BREAKING! KPK Periksa 11 Nama, Salah Satunya Bupati HSU Abdul Wahid OTT Amuntai, dan Nasib Proyek DIR Banjang Kini Bantuan Rp 300 Ribu Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK

Ibu Kota Baru Indonesia Berkapasitas 3 Juta Penduduk

- Apahabar.com     Kamis, 3 Oktober 2019 - 16:31 WITA

Ibu Kota Baru Indonesia Berkapasitas 3 Juta Penduduk

Jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,350 km yang membelah wilayah Kabupaten PPU, dan Kukar, calon ibu kota baru RI. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Ibu kota baru Indonesia akan cukup dalam menampung hingga 3 juta penduduk.

Presiden Jokowi sebelumnya telah memutuskan ibu kota pindah ke perbatasan antara Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyebut desain ibu kota baru pada tahap awal memang hanya berkapasitas untuk 1,5 juta orang dengan luas wilayah 40 ribu hektare. Namun itu sebelum tahap awal pembangunan selesai.

“Masih ada 180 ribu hektare yang dicadangkan. Itu bisa di atas 1,5 juta bisa sampai dua kali lipat sekitar tiga juta. PNS yang pindah perkiraannya sekitar hampir 200 ribu itu sudah termasuk di 1,5 juta,” katanya di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis, dikutip dari Antara.

Berbagai perkembangan dan pembangunan yang dilakukan akan tetap terkendali sehingga tidak merugikan lingkungan aslinya. Antara lain dengan membatasi kegiatannya. Hanya untuk kantor pemerintahan, pendidikan, dan lainnya.

“Kotanya inklusif tapi perkembangan dan pertumbuhannya ada kendali supaya tidak melebar ke mana-mana jadi tidak dilepas untuk semua sektor,” ujarnya.

Nantinya ibu kota baru juga direncanakan sebagai salah satu tujuan urbanisasi. Sehingga daerah yang tadinya minim penghuni menjadi kota dengan kepadatan tertentu.

Hal tersebut juga menjadi alasan bagi pemerintah untuk membangun ibu kota baru dengan berbagai jenis infrastruktur yang terdepan dan terbaik sehingga bisa menjadi referensi bagi kota lainnya.

“Misalnya airnya bisa langsung diminum, gasnya langsung jaringan ke setiap rumah, saluran pembuangan juga setiap rumah ada saluran langsung ke pengelolaan air limbahnya, dan transportasi publiknya juga yang berbasis rel,” katanya.

Selain itu, Bambang menuturkan pemerintah juga melibatkan masyarakat dalam menentukan gagasan desain kawasan Ibu Kota Negara (IKN) yang bertujuan untuk memperoleh berbagai ide dari talent terbaik tentang perencanaan kota.

“Pemerintah punya dasarnya tapi kan kita ingin melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi. Kita meminta ide dari para pihak terbaik tentang perencanaan kota supaya mereka mengamatinya dan kita pilih lalu kita terapkan ke master plan,” ujarnya.

Baca Juga: TNI Butuh Rp118 Triliun dalam Pemindahan Ibu Kota

Baca Juga: Kawal Pemindahan Ibu Kota ke Kaltim, DPR Bentuk Kaukus

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Sebelum ke Australia, Presiden Jokowi Hadiri HPN 2020 di Kalsel
apahabar.com

Nasional

Teror Virus Corona Tak Kurangi Minat Jemaah Ibadah Umrah
apahabar.com

Nasional

Warga Perbatasan Kalimantan Bisa Nikmati Siaran Televisi Digital
apahabar.com

Nasional

Jembatan Suramadu Ditutup, 350 Polisi Diturunkan
apahabar.com

Nasional

Sosok Sembilan Anggota Komisi Kejaksaan yang Dilantik Jokowi
apahabar.com

Nasional

Kisah Napi Asimilasi Bertaubat, Kini Jualan Kue Lebaran
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Monumen di Bengkulu Tanda Hormat atas Perjuangan Fatmawati
apahabar..com

Nasional

Penghuni Gang Sempit Kaget Ditagih Rp107 Juta Pajak Mobil Mewah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com