Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Kebijakan Minyak Goreng Curah Ancam Produsen UMKM

- Apahabar.com Kamis, 10 Oktober 2019 - 06:00 WIB

Kebijakan Minyak Goreng Curah Ancam Produsen UMKM

Minyak goreng curah. Foto-Tribunnews.com 

apahabar.com, JAKARTA – Kebijakan melarang minyak goreng curah dalam kemasan mulai Januari 2020 mengancam produsen UMKM.

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun menekankan, tujuan kesehatan yang menjadi alasan kebijakan itu jangan sampai merugikan para pelaku usaha industri kecil dan menengah (IKM). Namun justru menguntungkan pengusaha besar.

Agar produk minyak goreng curah lebih higienis, Ikshan meminta Kemendag dan Kemenperin memberikan insentif kepada produsen dari IKM. Apabila tidak dibantu insentif, lanjut Ikhsan, produsen IKM akan kesulitan dalam meningkatkan kualitas produk minyak curah.

“Biaya pembinaan dan pelatihan di dua kementerian itu sangat besa, triliunan, kenapa nggak diberikan untuk insentif,” ujar Ikhsan.

Ia menjelaskan, kewajiban produk minyak goreng curah lebih higienis dan dijual dalam kemasan berdampak pada konsekuensi biaya. Artinya, produsen harus membeli tambahan alat hingga mendaftarkan produk untuk mendapatkan sertifikasi yang tidak murah.

Selain itu, terkait kebijakan fortifikasi pangan yang juga akan menambah biaya bagi produsen. “Kalau mau menyehatkan masyarakat, turun melakukan pemberdayaan kepada produsen minyak curah,” ucap Ikhsan.

Ikhsan menyampaikan kebijakan mendag berimplikasi pada harga yang akan melebihi HET (Harga Eceran Tertinggi), yakni Rp 11 ribu per liter. “Kami hitung, bisa lebih dari HET atau sekitar Rp 15 ribu,” lanjut Ikhsan.

Kondisi ini, kata Ikshan, akan menyulitkan produsen minyak goreng curah IKM tidak mampu bersaing. “Kalau nggak ada insentif sama saja akan mematikan UMKM tapi menyehatkan pengusaha besar. Jangan-jangan ini titipan pengusaha besar karena nggak mampu bersaing dengan kecil,” katanya menambahkan.

Ikhsan juga tidak ingin kebijakan tersebut justru bertentangan dengan amanah undang-undang nomor 20 tahun 2008. Aturan itu mengamanatkan pemerintah harus memberikan akses pasar, pembinaan dan pelatihan serta akses keuangan seluas-luasnya kepada UMKM.

Ia meminta para menteri tidak mengeluarkan kebijakan kontroversial pada akhir masa menjabatnya.

Baca Juga: Anggota DPR Minta Minyak Goreng Wajib Kemasan Tak Membebani Rakyat

Baca Juga: Sudah Online, Pengusaha di Batola Bisa Urus Izin Dari Rumah

Sumber: Republika
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Rindu Yogya, Ibu Rumah Tangga Ini Tawarkan Gudeg Kangen
apahabar.com

Ekbis

Stimulus AS Pupus, Wall Street Berakhir Turun
apahabar.com

Ekbis

Cadangannya 1,8 Miliar Ton, Tambang Freeport Bisa Produksi hingga 2051
apahabar.com

Ekbis

September 2019, Ekspor Kalsel Loyo!
apahabar.com

Ekbis

Jelang Pengumuman Data PDB Kuartal I 2020, Rupiah Menguat
apahabar.com

Ekbis

Kinerja Komoditas Batu Bara-CPO Menyedihkan
apahabar.com

Ekbis

Belasan Warga Kalsel Terimbas Penyusutan Karyawan Lion Air
apahabar.com

Ekbis

Deputi BI Berharap Darul Hijrah Jadi Pondok Mentor di Kalimantan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com