apahabar.com
Ir Yuyun Zulfikar (kiri) dan anggota Komisi III Sukhrowardi membahas Pokdarwis kampung arab dan masalah perkembangan wisata di kawasan tersebut, Kamis (10/10). Foto-apahabar.com/Ahya Firmansyah

apahabar.com, BANJARMASIN – Meski memiliki potensi wisata menarik, kawasan Kampung Arab di Jalan Antasan Kecil Barat, Kelurahan Pasar Lama, Banjarmasin Tengah, tak Tersentuh wisatawan. Padahal, wilayah tersebut sudah dijadikan tempat wisata di Banjarmasin.

Hal inipun menjadi perhatian sukarelawan wisata kampung arab, Ir Yuyun Zulfikar. Menurutnya, organisasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sendiri harus terlebih dahulu dibenahi. Mereka harus lebih dulu mengetahui apa tujuan dari Pokdarwis itu sendiri untuk memajukan wisata di kawasannya.

“Saat ini, kuliner masakan arab yang ada sekarang sudah menjadi kegiatan yang dikelola Pokdarwis kampung arab, sehingga menjadi potensi wisata kuliner di kawasan kampung arab. Tapi sayang belum ada kesadaran akan potensi ini,” kata dia kepada awak media, Kamis (10/10).

Untuk itu Yuyun menghendaki Pokdarwis harus lebih dulu mengetahui tugas utama dalam kegiatan Pokdarwis sebagai cara mengembangkan wisata di wilayahnya.

“Yang pertama memberikan pemahaman dan pengertian, ini loh wilayah kita sudah jadi tempat wisata. Bagaimana warga diberikan pelajaran dilatih menyambut wisatawan, ramah tamah dan sopan santun kepada wisatawan,” tuturnya.

Hal kedua menurut Yuyun, potensi yang dapat dikembangkan seperti membuatkan souvenir. Dia mengungkap, kampung arab sendiri banyak peternak kambing. Di mana kulit kambing bisa dibuat souvenir seperti kaligrafi dari kulit kambing.

Selama ini dia menyebut, wilayah kampung arab hanya sebatas dilewati program susur sungai yang dicanangkan pemerintah kota. Dia menyayangkan hal ini, sebab menurutnya wilayah kampung arab juga tempat wisata.

“Kalau kelotok lewat dari Siring Tendean ke Kampung Kuin, wilayah ini hanya sebatas dilewati. Hendaknya wilayah ini disinggahi dengan membuat dermaga bagi kelotok untuk menikmati tempat wisata di sini,” cetusnya.

Yuyun mencontohkan, daerah lain seperti di Yogyakarta dan Sleman. Mereka memanfaatkan potensi pertanian yang ada dengan mengajak wisatawan bercocok tanam.

“Di sini kan juga bisa. Kulinernya ada, souvenirnya ada, kita bisa mengajak wisatawan belajar memasak masakan arab,” ucapnya.

Sementara Ketua Fraksi Golkar DPRD Banjarmasin yang juga anggota Komisi III, Sukhrowardi menanggapi hal ini, bahwa pihaknya akan memperjuangkan dengan cara berkomunikasi dengan anggota dewan yang lain, bagaimana perkembangan wisata yang ada di kawasan kampung arab menjadi lebih baik.

“Ada keinginan warga bahwa selain jalur darat bisa juga dilalui melalui susur sungai, tentu diperlukan penunjang untuk itu. Apalagi ini kan program wali kota tentang susur sungai,” terangnya.

Ke depan Sukhrowardi hendak pembentukan Pokdarwis benar-benar berbasis kebutuhan di kawasan itu. Hal yang dimunculkan pemuda-pemudanya dan masyarakat.

Dirinya menghendaki adanya zona wisata yang terbangun di kawasan wisata, seperti kampung arab yang dikenal dengan masakan arabnya dan di wilayah lain dengan masakan banjar atau lainnya. Ini diperuntukkan wisatawan lebih mudah mengenali kawasan yang hendak didatangi.

“Selama ini tugas Pokdarwis belum maksimal, namun keinginan membentuknya dengan baik, itu sudah baik. Kita tidak ingin saling menyalahkan, hanya bagaimana ke depan mendorong hal ini bisa lebih baik,” pungkasnya.

Baca Juga: Anggota DPRD Barut Minta Pemerintah Selesaikan Aset Tanah Tempat Wisata

Baca Juga: Kabupaten Banjar Kaya Destinasi Wisata, Kadisbudpar: Wisata Religi Paling Diminati

Baca Juga: Belum Lagi Beroperasi, Wisata Sungai Riam Batajau Tuai Penolakan

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Muhammad Bulkini