apahabar.com
Gelandang Barito Putera, Bayu Pradana siap diturunkan saat Timnas hadapi UEA, Kamis (10/10). Foto-Instagram.

apahabar.com, BANJARMASIN – Bayu Pradana termasuk dari tiga pemain Barito Putera yang memperkuat Timnas Indonesia ke Dubai. Cuaca panas jadi salah satu tantangannya.

Seperti diketahui, Bayu dan Evan Dimas lebih dulu dipanggil pelatih Simon McMenemy. Lantas, baru kemudian Gavin Kwan Adsit menyusul. Gavin sudah tiba sejak kemarin.

“Alhamdulillah semua sehat. Cuma harus adaptasi sama suhu di sini yang panas. Dan waktu lebih lambat tiga jam dari WIB,” kata Bayu kepada apahabar.com via smartphone, Selasa (8/10).

Ketiganya punya kesempatan untuk tampil saat melawan Uni Emirat Arab di Stadion Al Maktoum, Dubai, Kamis (10/10).

Meski di bawah suhu panas mencapai 35-38 derajat celcius, Bayu tak mempermasalahkannya.

Yang pasti, dia tetap berusaha menunjukkan seluruh kemampuannya selama latihan agar bisa bermain. “Sejauh ini ada gak kendala beradaptasi dengan pola latihan timnas. Alhamdulillah lancar semuanya,” terang Bayu.

Dia mengaku cukup menyiapkan fisik dan mental bertanding.”Karena kita di sini memang fokus buat pertandingan nanti. Gak ada tujuan lain lagi selain itu,” tegasnya.

Lebih jauh dia menilai, UEA merupakan tim tangguh. Secara kualitas menurutnya tidak diragukan di level Asia.

Meski begitu, tidak menciutkan nyalinya bersama rekan-rekan untuk tampil figh di laga nanti. “Semua tahu kalau UEA mempunyai level di atas kita. Tapi dalam sepakbola tidak ada yang tidak mungkin, semua bisa terjadi. Selalu berfikir positif yang pasti, biar hasil juga positif,” tandasnya.

Timnas Indonesia, termasuk U-23, tercatat lima kali berhadapan dengan Uni Emirat Arab (UEA). Dari lima pertemuan tersebut, tim berjulukan Skuat Garuda ini dua kali memetik kemenangan.

Kemenangan Timnas Indonesia saat di turnamen Piala Merdeka 1981. Ketika itu, Skuat Garuda berhasil menang telak 5-2.

Namun di Piala Merdeka 1982, UEA berhasil membalaskan dendam dengan mengemas kemenangan 2-1.

Empat tahun berselang, di perempat final Asian Games 1986, Timnas Indonesia memenangi pertarungan melalui adu penalti 4-3. Sebelumnya sempat bermain imbang 2-2.

Sepuluh tahun berlalu, UEA sukses menghajar Timnas 2-0 di babak penyisihan grup Piala Asia 1996.

Terakhir, kedua negara dengan tim nasional usia U-23 bentrok di babak 16 besar Asian Games 2018. Timnas Indonesia U-23 sebagai tuan rumah, kalah 3-4 lewat adu penalti. Setelah bermain 2-2 pada waktu normal plus perpanjangan waktu.

Menghadapi UEA, Kamis, Timnas bermodalkan kekalahan dari Malaysia (2-3) dan Thailand (0-3) beberap waktu lalu.

Sebaliknya UEA sukses memetik kemenangan 2-1 atas Malaysia di Kuala Lumpur. Kemenangan ini mengantar Dubai ke posisi kedua klasemen Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022. Sementara Indonesia harus puas menjadi juru kunci.

Baca Juga: Lolos ke 8 Besar Liga 2, Sriwijaya Bidik Liga 1

Baca Juga: Dibalik Pelindung Kepala Aditya Harlan Saat Barito Tantang Kalteng Putra

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin