Direvisi 5 Kali, Anggaran Covid-19 di Banjarmasin Kembali Membengkak! Kanalisasi Sepeda Motor di Banjarmasin Mencuat, Ahli Beri Catatan Plus Minus Catat, Banjarmasin Belum Akan Buka Sekolah Saat Ajaran Baru Nasib Pengemudi Bodong, Penabrak Mobil Ketua DPRD Kotabaru Motif Pembunuhan di Belitung Darat, Pelaku Tak Terima Istri Dimarahi




Home Sport

Kamis, 17 Oktober 2019 - 16:59 WIB

Kisah Frans Ketika Jadi Pemain Barito, Karomah Abah Guru Sekumpul

Redaksi - Apahabar.com

Legenda hidup Barito Putera, Frans Sinatra Huwae. Foto-Istimewa

Legenda hidup Barito Putera, Frans Sinatra Huwae. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Banyak kisah karomah KH Zaini Gani atau Abah Guru Sekumpul semasa hidup. Salah satunya dirasakan langsung legenda hidup Barito Putera, Frans Sinatra Huwae.

Kala itu, Frans masih aktif sebagai pemain. Sebagai kapten Barito Putera, Frans punya tugas memimpin pasukan di lapangan.

Di luar itu, ada satu pengalaman paling berkesan dalam hidupnya. Ceritanya ketika dia bertemu langsung dengan Abah Guru Sekumpul di rumah Keraton, Martapura.

Sebelum bertanding, Frans dan almarhum Saiman sowan ke kediaman Abah Guru Sekumpul. Mengingat, besok harinya harus menjamu tim kuat, Persib Bandung, dalam lanjutan Ligina 1990-an di Stadion 17 Mei Banjarmasin.

Pada kesempatan itu, keduanya disuruh masuk ke kamar Abah Guru Sekumpul. Di dalam kamar, Frans mengaku bersama (alm) Saiman dipangku dan diasuh beliau.

“Yang masuk ke kamar Abah Guru dan di pangku sama beliau hanya saya dan Saiman. Yang lainnya tidak ada. Dan sewaktu dipangku di atas paha beliau yang duduk bersila itu, kita diiringi doa oleh beliau,” cerita Frans kepada apahabar.com, Kamis (17/10).

Frans minta didoakan supaya menang karena Persib bukan lawan enteng. Di atas kertas Persib waktu itu diunggulkan dari Barito. “Ujar Guru Sekumpul berat,” timpal Frans seraya menjawab apalagi bila pertandingan nanti bakal hujan.

Ya, Persib terkenal jago memenangi laga bila turun hujan. Frans mengakui, di bawah guyuran hujan permainan Widodo C Putro dan kolega musim itu semakin bagus.

Baca juga :  Kisruh Messi Hengkang, Presiden Barca Buka Suara

“Nah jar guru, maka besok hujan nak ai. Lalu aku balik betakun (bertanya), kayapa sekiranya tidak hujan dan kami bisa menang,” jelas Frans.

Suasana sempat hening. Lalu kemudian Guru Sekumpul meminta agar Frans tidak usah khawatir. “Ayu ja nak ai, kaina (nanti, red) hujan jua. Tapi setelah pertandingan. Mun 1-0 saja menang cukup saja lah?,” ujar Frans menirukan ucapan Guru Sekumpul.

Frans pun menjawab cukup. “Biar tipis 1-0, asal menang bah (Abah, red) ai,” jawab Frans.

Lantas, Frans merasa senang, pulang dengan tenang. Besoknya pertandingan pun digelar.

Benar saja, hampir selama pertandingan berlangsung Persib tampil dominan. “Di atas, awan hitam terlihat menggumpal. Itu mulai babak pertama sudah,” cerita Frans yang kini menangani Martapura FC di Liga 2.

Menurut Frans, Persib terus menggempur pertahanan Barito. Namun yang unik, tidak satu pun yang tepat sasaran gawang Abdillah.

Sebaliknya, dalam satu kesempatan serangan Barito melahirkan tendangan sudut. Dari sini lah gol Barito lahir. Tadinya bola sepak pojok disambut tendangan pemain depan dengan lemah. Meski demikian, bola itu tak mampu ditangkap kiper Persib dengan sempurna, dan masuk ke gawang.

Tak ayal, pada menit ke-89 itu seisi Stadion 17 Mei Banjarmasin bergemuruh. Barito berhasil memenangi laga persis apa yang dikatakan Abah Guru Sekumpul, 1-0. “Bujur sekalinya ujar Abah Guru Sekumpul,” gumam Frans dalam benaknya.

Baca juga :  Pindah Haluan, Kiper Ini Tekuni MMA

Tak sampai disitu, begitu pertandingan selesai, hujan pun akhirnya turun. “Kaya ditawak batu, air hujan turun dari langit. Apa ada lagi kami, cepat-cepat ai masuk ruang ganti,” imbuh Frans.

Pada saat itu, Frans juga sempat ditanya sejumlah orang. Kira-kira kata Frans orang suruhan Persib. “Mereka mungkin pawang. Supaya turun hujan, namun nyatanya tidak terjadi hujan. Ujar mereka kita bermain seperti diliputi cahaya, tapi entah benar atau tidaknya, cuma mereka melihat dan bilang begitu,” beber Frans.

Mereka pun sempat bertanya, namun Frans tidak ingin menceritakannya. Cukup baginya merasakan pengalaman mengenai karomah Abah Guru Sekumpul.

Di mata legenda hidup sepak bola Banua ini, Abah Guru Sekumpul orang yang luar biasa. “Bertemu sama beliau itu seperti kita dapat berkat. Karena senyum wajah dan sapaan beliau membuat semua orang bisa luluh, takjub dan tunduk dihadapan beliau,” kenang Frans meski non muslim.

“Wajah bersih, polos, tulus, membuat kita selalu ingin bertemu sama beliau. Membuat suasana damai dan bahagia. Rasanya selalu ingin bersama beliau,” pungkas Frans.

Baca Juga: Dayat Bakal Turun Perkuat Tim Biliar Kalsel di PON Papua

Baca Juga: Tim Biliar Kalsel Bakal TC ke Filipina

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Hindari Ancaman Taliban, ‘Messi Kecil’ dari Afganistan Terpaksa Mengungsi
apahabar.com

Sport

Duel Barito vs Persib, Ancaman Ezechiel N’douassel
apahabar.com

Sport

Cristiano Ronaldo Pesepakbola Pertama yang Tembus 40 Gol di La Liga Spanyol
apahabar.com

Sport

Ratusan Petinju dari 27 Negara Ambil Bagian di Piala Presiden 2019

Sport

VIDEO: Hadapi Persebaya, Barito Siap Bermain All Out
apahabar.com

Sport

Tak Bisa Lepas dari Olahraga Memanah
apahabar.com

Sport

Perbakin Keluhkan Mahalnya Pajak Impor Peluru
apahabar.com

Sport

Menyerah dari Madura United 0-2, PSS Sleman Singgung Laga Melawan Barito
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com