Empat Program Bank Indonesia Majukan UMKM Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas Jalan Provinsi di HSU Rusak Parah, Truk Bermuatan Semen Amblas Persiba Cuci Gudang, Coret Tujuh Pemain Jelang Delapan Besar Liga 2

[Klarifikasi] Kronologi Lengkap Perkara Penipuan yang Menjerat Bupati Balangan

- Apahabar.com     Selasa, 8 Oktober 2019 - 09:10 WITA

[Klarifikasi] Kronologi Lengkap Perkara Penipuan yang Menjerat Bupati Balangan

Bupati Balangan Ansharuddin merasa tuduhan penipuan pembayaran menggunakan cek kosong senilai Rp1 miliar non prosedural dan terkesan terburu-buru. Dok.apahabar.com

apahabar.com, PARINGIN – Bupati Balangan menuding balik Dwi Putera Husnie melakukan penipuan terhadap dirinya terkait perkara pelunasan utang piutang.

Dwi disebutkan mengaku sebagai anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan memiliki akses ke Mabes Polri untuk memberi perlindungan hukum kepada sang bupati.

Senin (07/10) sore ia pun melakukan konferensi pers di Hotel Aria Barito Banjarmasin. Orang nomor satu di Bumi Sanggam itu hadir dengan didampingi tim kuasa hukum.

Berikut kronologi lengkap perkara penipuan versi Ansharuddin:

Sekitar Februari 2018 Ansharuddin dikenalkan oleh Mukhlisin dengan Dwi Putera Husnie. Yang Mana Dwi mengaku sebagai anggota Komisi Pemberantasan Korupsi RI (KPK RI) dan memiliki teman di Mabes POLRI.

Dwi disebutkan akan membantu menyelesaikan permasalahan dan membuat perlindungan hukum yang dilaporkan oleh Sufian Sauri atau H. Tinghui di Ditreskrimsus Polda Kalsel pada 25 Oktober 2017 tentang Tindak Pidana Penipuan. Padahal permasalahan tersebut adalah murni utang piutang atau ranah perdata karena ada perjanjian dan jaminan.

Selanjutnya sekitar akhir Februari 2018, Dwi mengajak Ansharuddin bertemu di Hotel Grand Mahakam. Pada saat pertemuan itu ada juga yang mengaku AKP Agung Divisi Hukum Mabes Polri dan satunya lagi mengaku Kabag di Mabes Polri.

Dalam pertemuan, mereka akan membantu menyelesaikan perlindungan hukum di Mabes Polri dan akan mendatangi Ditreskrimsus Polda Kalsel untuk gelar perkara.

Selanjutnya pada Jumat 2 Maret 2018 sekitar pukul 17.00 bersama pengacara Ansharuddin, Dwi ikut mendampingi pemeriksaan Ansharuddin sebagai saksi di Ditreskrimsus Polda Kalsel.

Ansharuddin diminta membuat kronologis terkait utang piutang tersebut yang mana Dwi akan melanjutkannya ke Mabes Polri untuk segera ditembuskan perlindungan hukum.

Lewat pengacaranya, Ansharuddin pada 12 dan 13 Maret 2018 membuat surat kronologis singkat perkara utang piutang tersebut yang dikirimkan melalui email pazriadvokat@gmail.com ke dwi.putrahusni76@gmail.com.

Pada akhir Maret 2018, Dwi datang ke rumah dinas Ansharuddin di Kabupaten Balangan. Pada saat itu Dwi menyampaikan bahwa Ansharuddin akan ditangkap oleh Polda Kalsel atas dasar laporan polisi tersebut yang mana surat penangkapan sudah ada.

Pada saat itu Dwi mengatakan bisa membantu mengurus perlindungan hukum dan menyelesaikan masalah tersebut akan tetapi ia minta biaya jasa pengurusan sebesar Rp1 miliar.

Itu dibayarkan nanti setelah Ditreskrimsus Polda Kalsel mengeluarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dan SP3 (Surat Perintah Pemberhentian Penyelidikan.

Karena Dwi mengaku anggota KPK dan memiliki teman di Mabes Polri, Ansharuddin percaya bahwa dia akan membantu sampai dengan mengeluarkan SP2HP dan SP3.

Jika kasus tersebut dihentikan maka penggungat bisa melaporkan balik Tinghui karena sudah mencemarkan nama baik Ansharuddin, yang mana sebenarnya tidak ada tindak pidana dalam masalah tersebut, melainkan utang piutang biasa. Yang menjadi perdata karena ada perjanjian tertulis serta ada jaminan.

Selanjutnya pada 12 April 2018 sekitar pukul 11.00, Dwi ikut mendampingi Ansharuddin membayar utang dengan dititipkan di Pengadilan Negeri Amuntai.

Belakangan, itu tidak terjadi karena terkendala teknis perjanjian utang piutangnya. Domisili hukum dibuatnya perjanjian di Notaris Anita Kabupaten Banjar. Karenanya, Ketua Pengadilan Negeri Amuntai pada saat itu tidak bisa menerima titipan pembayaran utang tersebut.

Masih di hari sama, pada sekitar pukul 17.00 di rumah dinas Ansharuddin di Balangan, di hadapan pengacaranya Muhamad Pazri dan rekannya Lukman Kalua, Dwi meminta cek. Pada saat itu Ansharuddin tidak memiliki cek.

Akan tetapi Pengacara Ansharuddin yaitu Muhammad Pazri memiliki sebuah cek giro Bank Kalsel, yang tujuannya untuk membayar utang kepada Ernawati selaku pengacara Tinghui.

Pada saat itu Ansharuddin meminjam cek giro tersebut, untuk tandatangan diisi oleh Muhamad Pazri, pemilik cek.

Sedangkan pada kolom lainnya dalam keadaan kosong. Selanjutnya yang menulis nominal senilai Rp1 miliar adalah Ansharuddin.

Tanggal cek dicairkan tidak diisi. Alasan Dwi pada saat itu meminta penyelesaian Ansharuddin untuk memenuhi permintaan uang untuk biaya pengurusan agar Ansharuddin tidak ditangkap Polda Kalsel. Dwi berjanji membantu sampai dengan Ditreskrimsus Polda Kalsel mengeluarkan SP2HP dan SP3.

Masih di hari yang sama, Dwi menerima cek dan berencana pulang ke Jakarta dengan ikut mobil Pazri dan Lukman.

Setelah itu Ansharuddin mendapatkan informasi dari Pazri terkait kecurigaan terhadap Dwi. Gerak gerik Dwi mencurigakan. Dugaannya ia bukanlah anggota penyidik KPK.

Informasi dari Pazri, sepanjang jalan pulang dari Balangan ke Banjarbaru, Dwi mengaku orang KPK. Dwi pernah bertugas di Polres Tanah Bumbu, dan pernah ikut melakukan penangkapan di Kalsel terhadap OTT Bupati Tanah Laut dan Bupati Hulu Sungai Tengah.

Pada saat itu Dwi selalu berbicara via telepon dengan temannya. Ia hanya membicarakan pengurusan perkara-perkara orang. Dugaannya Dwi adalah makelar kasus atau LSM.

Dugaannya Dwi adalah makelar kasus atau LSM

Baca Selanjutnya

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Surat Suara PSU

Kalsel

Pleno Kecamatan di Tapin Rampung, Surat Suara PSU Dijaga Ketat Aparat
apahabar.com

Kalsel

Polres Batola Terus Lakukan Pendisiplinan di Pasar Tradisional
Pilbup

Kalsel

SJA-Arul Unggul di Pilbup Kotabaru, Syairi: Ini Kemenangan Masyarakat
Sertijab Kalapas Karang Intan, Sugito Deklarasikan Janji Kinerja 2020

Kalsel

Sertijab Kalapas Karang Intan, Sugito Deklarasikan Janji Kinerja 2020  
IGI

Kalsel

Formasi Guru Dihapus, IGI Kalsel Khawatir Berimbas Bagi Perguruan Tinggi
apahabar.com

Kalsel

Duh, Kasus Covid-19 di Kotabaru Terus Meningkat
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Karhutla, Kapolda Kalsel Cek Kesiapan Embung
apahabar.com

Kalsel

Siapapun Pemenangnya, Masyarakat Kalsel Jangan Terprovokasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com