apahabar.com
Ribuan jemaah memadati majelis taklim dan zikir di Desa Sei Nipah, Kelumpang Selatan. Foto-Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Sudah tiga tahun belakangan ini Majelis Taklim dan Zikir Ahbabul Mustafa melangsungkan pengajian antar desa di Bumi Saijaan.

Selain untuk meningkatkan hubungan silaturrahmi antar masyarakat perdesaan, pengajian juga dilaksanakan sebagai wahana mempersatukan umat Islam dari ragam suku yang ada.

Secara bergiliran pengajian rutin dilaksanakan di desa hingga ke wilayah tiga kecamatan seperti Kelumpang Selatan, Kelumpang Hulu, dan Kelumpang Hilir.

Pada Sabtu (12/10) malam kemarin, giliran Desa Sei Nipah, Kecamatan Kelumpang Selatan, yang menjadi tuan rumah. Ribuan warga muslim dari tiga kecamatan berbondong-bondong mengikuti pengajian tersebut.

Seperti tradisi yang biasa dilakukan, sebelum diisi dengan tausyiah, acara dirangkai dengan pembacaan Rottibul Haddad, Maulid Al Habsyi, penyerahan bantuan untuk santri berprestasi dan warga kurang mampu, serta diisi dengan sambutan.

Pengajian bulanan kali ini juga terkesan padat. Lebih seribu jemaah tumpah ruah mengisi halaman Masjid Raudatul Jannah.

Di barisan paling depan, terlihat pengurus Majelis Taklim Ahbabul Mustafa, Habib Ali Murthoda Bin Idrus Barakwan, pimpinan Ponpes Ashola Desa Pantai, unsur Muspika, bersama tokoh agama setempat.

Hingga majelis berakhir, petugas dari Polsek Kelumpang Selatan diterjunkan untuk setia menjaga dan mengamankan pengajian.

Salah satu personil Polsek Kelumpang Selatan, yang ikut serta dalam pengamanan pengajian, Bripka Eksan Wahyudi, menilai kegiatan keagamaan tersebut sangat positif, karena di dalamnya mengedepankan budaya kekeluargaan dan persatuan umat.

“Kalau kami menilai kegiatan ini sangat bagus sekali. Selain jamaah dapat ilmu, mereka bisa saling silaturrahmi dengan sesama, sehingga persatuan umat semakin kuat dari semua suku,” ujar Eksan.

Baca Juga: Pelayanan Kesehatan di HST Belum Maksimal, Dokter ‘Dikeluhkan’

Baca Juga: 3 Jembatan Banyiur Dalam Rampung, Intip Pesan Ibnu Sina

Reporter: Ahc20
Editor: Puja Mandela