Sssttt.. Catcalling Mahasiswi di Banjarmasin Cuma Satu dari Sekian Banyak Kasus KPK Rilis Hasil Penggeledahan Kedua di Amuntai HSU Kritik Pedas Pengamat Soal Komunitas Moge Lintasi Jembatan Alalak Baru Dua Hari Menghilang, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Bawah Kolong Rumah Banjarmasin Utara Nekat Buka Lahan, Dua Penambang Ilegal di Kukar Kaltim Ditangkap

HUT ke-74, Ancaman Nirmiliter Jadi Atensi TNI

- Apahabar.com     Sabtu, 5 Oktober 2019 - 12:34 WITA

HUT ke-74, Ancaman Nirmiliter Jadi Atensi TNI

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama para kepala staf angkatan dalam Latgab TNI 2019 di Situbondo, Jawa Timur, belum lama ini. Foto-Puspen TNI

apahabar.com, JAKARTA – Di era modern, Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan TNI menghadapi ancaman nirmiliter.

Ancaman nonmiliter memiliki karakteristik yang berbeda dengan ancaman militer. Tidak bersifat fisik serta bentuknya tidak terlihat seperti ancaman militer. Ancaman ini berdimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, informasi serta keselamatan umum.

“Ditambah potensi bencana alam yang dapat terjadi setiap saat. Ancaman militer dan nirmiliter berubah sehingga TNI harus siap menghadapinya,” tutur Panglima TNI itu dalam amanatnya.

Setiap 5 Oktober, diperingati sebagai hari ulang tahun atau HUT TNI. Tahun ini TNI sudah menginjak usia ke-74.

TNI, kata Hadi, sebagai alat negara tidak terlepas dari perubahan lingkungan strategis yang berkembang dinamis dan semakin kompleks.

“Perkembangan zaman yang begitu pesat telah menciptakan dimensi dan metode peperangan baru. Kemajuan teknologi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia ternyata juga membawa dampak disruptif di berbagai bidang,” kata Hadi.

Kondisi ini kemudian menjadikan konsep peperangan menjadi tidak lagi terbatas dalam batas teritorial. Namun juga masuk ke berbagai dimensi.

Sebagai contoh, perang siber yang disertai perang informasi, walau tidak menghancurkan, namun sangat merusak kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Konsep-konsep ini pun mengaburkan filosofi perang konvensional dengan menggeser dimensi waktu, karena perang-perang tersebut terjadi di masa damai,” tutur dia.

Menghadapi kompleksitas ancaman tersebut, Hadi menilai perlu postur TNI ideal yang dibangun sesuai kebijakan pertahanan negara, yang disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Baca Juga: Panglima TNI Akan Berkantor di Papua Sampai Kondisi Aman

Baca Juga: Hari Ini, Kapolri dan Panglima TNI Bertolak ke Papua

Baca Juga: Panglima TNI Resmikan Koopssus, Gabungan Pasukan Elite TNI

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Covid-19

Nasional

Hoaks Penanaman Chip Pelacak Warga yang Divaksin Covid-19
Kemenkes

Nasional

Kemenkes Sebut 4 Pasien yang Terserang Corona B117 Tak Bergejala Berat
Jokowi

Nasional

Jokowi Sebut Potensi Wakaf Uang Bisa Tembus Rp 188 Triliun
apahabar.com

Nasional

Isu Penjarahan di Kerusuhan Thamrin City Trending Twitter
apahabar.com

Nasional

Walhi Minta Pemerintah Lindungi Orang Utan dari Perburuan
apahabar.com

Nasional

Lagi, Calon Penumpang Pesawat Diduga Palsukan Surat PCR

Nasional

Jelang Usia 50 Tahun, Fadli Zon Positif Covid-19

Nasional

Jangan Kaget! BBM Premium Pelan-Pelan Menghilang dari Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com