel Tak Tunda Vaksinasi Tahap 2

Hingga Desember 2019, BPN Batola Kejar Target Sertifikat

- Apahabar.com Senin, 21 Oktober 2019 - 14:47 WIB

Hingga Desember 2019, BPN Batola Kejar Target Sertifikat

Selain bisa mendongkrak harga, sertifikat juga dapat dijaminkan ke layanan perbankan. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Sudah memberikan sertifikat untuk 2.523 bidang tanah, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Barito Kuala ternyata belum mencapai target.

Panitia Pertimbangan Landreform Gugus Tugas Reforma Agraria sudah menggelar sidang kedua untuk menetapkan tanah yang diberi sertifikat.

Melalui sidang kedua tersebut, sebanyak 1.564 bidang tanah sudah disepakati dan siap ditindaklanjuti menjadi sertifikat.

“Dalam kegiatan redistribusi tanah, harus digelar sidang Panitia Pertimbangan Landreform guna menentukan objek dan subjek yang disertifikatkan,” papar Muhyar Rifani, Kasi Penata Pertanahan BPN Batola.

Sebelumnya melalui sidang pertama yang dilaksanakan 27 Juni 2019, Panitia Pertimbangan Landreform telah menyetujui pembagian 959 bidang tanah.

“Dijadwalkan di akhir Oktober 2019,┬áditerbitkan sebanyak 200 bidang sertifikat tanah dari hasil sidang pertama,” tambah Muhyar.

Seiring hasil sidang kedua, BPN Batola segera melahirkan 2.523 sertifikat baru dari hasil pembentukan Gugus Tugas Reforma Agraria.

Usulan sertifikat tersebut diarahkan kepada tanah yang dikuasai masyarakat atas negara. Sebagian besar tanah sudah menjadi persawahan dan perkebunan masyarakat, sesuai tata ruang Batola.

Namun demikian, 2.523 bidang tanah yang segera diberi sertifikat tersebut baru 50 persen dari target BPN Batola sepanjang 2019.

“Kami berharap dalam sidang selanjutnya yang dijadwalkan November 2019, kami bisa mencapai target 5.000 sertifikat,” tegas Muhyar.

Penyebab target belum tercapai adalah kesadaran masyarakat. Mereka masih percaya bahwa sertifikat tanah hanya dibikin untuk kepentingan jual beli.

Padahal selain bisa mendongkrak harga jual tanah, sertifikat juga mempermudah akses kredit di setiap layanan perbankan dan meminimalisir sengketa lahan.

“Selain kesadaran masyarakat, kendala lain adalah beberapa wilayah di Batola yang sulit dijangkau menggunakan transportasi darat,” tandas Muhyar.

Baca Juga: Perbarui Penyimpanan, Sekdaprov Lirik Pengarsipan Digital

Baca Juga: Kalsel Peroleh Peringkat 7 Terbaik Indeks Demokrasi Indonesia

Reportr: Bastian Alkaf
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pembangunan Gedung Baru Polda di Perkantoran Pemprov Kalsel Dimulai 2022

Kalsel

Cerita Siti Khadijah Balita 5 Hari Ikut Baayun Maulid di Masjid Sultan Suriansyah
Kecelakaan

Kalsel

BREAKING NEWS! Korban Terseret Trailer di Martapura Meninggal Dunia di RS
apahabar.com

Kalsel

Ada Hujan Ringan Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Personil Polda Kalsel Gelar Dzikir dan Doa Bersama Malam Pergantian Tahun
apahabar.com

Kalsel

14 Pejuang Demokrasi di Banjarmasin Selatan Cek Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Waspada Potensi Hujan Petir Hari Ini

Kalsel

VIDEO: Intip Kemeriahan Konser Pasha Ungu di Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com