Banjir dan Ancaman Tim Paman Birin, “Sudah Jatuh Warga Tertimpa Tangga” Komisi III DPR Setujui Komjen Listyo Sigit Jadi Kapolri Ke-25 Tak Perlu Lakukan Tilang, Calon Kapolri Harap Polantas Hanya Atur Lalin Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Pak Wali… Pengungsi Banjir di Banjarmasin Mulai Sakit-sakitan, Poskes Over

Jokowi Tak Libatkan KPK Dalam Penyusunan Kabinet

- Apahabar.com Senin, 14 Oktober 2019 - 22:03 WIB

Jokowi Tak Libatkan KPK Dalam Penyusunan Kabinet

Ilustrasi Gedung KPK. Foto – Monitor.co.id

apahabar.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tidak dilibatkan Presiden terpilih 2019-2024 Joko Widodo (Jokowi) dalam penyusunan kabinet Jokowi-Ma’ruf. Hal itu berbeda dengan penyusunan kabinet pada periode yang lalu.

Menurut Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, lembaganya tak diikutkan menyaring siapa saja yang akan duduk di kementerian/lembaga negara.

“Kami tidak diikutkan, tetapi kami berharap bahwa yang ditunjuk oleh presiden adalah orang-orang yang mempunyai track record yang bagus,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di, Jakarta, Senin (14/10), seperti dikutip dari detikcom.

Syarif memahami pemilihan kabinet adalah hak prerogatif presiden. Sedangkan keterlibatan KPK tergantung permintaan dari Jokowi sebagai presiden. Jika mereka dimintai masukan, maka akan memberikan masukan. Kalau tidak diminta, KPK juga tak masalah.

“Kami berharap bahwa (Jokowi) memilih yang betul-betul bersih, integritas yang baik, dan profesional di bidangnya yang dia akan kerjakan,” ujarnya.

Jokowi menyatakan sudah selesai menyusun daftar menteri-menteri yang akan membantunya. Jokowi mengisyaratkan formasi kabinet jilid dua itu akan mengakomodir kepentingan banyak pihak. Seperti misalnya perwakilan orang Papua calon dari partai politik nonkoalisi.

Namun, Jokowi baru akan mengumumkan nama-nama itu setelah dilantik, Minggu (20/10). “Nanti. Mungkin bisa hari yang sama, mungkin sehari setelah pelantikan,” kata Jokowi.

Tak dilibatkannya KPK ini berbeda dibanding saat Jokowi menyusun kabinetnya lima tahun lalu. Saat itu, KPK dan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) dilibatkan dalam menjaring para calon menteri.

Saat itu, Jokowi bahkan sempat mengganti delapan calon menteri kabinetnya yang mendapat label merah dari KPK dan PPATK. “Masak, tidak diganti. Nanti yang mengisi siapa?” kata Jokowi di Istana Negara, Rabu (12/10) seperti dikutip dari Tempo.co.

Pelibatan KPK saja tak menjamin menteri bebas dari korupsi. Apalagi tanpa melibatkan KPK. Jokowi akhirnya kecolongan. Setidaknya dua menteri Jokowi sudah berompi oranye menjadi tersangka KPK. Imam Nahrawi dan Idrus Marham.

Baca Juga: Jokowi Datang, Bupati Penajam Siap Sopiri Presiden

Baca Juga: Lewat Prasasti Digital, Jokowi Akhirnya Resmikan ‘Tol Langit’

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

MotoGP 2021, Mandalika Bisa Tarik Ratusan Ribu Wisman?
apahabar.com

Nasional

Upah Minimum 2021 Tak Naik, Buruh Bereaksi
apahabar.com

Nasional

Jubir: Kondisi Empat Pasien Positif Corona Terus Membaik

Nasional

Ustaz M Arifin Ilham Ramai Dikunjungi Tokoh, Siapa Mereka?
apahabar.com

Nasional

Jerman Longgarkan Lockdown, Kasus Covid-19 Kembali Meningkat
apahabar.com

Nasional

Tersisa Gorontalo Nihil Kasus Covid-19
apahabar.com

Nasional

Bupati Cianjur Ditahan, Wakil Bupati Pegang Kendali Pemerintahan
apahabar.com

Nasional

Peringati Hubungan Diplomatik, Kedubes Australia Luncurkan Situs Web “70 Tahun, 70 Cerita”
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com