Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Islam Masuk Nusantara di Zaman Rasulullah, Benarkah?

- Apahabar.com Senin, 7 Oktober 2019 - 09:34 WIB

Islam Masuk Nusantara di Zaman Rasulullah, Benarkah?

Ilustrasi, peta nusantara yang dibuat dengan keterangan berbahasa arab. Foto- lmizakat.org

apahabar.com, JAKARTA — Sejarah masuknya Islam ke Nusantara selama ini dipercaya pada abad ke-14 Masehi. Penelitian terbaru menyatakan, hal itu tidak tepat. Islam ternyata sudah masuk Nusantara sejak awal kemunculan Islam.

Arkeolog dari Australia National University, Peter Bellwood menemukan bukti-bukti yang menunjukkan telah terjadi kontak dagang antara para pedagang Cina, Indonesia, dan Arab sebelum abad kelima Masehi. Pada tahun ini, Rasulullah SAW belum lahir.

Bellwood menyebutkan, beberapa jalur perdagangan utama sudah berkembang sehingga dapat menghubungkan nusantara dengan Cina. Hal itu dibuktikan dengan adanya temuan tembikar Cina dan benda berbahan perunggu dari zaman Dinasti Han di Selatan Sumatra serta Jawa Timur.

Sejarawan GR Tibbetts turut mengakui keberadaan jalur perdagangan utama itu. Ia kemudian meneliti lebih dalam mengenai perdagangan yang terjadi antara pedagang asal Arab dengan pedagang dari kawasan Asia Tenggara sebelum Nabi Muhammad menyebarkan Islam.

Ia menemukan bukti-bukti adanya kontak perniagaan antara Jazirah Arab dan nusantara kala itu. Tibbets menulis, perdagangan terjadi karena kepulauan Indonesia menjadi tempat persinggahan kapal-kapal pedagang Arab yang berlayar ke Cina sejak abad kelima Masehi. Maka, peta perdagangan utama di Selatan saat itu meliputi Arab-Nusantara-Cina.

Sekitar 625 M atau 15 tahun setelah Rasulullah menerima wahyu pertama, di sebuah pesisir pantai Sumatra sudah ada perkampungan Arab Muslim. Waktu itu masih dikuasai oleh Kerajaan Sriwijaya.

Di perkampungan tersebut banyak orang Arab tinggal. Mereka menikahi perempuan-perempuan lokal dan beranak pinak di sana.

Tempat belajar Alquran dan Islam yang merupakan cikal bakal lahirnya madrasah dan pesantren pun didirikan di perkampungan itu. Tempat tersebut dianggap pula sebagai rumah ibadah atau masjid.

Profesor Hamka memperkuat temuan di atas dengan menyebut seorang pencatat sejarah asal Cina yang mengembara pada 674 M. Ia mengatakan, pengembara itu menemukan satu kelompok bangsa Arab yang mendirikan perkampungan sekaligus bermukim di pesisir barat Sumatra.

Dijelaskannya, kampung bernama Barus itu terletak di antara Kota Singkil dan Sibolga atau sekitar 414 kilometer dari Medan. Pada masa Sriwijaya, Kota Barus masuk dalam wilayahnya.

Namun, setelah Sriwijaya mengalami kemunduran lalu digantikan oleh kerajaan Aceh Darussalam, Barus masuk ke wilayah Aceh. Kabarnya, para pedagang Arab hidup berkecukupan serta memiliki kedudukan baik di Barus.

Menurut Hamka, penemuan tersebut mengubah pandangan orang mengenai sejarah masuknya Islam ke Tanah Air. Penemuan ini, kata dia, sudah dipastikan pula kebenarannya oleh para sejarawan dunia Islam di Princetown University di Amerika Serikat.

Baca Juga: Islam Masuk Nusantara di Zaman Rasulullah, Benarkah?

Baca Juga: Penjelasan Hubungan Sebab Akibat dalam Islam

Baca Juga: Menengok Masjid Wadi Al Hussein, Saksi Mata Penyebaran Islam di Thailand

Sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Haul ke-15, Kamar Wisma Sultan Sulaiman Sudah Habis Diborong 7
apahabar.com

Habar

PCNU Banjar Ambil  Sikap Tegas Jelang Pilkada 2020; Netral
apahabar.com

Habar

Buka Umrah dalam Waktu Dekat, Saudi Minta Sejumlah Syarat
apahabar.com

Habar

OKI: Kasus Karikatur Nabi Bisa Rusak Hubungan Islam dan Prancis
apahabar.com

Habar

Beri Kuliah di IAID Martapura, Rektor Al Ahgaff: Islam Harus Unggul
apahabar.com

Habar

Ada Banyak Ulama yang Dihauli di Syawal, Berikut Daftarnya
apahabar.com

Habar

Guru Udin Gemakan Sholawat di Barabai Expo 2019, Jamaah Tumpah Ruah
apahabar.com

Habar

Haul Pendiri NU Kalsel Diperingati Hari Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com