apahabar.com
Oprit jembatan yang tergerus parah sebelum dilakukan perbaikan oleh pihak PUPR Banjar. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Kondisi jembatan penghubung antar Desa Tungkaran dengan Kampung Keramat dinilai sangat membahayakan pengguna jalan.

Jembatan itu saat ini sudah tidak sesuai dengan kondisi sungai yang sudah dilebarkan oleh Pemprov Kalsel. Itu mengakibatkan jembatan tidak sesuai lagi dengan bentuk sungai yang ada.

“Saat kami melakukan peninjauan ke lapangan, kami melihat jembatan sudah berada di tengah, dan itu sangat membahayakan bagi oprit jembatan,” ungkap Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Banjar, M. Solhan, kepada apahabar.com, Selasa (22/10).

Untungnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar bertindak cepat untuk melakukan rehabilitasi jembatan tersebut.

Rehabilitasi jembatan yang sudah berlangsung sejak beberapa bulan dikerjakan oleh CV. Nalar Cipta Sukses dengan anggaran Rp 185.645.000. Waktu pelaksanaannya selama 85 hari kalender.

Solhan juga mengungkapkan dalam rehabilitasi tersebut pihaknya tidak menemui kendala yang berarti. Masalahnya hanya soal kenyamanan pengendara yang ingin melintas di jembatan itu saja.

“Tapi kami sudah membuatkan jembatan darurat untuk pengguna roda dua. Untuk roda empat terpaksa memutar untuk mencari jalan yang lain sebelum pekerjaan selesai,” pungkasnya.

Baca Juga: PUPR Kalsel Segera Rampungkan Jembatan Desa Sungai Apuy

Baca Juga: Alasan Keselamatan Pengendara, Tiga Jembatan di Banjarmasin Diperkokoh

Reporter: AHC 15
Editor: Puja Mandela