Di Tengah Kondisi Banjir, Pemprov Kalsel Tak Tunda Vaksinasi Tahap 2 Ungkap Pelanggaran Pilgub Kalteng, Ben-Ujang Minta Buka Kotak Suara Kadinkes Positif, Wali Kota Banjarmasin Kembali Divaksin Covid-19 Esok Wow, Kalteng Targetkan Groundbreaking Kereta Api Tahun Ini Gugatan 2BHD Diterima, Ketua MK Pimpin Langsung Sengketa Pilbup Kotabaru

Krisis Air Kotabaru : Warga Rela Antre hingga Malam Hari

- Apahabar.com Jumat, 18 Oktober 2019 - 07:34 WIB

Krisis Air Kotabaru : Warga Rela Antre hingga Malam Hari

Kondisi warga di kawasan perkotaan di Kotabaru rela antre air bersih gratis hingga malam hari di musim kemarau tahun ini. Foto-apahabar.com/Ahc20

apahabar.com, KOTABARU – Masih lumpuhnya waduk milik Pemkab Kotabaru yang dikelola PDAM setempat mengakibatkan warga di Bumi Saijaan harus rela melakukan ragam cara untuk bisa mendapatkan air bersih.

Di kawasan pusat kota yang berada tidak jauh dari RSUS Kotabaru, warga rela antre air bersih hingga malam hari menggunakan jeriken.

Menurut warga kondisi tersebut sudah berlangsung sejak terhentinya distribusi air bersih dari PDAM Kotabaru.

“Ya, mulai air PDAM digilir, hingga sama sekali tidak ngalir, kami sudah sering antre air di kran seperti ini,” ujar pria yang sering disapa Amang kepada apahabar.com, Jumat (18/10) pagi.

Alternatif lain untuk bisa mendapatkan air bersih selain antre hanya ada dua cara. Pertama, harus membeli air bersih ke penjual air keliling atau menunggu pihak dermawan yang peduli terhadap kesulitan warga untuk membagikan air bersih.

“Nah, makanya kami milih antre seperti ini. Kalau beli harganya Rp60 sampai Rp70 ribu. Kan sayang uangnya bisa buat keperluan keluarga yang lain,” katanya.

Berbeda dengan warga lainnya yang masih mukim di wilayah dalam kota, Edo yang masih hidup sendiri tak ambil pusing soal sulitnya mendapatkan air bersih.

“Kalau saya simpel. Kalau ada uang beli air galon saja. Satu galon air ‘kan harganya hanya Rp5 ribu. Jadi, sehari saya beli empat galon sudah cukup. Tapi, yang kasihan mereka yang punya keluarga. Segitu, ya, pasti nggak cukup,” ujar Edo.

Baca Juga: Sumur Wakaf Jadi Solusi Krisis Air di Desa Kintap

Baca Juga: Kotabaru Masih Krisis Air Bersih

Reporter: Ahc20
Editor: Puja Mandela

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bawaslu Banjarmasin Bagi-bagi Sembako di Momentum HUT ke-12
apahabar.com

Kalsel

Digadang Jadi Calon Wali Kota Banjarmasin 2020, Intip Tanggapan Habib Banua
apahabar.com

Kalsel

PWI Kalsel Salurkan Bantuan Buat Wartawan
BPS Tanbu Siapkan Sensus Penduduk Online di Februari 2020

Kalsel

BPS Tanbu Siapkan Sensus Penduduk Online di Februari 2020  

Kalsel

Mahasiswanya Dipolisikan, Wakil Rektor ULM Banjarmasin Penuhi Panggilan Polda Kalsel Esok
apahabar.com

Kalsel

Catatan Sejarah (1); Menguak Asal Mula Warga Tionghoa Menetap di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Ditinggal Pergi Pemiliknya, Sebuah Rumah di Kintap Kecil Ludes Terbakar
apahabar.com

Kalsel

Hujan Lokal Hingga Berpetir Terpantau Warnai Kalimantan Selatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com