INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Banjir Masih Merendam Rumah Warga, Dinsos Tabalong Bagikan Sembako Polisi Dalami Kaburnya Habib Rizieq dari Rumah Sakit Ummi Nekat Menjambret Wanita di Siang Bolong, Pemuda Kotabaru Diringkus Tim Macan Bamega

Menjerit, Puluhan Driver Ojek Online Maxim Banjarmasin Gelar Aksi

- Apahabar.com Senin, 28 Oktober 2019 - 21:15 WIB

Menjerit, Puluhan Driver Ojek Online Maxim Banjarmasin Gelar Aksi

Puluhan driver ojek online Maxim saat menggelar aksi di depan kantornya Jl Perdagangan Banjarmasin, Senin (28/10). Foto-apahabar.com/Riyad Dafhi R

apahabar.com, BANJARMASIN – Puluhan driver ojek online aplikasi Maxim melakukan aksi di depan kantornya di Jalan Perdagangan, Kecamatan Banjarmasin Utara, Senin (28/10) siang.

Aksi ini mereka lakukan lantaran kecewa karena hak-hak mereka dirasa tidak terpenuhi.

Di bawah terik matahari, mereka datang untuk menyampaikan sejumlah aspirasi atau tuntutan terhadap pihak penyedia layanan Maxim.

Salah satu driver yang menjadi orator, Abdul Rahim mengatakan kedatangan mereka siang itu untuk menuntut kenaikan upah atau tarif sekali tarik penumpang.

Saat ini, kata dia, para driver maxim hanya mendapatkan upah minimal Rp3.000 sekali tarikan. Menurutnya sangatlah mengecewakan pihaknya, karena dengan resiko di jalanan yang cukup tinggi, para driver diupah dengan tarif yang sangat rendah.

“Coba bayangkan, Rp3.000 bisa buat apa?, Kami 3 kali menarik hanya dapat Rp9.000. Beli bensin eceran harganya Rp8.000, duit kami sisa Rp1.000. Makan apa kami dengan uang segitu,” katanya.

Bahkan, kata dia, dalam beberapa hari belakangan, tarif tersebut malah tambah rendah atau menurun.

“Misalkan kita mengantar penumpang dengan jarak 2 KM, biasanya kita mendapat Rp6.000. Beberapa hari ini malah turun menjadi hanya Rp5.000,” ujarnya.

Namun, tegas Rahim, yang mereka tuntut bukanlah pengembalian tarif normal, melainkan kenaikan tarif daripada sebelumnya. “Ya, kami minta sekali tarik biar cukup beli 1 liter bensin aja. Jangan lagi Rp3.000,” tuturnya.

Selain meminta kenaikan tarif, para driver Maxim siang itu juga menuntut penghapusan sistem prioritas.

Sistem prioritas yang dimaksud adalah sistem yang lebih mendahulukan driver yang mempunyai atribut, lalu kemudian lebih didahulukan mendapat orderan, daripada mereka yang belum memiliki atau memakai atribut Maxim.

“Mentang-mentang menebus atribut, sementara kami tidak, malah dijadikan akun prioritas. Kita semua kan sama-sama cari makan, jadi gak perlu lah ada akun prioritas,” harapnya.

Terakhir, mereka juga meminta, agar pembayaran atau penebusan atribut bisa dicicil dan tidak harus secara kontan.

Menanggapi hal tersebut, Manager Maxim Kalimantan Selatan, Cahaya Rahman menjelaskan turunnya harga tarif dalam beberapa hari ini hanyalah sebuah kesalahan yang muncul dari sistem aplikasi. Disamping itu bukan merupakan kebijakan oleh pihak Maxim.

“Beberapa hari ini kita terkendala masalah jaringan yang gangguan. Jadi kemungkinan sistem menjadi down,” jelasnya.

“Itu masalah di IT, kita kan bekerja by sistem ya. Jadi ga bisa terpantau kalau masalah itu,” tambahnya.

Kemudian, untuk akun prioritas, dijelaskannya bahwa hal tersebut memang sudah merupakan aturan dari pihak penyedia layanan.

“Kalau yang memakai atribut kan, misalnya pada mobil, secara tidak langsung, dia mempromosikan perusahaan dan kita memberikan ‘feedback’ seperti itu serta tidak memberikan potongan,” terangnya.

Dikatakannya, hal tersebut, sejak awal juga sudah diatur oleh sistem dan pihaknya juga tidak bisa melakukan hal apapun.

Meski begitu, Cahaya tetap menampung dulu aspirasi dan kritik dari para driver Maxim.

Mendengar hal itu, para driver mengungkapkan bahwa pihaknya merasa kecewa lantaran aspirasinya tidak langsung bisa untuk ditanggapi dari para atasan pusat.

Para driver mengungkapkan apabila aspirasi mereka tidak juga terealisasi dalam waktu 1 pekan, maka akan kembali lagi melakukan aksi dengan kuantitas massa yang lebih besar.

Bahkan mereka berencana untuk mengajak serta juga para driver ojek online yang lain seperti Grab atau Gojek. “Kalau gak ditanggapi, kami akan melakukan aksi serupa dan mengajak pasukan hijau (Gojek atau Grab). Karena mereka juga kecewa dengan pihak Maxim lantaran harganya yang merusak pasaran,” tegas Rahim.

Baca Juga: Peringatan Sumpah Pemuda, Milenial Diingatkan Menjunjung Tinggi Bahasa Persatuan

Baca Juga: Kaltim dan Kalteng Kirim Utusan Sumpah Pemuda di Kaki Gunung Meratus

Baca Juga: Kisah Ipda Jody Dharma Mengungkap Narkoba, Berawal Nonton Film Detective Horatio

Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Alasan Dinkes Tolak Warga di Pekauman Ikuti Swab Massal
apahabar.com

Kalsel

Ribuan Muzahik Tumpah Ruah di Penyerahan Zakat Paman Birin
apahabar.com

Kalsel

Berwisata Sungai di HSS Kalsel, Waspada Air Pasang Saat Hujan!
apahabar.com

Kalsel

Nasib Mamanda di Kalsel: Minim Pergelaran dan Kalah dengan Hiburan Modern
apahabar.com

Kalsel

Tak Cuma Maulida, BNN Ciduk Satu Napi Karang Intan
apahabar.com

Kalsel

Masih Zona Merah, Tapin Mau New Normal?
apahabar.com

Kalsel

“Renungan Perihal Musik”, antara Apresiasi dan Kritik
apahabar.com

Kalsel

Siang Bolong, Kalsel Waspada Hujan Lokal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com