Bravo! Satresnarkoba Polres Tanbu Tangkap Bandar Narkotika, Kiloan Sabu dan Ratusan Ekstasi Diamankan UU Cipta Kerja Paksa Puluhan Perda Banjarmasin Harus Direvisi Bahkan Dicabut Keren, RSD Idaman Banjarbaru Ditetapkan Sebagai RS Unggulan Pelayanan KB Simakalama Pembelajaran Tatap Muka OTT Amuntai, Giliran Orang Dekat Bupati HSU Diperiksa KPK

Membangun Ketahanan Pangan dari Pesantren

- Apahabar.com     Senin, 28 Oktober 2019 - 15:36 WITA

Membangun Ketahanan Pangan dari Pesantren

Bantuan beras program ACT untuk pesantren yaitu Beras untuk Santri Indonesia atau BERISI. Foto – ACT for apahabar.com

apahabar.com, BEKASI – Meriah sambutan santri di Pondok Pesantren NuuWaar Al FatihKaffah Nusantara binaanUstazFadlanGaramatan di Kecamatan Setu, Bekasi, Rabu (23/10) lalu.

Mereka berkumpul di salah satu bangunan di dalam kompleks pesantren untuk menyaksikan serah terima bantuan 1 ton beras dari Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Bantuan beras ini merupakan program ACT untuk pesantren yaitu Beras untuk Santri Indonesia atau BERISI.

Program ini akan berjalan secara reguler, bukan hanya bertepatan dengan Hari Santri Nasional saja. “Ini jadi program reguler ACT,” ungkap Direktur Program ACT Wahyu Novyan, Rabu (23/10).

Hingga akhir Oktober ini, sudah beberapa pesantren yang tersebar di beberapa pulau besar di Indonesia yang telah menerima bantuan beras dari program BERISI.

Dalam jangka panjang, program ini tak hanya sebagai pemenuh kebutuhan pangan santri saja, tapi juga sebagai titik awal bangkitnya ketahanan pangan dari pesantren.

Wahyu mengatakan, ribuan pesantren di Indonesia banyak yang masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pangan para santrinya. Para santri tak jarang menahan rasa lapar demi bertahan dan menuntut ilmu di pesantren. Di sisi lain, tak sedikit juga pesantren yang memiliki lahan cukup luas, namun pemanfaatannya kurang maksimal.

“Selain pemberian bantuan beras ini, nantinya jika terjalin kerja sama lebih lanjut antara ACT dan pesantren, akan dibuatkan program berbasis wakaf di pesantren. Tentunya wakaf produktif yang akan dijalankan,” imbuh Wahyu.

Hingga saat ini, ACT melalui Global Wakaf telah mengelola lahan-lahan wakaf produktif dari masyarakat. Sebut saja Lumpung Pangan Wakaf di Blora, Jawa Tengah dan Lumbung Ternak Wakaf di Tasikmalaya. Lumbung-lumbung ini merupakan bentuk pengelolaan dana wakaf yang disalurkan melalui Global Wakaf-ACT, yang hasilnya akan dikembalikan ke masyarakat.

Dalam jangka panjang, nantinya ACT melalui Global Wakaf akan melakukan pendampingan terhadap pesantren untuk membangun LPW ataupun LTW di lingkungan pesantren. Wahyu menegaskan, cara ini dilakukan untuk membangun ketahanan pangan, paling tidak untuk pesantren itu sendiri. “Kita akan mulai ketahanan pangan bagi pesantren itu sendiri dengan memanfaatkan wakaf produktif,” jelas Wahyu.

Hingga saat ini, program BERISI terus berjalan dengan melakukan pendistribusian beras di berbagai daerah. Akhir pekan kemarin, beberapa pesantren prasejahtera di Banten mendapatkan pasokan beras masing-masing 1 ton.

Harapannya, program BERISI ini dapat menjadi pelecut semangat bagi pesantren untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan santrinya mayoritas berlatar belakang dari keluarga prasejahtera.

apahabar.com

Bantuan beras program ACT. Foto-ACT

Baca Juga: Ratusan Mitra Gojek Kalsel Dapat Layanan Kesehatan Gratis

Baca Juga: Melalui Dongeng Kemanusiaan,Tanamkan Jiwa Dermawan Sejak Dini

Sumber: ACT
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

ACT

BERISI Kembali Sapa Ponpes Nurul Hidayah di Lok Baintan
apahabar.com

ACT

Kapal Ramadan Tiba, Ratusan Warga Pulau Matasiri Bersuka Cita
apahabar.com

ACT

Sumur Payau, Warga Pandeglang Butuh Air Bersih
apahabar.com

ACT

Flash Sale! Kurban Semakin Terjangkau di Global Qurban
apahabar.com

ACT

Tebar Kebahagiaan, Syukuran Qurban Akan Hadir di Pulau Bromo Banjarmasin
apahabar.com

ACT

Serangan Roket Hujani Gaza
apahabar.com

ACT

Kapal Ramadan Hadirkan Tawa di Muara Sungai Kelayan
apahabar.com

ACT

Awal Tahun Jabodetabek Dikepung Banjir, ACT Terjunkan Tim Rescue
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com