UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT Live Streaming SCTV & Link Siaran Langsung Liga Champions Ajax vs Liverpool, Prediksi Pemain!

KPK Tetapkan Bupati Indramayu Tersangka Suap

- Apahabar.com Selasa, 15 Oktober 2019 - 23:21 WIB

KPK Tetapkan Bupati Indramayu Tersangka Suap

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kanan) dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto-antara

apahabar.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Indramayu Supendi (SP) sebagai tersangka tindak pidana korupsi suap. Selain SP, juga tiga tersangka lainnya dalam suap pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat tahun 2019.

“Setelah melakukan pemeriksaan, dilanjutkan dengan gelar perkara, dalam batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP, KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu Tahun 2019,” ujar Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan saat jumpa pers, di Gedung KPK, Jakarta dikutip dari Antara, Selasa (15/10) malam.

Sejalan dengan peningkatan status penanganan perkara ke penyidikan, KPK menetapkan empat tersangka, yakni tiga orang sebagai penerima masing-masing Supendi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah (OMS), dan Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triyono (WT).

Sedangkan sebagai pemberi, yakni Carsa AS (CAS) dari unsur swasta.

Basaria menyatakan pemberian yang dilakukan Carsa pada Supendi dan pejabat Dinas PUPR diduga merupakan bagian dari komitmen “fee” 5 sampai 7 persen dari nilai proyek.

Basaria mengungkapkan, SP diduga menerima total Rp200 juta, yaitu Mei 2019 sejumlah Rp100 juta yang digunakan untuk THR. Lalu 14 Oktober 2019 sejumlah Rp100 juta yang digunakan untuk pembayaran dalang acara wayang kulit dan pembayaran gadai sawah.

Kedua, Omarsyah diduga menerima uang total Rp350 juta dan sepeda dengan rincian dua kali pada Juli 2019 sejumlah Rp150 juta. Dua kali pada September 2019 sejumlah Rp200 juta, dan sepeda merek NEO dengan harga sekitar Rp20 juta.

“WT diduga menerima Rp560 juta selama lima kali pada Agustus dan Oktober 2019,” ungkap Basaria.

Dia menyatakan uang yang diterima Omarsyah dan Wempy diduga juga diperuntukkan kepentingan Supendi, pengurusan pengamanan proyek, dan kepentingan sendiri.

Sebagai penerima, Supendi, Omarsyah, dan Wempy disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 dan pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai pemberi, Carsa disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga: Video Perkelahian Mahasiswa Uniska Jadi Bukti Kakak Pelaku Balik Lapor ke Polisi

Baca Juga: Rebutan Penumpang, Sopir Bandara Ini Tega Tusuk Temannya Sendiri

Sumber: Antara
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

CV Nadiya Parkartama Palsukan Data, Saksi Berbelit Saat Beber Fakta
apahabar.com

Hukum

Gadis Belia Dicabuli Bapak Tiri Sejak 2018, Nikah untuk Tutupi Aib
apahabar.com

Hukum

Operasi Sikat Intan 2019, Polres Banjarbaru Amankan Miras Hingga PSK
apahabar.com

Hukum

Beli HP, Warga Simpang Limau Dijebloskan ke Bui
apahabar.com

Hukum

Kabar Penculikan Resahkan Warga Martapura, Kapolsek: Faktanya Berbeda
apahabar.com

Hukum

Hina Presiden, Seorang Ibu Pemilik Akun Facebook Terancam Dijerat UU ITE
apahabar.com

Hukum

Selain Dibina, Tukang Bakso Ludahi Mangkuk Akan Jalani Pengetesan Covid-19
apahabar.com

Hukum

Tim Gabungan Polda Kalteng Buru Komplotan Pencuri Uang Pengusaha Walet
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com